Wednesday, August 20, 2014

Karena Pindah Bukan Menjadi Akhir, Melainkan Awal Dari Pertemanan

Pertama kali mengenal mereka kira-kira setahun yang lalu, tepatnya di awal bulan September. Tiga orang maba dari berbagai kota di Jawa Barat. Si kerudung yang berasal dari Kuningan, Si Bohay dari Tasikmalaya (tepatnya dari Singaparna) dan Si Bawel yang berasal dari Bale Endah - Bandung dan Saya sendiri yang berasal dari Jakarta. Sebelum bertemu mereka semua saya sempat tinggal di Dago, Bandung. Di sebuah tempat kos yang dihuni oleh saya sendiri, karena anak kos yang lain tinggal terpisah dari kamar saya yang merupakan paviliun dari rumah anaknya bapak kos. Terbiasa di kosan sendiri, jarang berinteraksi dengan anak kos lain dan terbiasa berinteraksi dengan keluarga atau sanak saudara dari bapak kos membuat cerita baru ketika saya pindah di kosan yang sekarang. Tinggal bersama-sama dengan tiga orang penghuni lainnya membuat saya harus beradaptasi lagi dengan lingkungan baru. Kebiasan di kosan lama tentu berbeda sekali dengan tempat yang sekarang. Dulu saya tidak mempunyai ruang tengah atau ruang berkumpul, dulu saya cukup nyaman tinggal di kamar cukup luas dengan dua ruangan yang dibatasi dengan sekat. Dulu, saya bisa melakukan apa saja tanpa harus berkompromi. Toh saya seperti tinggal sendiri. Namun sekarang atau setahun lalu, saya mempunyai kebiasaan-kebiasaan baru di lingkungan baru.

Bertemu mereka pertama kali itu saat saya sedang mencari kosan baru karena harus meninggalkan Bandung menuju Jatinangor. Sebuah kota pelajar di daerah Sumedang. Orang-orang tahunya bahwa Jatinangor itu adalah Bandung, padahal secara geografis sudah masuk kota Sumedang. Iya Sumedang coret karena berada di perbatasan kota Sumedang dan Kabupaten Bandung.

Perkenalan diawali saat mereka sedang asik bercengkrama di ruang tengah kosan kami. Saat saya sedang pindahan, membawa serta barang-barang dari kosan lama, tempat segala kenangan selama dua tahun saya berada disana. Mereka anak-anak yang lucu, seakan manusia-manusia polos tanpa beban yang baru saja akan memasuki dunia baru, dunia mahasiswa. Diawal perkenalan kami hanya berbasa-basi seadanya karena setelah memindahkan semua barang-barang, saya lantas pergi dengan teman-teman. Malam itu saya menginap di tempat kawan karena kamar masih belum saya rapikan.

Di hari kedua saya pindah barulah mulai berinteraksi. Oh, ternyata seperti ini ya kosan yang baru, teman-teman yang baru. Banyak tingkah polah mereka yang buat saya geleng kepala. Sebagai orang yang mereka tuakan karena usia saya memang tua :| kadang bikin saya pusing dengan kelakuan mereka. Ada saja yang bikin saya pusing tujuh keliling.

Tapi dari semua sikap mereka yang cukup ajaib, mereka adalah teman-teman yang selalu membantu satu dengan yang lain bahkan suka membuat kejutan saat salah satu dari kami berulang tahun. Orang pertama yang mereka berikan kejutan itu saya. Di hari ulang tahun saya yang jatuh pada bulan November tahun lalu tak disangka mereka semua menyiapakan kejutan kecil. Oh ya, saat saya berulang tahun itu sudah ada penghuni baru yang sebenarnya dulu pernah kos di tempat ini, saat itu ia adalah seorang Asdos di kampus, sekarang sudah magang di daerah Purwakarta. Dan mereka berempat tanpa disangka membuat ulang tahun saya menjadi meriah bahkan saking berisiknya kami bapak kos yang bertempat tinggal di bawah kosan kami sampai menegur. Jujur baru kali itu saya dibuatkan kejutan, biasanya ulang tahun merupakan hari yang biasa, sama saja seperti hari-hari lainnya. Tapi tidak dengan tahun lalu.

Kegiatan wajib selama kami berada di sini, kumpul di ruang tengah. Baik itu hanya sekedar nonton televisi atau berbagi cerita dan gossip mengenai apa saja. Pergi beramai-ramai  ke salah satu mall di Jatinangor juga merupakan kegiatan yang sering kami lewatkan bersama, main sepeda di kampus, atau bahkan berenang di dekat tempat kos kami, tapi sayang saya belum pernah berenang bersama mereka karena selalu saat saya sedang di Jakarta.

Sekarang, satu-satu dari kami sudah tidak tinggal disini, diawalai dengan Neng Asdos yang pindah ke Purwakarta pada awal tahun ini, Si Bawel yang kembali tinggal di rumahnya, menyusul Si Kerudung yang pindah ke kosan lain berbagi kamar dengan adik kelasnya dan terakhir saya, yang rencananya akan kembali ke kota kelahiran saya Jakarta. Kebersamaan dengan mereka semua selama setahun belakangan ini mewarnai hari-hari saya, banyak kisah yang melatar belakanginya, sedih, tawa, marah, pernah kita lewati. Semoga pertemanan ini tak akan berhenti, meskipun satu-satu dari kami sudah tidak disini.(NM)


(Pondok Maryam, Cisaladah 08202014)