Tuesday, December 18, 2012

Duka

Saat hati berselimut duka, akankah ia berubah menjadi tawa?
Kalau kamu percaya bahwa duka dapat berakhir bahagia
Semesta akan berikan 1001 cara agar semua itu sirna

Saat duka datang, pintu kematian menjelang
Niscaya ada satu pintu kecil yang juga ikut terbuka
Pintu apakah itu?
Itulah pintu harapan yang berupa cinta dan keikhlasan
Cinta yang setia menunggu keajaiban datang
Serta keikhlasan saat kematian menjadi jawaban
Ingatlah bahwa Semesta akan menjawab segala harap yang dilandasi keikhlasan

Apakah keajaiban itu ada?
Ya, keajaiban itu ada disekitar kita
Bahkan ada disetiap denyut nadi kita
Karena Semesta menyimpan beribu keajaiban
Berupa apa saja, asal kita peka terhadap Semesta


NM

Monday, December 17, 2012

Distraksi yang Kamu Beri

Kamu datang tak menentu, bagai angin yang berhembus sesukamu
Namun hadirmu selalu kunanti, untuk menyejukan isi hati
Aku tak berharap banyak, karena buatku kamu adalah distraksi
Kamu pun tak memberi aku harap, hanya memberi aku rasa nyaman
Entah apa makna dibalik ini semua, aku tak mengindahkan logika
Tapi aku pun tak memberimu sepenuh hati karena aku takut terjatuh lagi
Senang, tawa, dan gembira, itu yang selalu kamu beri
Tanpa ada tangis atau sesak di dalam hati
Aku bisa melihat ketulusanmu, entah apa maksud dari semua itu
Kamu tak pernah membiarkan aku murung dalam diam
Kamu selalu membuat aku tertawa bahkan tersenyum dengan sikapmu itu
Selalu ada cara untuk membuat aku bicara
Selalu ada cara untuk melihat senyum tipis dariku
Ya, itu yang kamu lakukan, itu yang kamu berikan
Mereka bilang aku harus nikmati semua tawa bahagia yang kamu ciptakan
Mereka bilang aku pantas mendapatkan itu
Entahlah, seakan logika dan perasaan sedang seimbang
Atau mungkin memang seharusnya seperti itu
Bahwa logika dan perasaan memang harus sejalan

NM



Sunday, November 25, 2012

Sore Santai di Naik Daun Resto



Berawal dari tadi siang yang gw sendiri juga bingung pengen kemana, sempet bbm-an sama seorang teman untuk bertanya dan meminta referensi tempat nongkrong yang asik meskipun gw cuma sendirian. Teman gw menyarankan untuk pergi ke beberapa tempat tapi kok gw ngerasa... "ah males gitu secara tempatnya cukup jauh dari kosan". Akhirnya gw berpikir untuk dateng ke satu tempat yang cuma selemparan batu doang dari kosan gw.

Setelah pergi ke atm yang gak begitu jauh dari kosan, tapi lumayan sih ya secara harus keluar dari wilayah Dago Pojok, saat itu gw masih mikir "balik ke kosan dan ke tempat yang gw maksud di awal atau gw pergi ke tempat makan yang cukup jauh dari kosan gw dengan catatan pasti nemu macet dan rameeee.."

Finally, sekitar jam tiga sore, cuaca cukup mendung+gerimis-gerimis romantis gimanaaa..gitu..gw melangkahkan kaki menuju satu tempat di Jalan Dago Pojok no. 60 which is cuma beda beberapa rumah dari kosan, nama tempatnya itu Naik Daun Resto (follow twitternya https://twitter.com/naikdaunresto ) tempat yang selama ini sering gw curi-curi pandang kalo lewat, karena design bangunannya yang cukup bikin ngiler (tipe gw banget,yes) dan bikin gw penasaran aja gitu untuk menikmati tempatnya+makanan yang ada disana.

Begitu gw sampai disana, kesan pertama gw adalah "ini tempat asik kayanya buat bengong sendiri sambil nulis atau buat ngobrol sama teman-teman gw" karena di tempat yang cukup imut-imut itu viewnya dan suasananya enak banget karena konsepnya yang open space area jadi kesan yang didapat itu berasa lega dan juga luas.

Karena tujuan gw datang kesana buat mengisi perut gw yang lagi kelaparan sangat, gak pake basa-basi gw langsung pesan Nasi Goreng Rempah dan Ginger Tea sebagai teman makan dan juga bengong sore-sore gw. Gak berapa lama nunggu, Ginger Tea pesanan gw datang. Pas minuman itu disajikan bersama satu pot kecil gulanya jujur gw kaget "ini teh tapi kok gulanya kaya brown sugar gitu", seperti biasa gw selalu merasakan minuman/makanan tanpa dicampur apa pun karena gw pengen tahu rasa aslinya. Sebelum dicampur gulanya, tehnya tuh berasa banget jahenya tapi gak terlalu menyengat, semuanya menyatu dengan nikmat apalagi pas gw tambahin si gula yang menurut gw lain dari biasanya. Setelah beberapa teguk teh makanan yang gw pesan pun datang. Nasi Goreng Rempahnya ditata dipiring berbentuk daun dan penyajiannya cukup unik untuk sebuah tempat makan minimalis seperti ini. Satu suap, dua suap, eh nasi gorengnya kok enak ya, gak hanya tampilannya tapi rasanya buat gw bolehlah ya apalagi buat harganya yang gak nguras kantong (maklum mahasiswa+anak kosan). Setelah nasi gorengnya habis, gw sempat nanya desert apa yang mereka punya dan gw direkomendasikan untuk nyobain home made cup cakes, lalu gw pilihlah Green Tea cup cakes. Pas dateng si cup cakes, jiyaaaah cup cakesnya imut pisan sekali caplok ini mah...hahaha..tapi jangan salah cup cakesnya enak loh, green teanya berasa dilidah gw dan pelan-pelan banget makannya karena gw gak mau cepat-cepat habis gitu.

Setelah gw menghabiskan satu piring nasi goreng rempah, sebuah green tea cup cakes, dan segelas ginger tea, gw kok masih pengen berlama-lama disana ya, jadilah gw pesan segelas Ice Chocolate. Karena pesanan terakhir inilah gw ngobrol-ngobrol dengan salah seorang waiter yang melayani gw (well, sepenglihatan gw ada dua orang waiter disana) ternyata konsep tempat itu gak sekedar tempat makan tapi ada juga kos-kosan dan juga hotel untuk para backpacker yang butuh tempat penginapan. Tadi juga gw sempet diajak untuk ngintip beberapa kamar yang nantinya akan disewakan untuk para backpacker yang akan menginap. Dia juga bercerita bahwa akan ada satu tempat yang bisa digunakan untuk barbecue party dan satu tempat yang akan dijadikan sebuah studio mini untuk para seniman yang suka melukis. Konsep yang ada memang sudah cukup matang hanya tinggal proses tahap akhir maka tempat itu akan seutuhnya berjalan. Setelah cukup lama ngobrol dengan waiter itu ia pun pamit untuk membuatkan gw segelas ice chocolate dan Voila! ternyata orang yang daritadi menemani gw ngobrol adalah si owner dari tempat tersebut (speechless). Obrolan pun dilanjutkan dengan waiter yang lain, seorang lulusan diploma perhotelan yang cukup ramah, seramah si owner yang udah buat gw speechless.hahaha...

Berkat keisengan gw dihari minggu yang emang bikin males keluar dari area Dago Pojok karena seperti biasa, tiap weekend kota Bandung selalu ramai dengan wisatawan lokal khususnya dari Jakarta, gw menemukan tempat makan, nongkrong dan juga ngobrol-ngobrol yang letaknya pun hanya beberapa meter dari kosan gw. Dan gw rasa tempatnya cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa dan anak kosan, ditambah lagi makanannya yang cukup enak dan suasananya yang bersahabat. Jadi, siapa yang mau nemenin gw nongkrong asik+ngobrol-ngobrol sambil makan/ngopi-ngopi di Naik Daun Resto, selanjutnya?


NM

PS : dibawah ini gw upload pesanan yang gw sebutkan diawal minus Ice Chocolate-nya tapi.. :)
       Thanks to @Rendy_aditya for your nice place :)


Hot Ginger Tea, teman pas buat yang gak pengen ngopi


Nasi Goreng Rempah yang gurih, pedas dan juga cantik

Green Tea cup cakes yang unyu dan yummy















Sunday, November 04, 2012

(untitled)

Gelap, melayang, tenggelam...

Meski aku membuka mata, hanya gelap yang menyelimuti raga
Meski aku berpijak, namun diri bagai terbang tanpa tahu akan kemana
Meski aku terdiam, diri ini bagai tenggelam ke dasar samudera

Aku coba mencari pegangan, tapi tak ada yang sanggup menggenggam
Saat aku coba berdiri, selalu angin menghempas dan pergi
Disaat aku memutuskan untuk berhenti, semakin aku jauh terperosok ke dalam dan terjatuh lagi

Hilang..tanpa cahaya, tanpa pijakan, tanpa pegangan, dan aku selalu disini, sendiri...
Bayangan pun enggan menemani..
Karena gelap selalu menyelimuti..

Sesak, tanpa tahu kapan ini akan berakhir..
Resah, karena gelisah selalu membayangi..


Hadirmu yang tak dapat aku tepiskan
Sakitmu yang tak dapat aku hindarkan
Lukamu yang tak dapat aku enyahkan
Nyata terasa meski tanpa perantara

Dan aku selalu disini, sendiri...tanpa dirimu yang mau menemani...


NM





Saturday, October 20, 2012

10202012 - Tentangku

Resah dan gelisah menunggu setiap pesan singkat yang masuk ke dalam sebuah layanan pesan singkat dari smartphoneku, kadang tak tentu kapan pesan tersebut akan datang, tergantung si pengirim pesan, iya tergantung sang pengirim pesan. Apakah ia mempunyai secuil waktu untuk berkabar ataukah ia sedang dalam suasana hati yang biasa saja hingga tak lupa berkabar. Mungkin bukannya ia lupa untuk memberikan kabar hanya saja kesibukan kadang menjadi penghalang, belum lagi sekelumit masalah yang kadang membuat suasana hatinya tidak menentu, jikalau seperti itu, aku hanya dapat duduk diam dan terpaku menunggu. Kadang ada hasrat hati untuk menyapa namun aku tak kuasa, meskipun ia telah mengatakan padaku "tak apa berkabar, toh Aku tidak melarang" tapi entah mengapa, jari ini membeku tiap aku ingin mengirimkan sepatah kata "hai sedang apa?" terkesan bodoh dan terlalu basa-basi memang. Ya, dirinya tidak suka berbasa-basi, seolah membuang waktunya yang sangat berharga. Itulah yang membuatku kadang hilang arah, sehingga tak tahu harus berbuat apa.

Hei..lihat, sebuah pesan singkat dari dia yang kutunggu "Hi" begitu sapamu, kubalas "Hi" dan ia pun membalas "sedang apa?lg dikampus?" kubalas lagi dengar perasaan menggebu "gak,aku lg dikosan" secepat itu juga kamu membalas "oh,aku msh dikantor km sdh mkn?" dan aku pun berkata "aku udh mkn kok" dan pesan singkat pun berakhir dengan kata-katamu "sek ya lagi mumet" dan aku pun terpaku menatap layar smartphoneku, tak tahu harus berkata apa dan berbuat apa, aku hanya dapat mengirimkan pesan berupa ":)" sebagai akhir dari percakapan kala itu.

Begitu seringnya hal itu terjadi sampai aku pun merasakan hal yang biasa jika ia sedang sibuk dengan urusannya, pekerjaannya atau bahkan dirinya. Tak jarang aku pun diam tanpa kabar sama sekali kepadanya, jika ia tak bertanya aku memilih diam dan memainkan jari-jari mungilku dsebuah social media, bercanda bersama kawan-kawanku disana atau sekedar iseng menyapa, ya aku tertawa disana, meskipun hati kecilku tak jarang menangis, ya menangisi apa saja yang bisa membuatku menangis. Kadang menangisi sikapmu yang tak tentu padaku, kadang menangisi rasa rinduku padamu, atau tidak jarang aku menangisi setiap kesalahanku yang membuatmu marah, tak senang bahkan ilfil dengan sikapku, iya aku menangis, tak tahukah kamu tentang itu? Aku memilih diam tak mengatakannya padamu, karena aku tidak mau kamu sakit karena sikapku, aku tak mau kamu larut dalam rasa bersalahmu, biar aku saja yang selalu merasa bersalah atas segala sikapku, bukan kamu.

Beberapa waktu lalu aku dilanda rasa lelah, aku lelah karena aku bingung harus berbuat apa, mungkin otak ini terus menerus berpikir dan hati ini terus menerus merasa. Setiap keluhan yang kamu lontarkan selalu aku rasa selalu aku cerna, semakin hari semakin terhimpit oleh perasaan itu hingga aku pun semakin menyalahkan diriku, labil, hilang arah, tak ada pegangan, itu yang aku rasa. Salah satu sahabatku mengatakan aku mengalami depresi mungkin belum sampai ketahap itu tapi aku sudah bisa dikatakan stress berat, sampai sahabatku pun bertanya "Kamu kenapa bisa sampai seperti ini? Apakah sedang mengalami masalah yang berat?" Aku tak kuasa berkata dan hanya dapat diam saja, sedikit senyum aku tampakkan namun rasanya sia-sia, sahabatku sepertinya tahu apa yang kurasa, dia hanya tersenyum dan berkata "cepat kamu atasi situasi ini kalau tidak akan semakin berlarut-larut, sayangi dirimu sendiri".

Aku bersyukur perasaan bersalah pada diriku sendiri pelan-pelan bisa kuatasi, meskipun ada saat dimana aku kembali menyalahkan diriku sendiri dengan apa yang sedang terjadi, tapi pelan-pelan aku berdamai dengan keadaan, dengan situasi ini dan juga diriku sendiri. Entah sampai kapan aku bisa pulih untuk tidak lagi-lagi menyalahkan diriku sendiri, aku pun tak tahu..


NM

Wednesday, October 03, 2012

Belajar Saling Mengerti untuk Saling Berbagi

Terbersit di kepala gw mengenai obrolan dengan teman twitter beberapa jam yang lalu, tentang "kenapa orang-orang pinter itu engga bisa bicara atau menulis dengan bahasa yang bisa dipahami banyak orang, apa sebegitu mahalnya ilmu itu?". Buat sebagian orang, untuk gw  misalnya penggunaan kata-kata sulit atau bahasa teknis yang engga semua orang ngerti (katakanlah begitu) kadang-kadang emang jadi malesin. Kenapa? karena masing-masing individu punya keterbatasan..we're human, rite? Dan kadang engga semua orang paham dengan hal itu. Di satu sisi kita mungkin ingin memperkaya diri dengan berbagai macam pemahaman, berbagai macam ilmu serta berbagai macam sudut pandang, tapi kalau si pemberi pesannya aja udah bikin kita nge-per atau mundur teratur, apa yang disampaikan pun mental aja gitu dari kepala kita at the end cuma bisa melongo+ngebatin "ni orang ngomong apa sik?".

Contohnya begini, gw yang emang belajar komunikasi engga mungkin nyekokin orang lain dengan berbagai macam teori komunikasi atau berbagai macam istilah-istilah komunikasi kepada orang awam. Begitu pun sebaliknya, gw juga engga selalu tau apa yang orang lain sampaikan dari latar belakang pendidikan selain yang gw pelajari saat ini. Gw pun punya keterbatasa itu, orang lain juga. Jadi, gimana cara kita biar sama-sama nyambung kalau ngobrol dengan apa pun media kita bertukar pikiran.

Pada umumnya orang-orang beranggapan bahwa komunikasi langsung akan lebih mudah bagi kita untuk bertukar pikiran, tapi jangan salah ketika seorang pemberi pesan memasukan berbagai macam istilah yang baku dan tidak semua orang mengerti pun bisa menjadi penghambat komunikasi kita dengan orang lain. Apalagi komunikasi tidak langsung yang saat ini cukup marak, entah berupa pesan singkat maupun social media. Kita sebagai pelaku jenis komunikasi semacam itu juga harus lebih jeli dalam memaknai setiap kata-kata yang disampaikan orang lain agar tidak terjadi kesalah pahaman makna.

Ada yang bilang bahwa ketika kita tidak mengerti ya bertanya saja, tapi sampai kapan kita akan terus bertanya dan bertanya, sampai orang yang kita tanya merasa bosan dan sebal dengan pertanyaan-pertanyaan kita? Atau ada lagi yang bilang "googling dong" lah kalau kita gaptek atau fasilitas kurang memadai, memakai paket internet yang tidak full service misalnya? Berbagai macam hambatan dalam berkomunikasi itu pasti ada cara meminimalisirnya yang kadang buat sebagian orang itu sulit dilakukan.

Gw pribadi, saking banyaknya hal yang gw engga tau, gw sampai bikin catatan kecil di handphone gw tentang kata-kata sulit itu jadi ketika orang lain mengatakan dan gw lupa, gw bisa lihat lagi catatan kecil gw itu. Itu salah satu contoh agar kita tidak terus-terusan bertanya.

Pernah suatu waktu gw protes (katakanlah seperti itu) kepada seseorang yang sering berkomunikasi dengan gw karena ia selalu menggunakan kata-kata baku baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing yang jarang sekali gw dengar. Iya, gw sebel memang karena ini orang kok engga ngerti posisi gw ya, kan gak semua yang dia tau gw juga tau. Gw sempet sedikit marah karena engga sekali ia seperti itu tapi sering. Alih-alih ia menurunkan level pembicaraannya, ia cuma bilang sama gw "gw tau kapasitas lw dalam menangkap hal-hal yang gw sampaikan oleh karena itu gw tetap menggunakan kata-kata yang selama ini gw pakai bukan dengan menurunkan level pembicaraan gw sama lw toh kalau lw engga ngerti lw bisa nanya sama gw", saat itu gw cuma bisa diam dan berpikir "ooooh..ternyata engga semua orang pintar itu menggunakan istilah yang tidak kita mengerti karena ingin menunjukkan siapa dirinya tapi juga membantu kita untuk lebih kaya akan berbagai macam pemahaman".

Itulah mengapa gw jadi suka buat catatan kecil di handphone gw karena otak gw pun ada kapasitasnya. Untuk orang lain mungkin bisa dicoba apa yang gw lakukan. Buat gw pribadi sih sebisa mungkin menghindari kata-kata yang engga lazim digunakan dalam keseharian, gw berusaha untuk mencari padanan kata yang gw rasa pas untuk memberi pemahaman terhadap apa yang gw maksud atau dengan langsung menjelaskan pada orang yang berinteraksi sama gw apa maksud pembicaraan gw karena gw pun orang yang ilmunya masih terbatas, kalau pun gw masuk ke dalam suatu permbicaaran ya karena gw hanya berbagi tentang apa yang pernah gw alami dan gw tahu.

Mungkin orang-orang di luar sana tidak bermaksud untuk mengecilkan tingkat pemahaman kita, mungkin juga mereka justru membantu kita untuk berpikir lebih luas tapi...setiap orang punya cara yang berbeda-beda, ya karena setiap manusia punya keunikannya masing-masing dalam segi menyampaikan suara pikiran mereka maupun suara hati mereka. Maka berbahagialah ketika ada orang yang mau berbagi dengan kita apa pun caranya, tinggal kita cari kesepahamannya saja dan saling mengerti satu sama lain.
Selamat berbagi ilmu seluas-luasnya, teman :)


NM

PS: thnx to @bundabaik buat idenya :D

Friday, September 21, 2012

"This is Me", Masa Sih?

Menjadi diri sendiri emang pilihan yang tepat bagi setiap orang, tapi kadang kita lupa bahwa kita hidup engga sendirian. Yaaaah, kalo kata anak-anak IPS sih kita mah makhluk sosial (bukan makhluk halus yeee..). Ada banyak sekali orang-orang yang akan berinteraksi dengan kita, mulai dari keluarga, teman, orang yang kita temui di jalan,yaaaa..siapa pun deh selama wujudnya manusia. Well, gak ada yang salah sih dengan menjadi diri sendiri selama gak ganggu orang lain. Nah, gak ganggu orang lain ini yang sifatnya abstrak, kadang kita sendiri gak ngerasa ganggu tapi belum tentu dengan persepsi orang lain, katakanlah orang lain gak nyaman sama sikap atau perkataan kita.

Kalau udah kaya gitu, kita yang kudu pinter-pinter baca situasi. Karena sejatinya, kalau kita berada disituasi yang nyaman, mo sampai kapan juga orang betah aja deket dan berinteraksi sama kita. Bukan bermaksud menjadikan diri kita pakai topeng atau kepalsuan karena kita menyesuaikan diri sama situasi dan lingkungan, gak kok maksud gw gak gitu karena kita bisa tetap jadi diri kita sendiri asaaaaal...gak ganggu orang lain dengan tingkah laku dan omongan kita yang bakal bikin orang lain bete.

Gimana cara kita supaya bisa beradaptasi sama lingkungan? Ada beberapa orang yang dengan mudah bilang sama kita "gw gak suka deh kalau lw...."  tapi itu akan terjadi kalau kita udah saling deket, sama sahabat atau temen nongkrong bareng misalnya. Tapi kan gak semua orang bisa ngomong to the point kaya gitu, kalau udah kaya gini kita-nya yang kudu aktif membaca situasi (seperti yang gw bilang diawal). Baca situasi bisa diartikan baca gerak-gerik atau bahasa tubuh orang yang kita ajak bicara. Kalau kondisinya di social media kaya twitter lebih absurd lagi karena bahasa tulisan gak semua orang bisa ngerti. Tapi gw yakin masing-masing orang punya cara sendiri buat ngungkapin rasa gak sukanya. Kalau udah kaya gitu masih mau jumpalitan gak keruan dengan alasan "ini kan diri gw apa adanya" duh kata-kata kaya gitu buat gw sih basi banget, terkesan defensif aja. Kenapa kita gak coba untuk introspeksi diri sama hal-hal apa yang bikin orang males atau bete sm kelakuan kita.

Belajar untuk memahami gak cuma orang lain ke kita tapi diri kita ke orang lain dan hal itu gak menghambat kita untuk tetap jadi diri sendiri kok, hanya sedikit membatasi alias tau diri aja sama apa yang kita lakukan. Kita berteman gak cuma buat sejam dua jam kan, tapi kita berteman untuk jangka waktu yang entah sampai kapan, kalau kelakuan kita aja udah bikin sebel satu atau dua orang, gak mustahil tiga orang bahkan rata-rata teman kita males untuk temenan lagi sama kita. Kalau kita merasa bahwa "yaudah berarti mereka gak cocok temenan sama kita, better gw cari temen lain aja"  mau sampai kapan kita punya pemikiran kaya gitu? Apakah dilingkungan yang baru situasinya akan lebih baik? Atau malah lebih buruk? Intinya, menjadi diri sendiri itu buka berarti semaunya kita, ada hal-hal yang mesti kita rubah untuk jadi lebih baik dan itu bukan alasan buat kita gak jadi diri sendiri.

Berteman dengan cara yang cerdas bikin kita disukai banyak orang, nambah teman, nambah networking, nambah ilmu juga loh. So, masih pengen bilang "ini gw apa adanya, mau terima sukur engga ya udah?"


NM

Friday, September 14, 2012

Saat Aku Merindumu

Saat rindu menerjang 
Kata tak dapat diungkapkan
Tangan tak dapat saling menggenggam
Bahu tak dapat saling merengkuh
Hanya bulir air mata yang dapat menyampaikan bahwa aku rindu

Kerinduan yang begitu dalam
Sampai membuat bulir-bulir air mata itu harus terjatuh
Entah mengapa, aku pun tidak tahu
Satu hal yang kutahu
Aku hanya bisa memendam rasa yang begitu dalam
Ya,rasa rinduku kepadamu

Mungkin kamu tidak tahu
Apa yang kurasa saat itu
Namun, disudut hatiku tersimpan begitu banyak rindu untukmu
Rindu yang begitu besar,begitu dalam hingga sulit ku ungkapkan

Tu me manques bien,Mon Cher


NM

Wednesday, September 12, 2012

Rintihan Lirih

Lelah dengan segalanya yang menghantam
Seakan membawa sekarung beban yang tidak dapat ditinggalkan
Hati ini menjerit perih
Tolong cabut rasa yang sudah mendalam
Teriris oleh sekeliling tangis
Terluka oleh sekian banyak duka

Semesta bisakah kau berikan jawabnya
Rengkuh diri ini dengan segala macam kekuatan
Topang diri ini dengan sebanyak mungkin kesabaran

Semesta mengapa semua ini terjadi
Tidak bisakah Kau hentikan saja semua
Ini bukan doa,ini hanyalah rintihan lirih jiwa yang lelah
Jiwa yang tak mampu lagi menampung semua tanya yang tak kunjung ada jawabnya

Semesta bantu kaki ini untuk berjalan walaupun pelan
Bisakah beri sedikit iba mu wahai semesta
Disini Aku mengiba
Pada kebesaranmu,Semesta Raya


NM


Friday, August 24, 2012

About Us

Saat kita merasa nyaman dengan seseorang, butuh waktu berapa lama untuk kita merasa bahwa orang tersebut bisa dijadikan seorang partner. Katakanlah pacar, simple but not easy to find someone who can be your partner even thought just like "pacar". Being single sebenernya engga "hina2" amat sih, cuma sering jadi bahan celaan orang-orang sekitar aja. Banyak yang beranggapan kalau jadi "Jomblo" yaaaaa semacam gak laku padahal mah gak gitu juga.

Okey, i'll share something about "nyaman" sejujurnya gw termasuk orang yang gampang nyaman sama orang lain sih meskipun baru kenal tapi ga semudah itu buat gw nyaman sama orang yang bisa gw sebut partner. Beberapa waktu belakangan emang lagi sering interaksi sama satu orang, awalnya sih karena satu twit gw yang terus disamber sama dia dan berakhir ke DM dan tukeran nomor WhatsApp. Sebelum kejadian itu sih kita emang udah saling kenal, saling follow dan sering juga berinteraksi tapi ya itu hanya via twitter.

Setelah tukeran nomor WhatsApp itu baru kita jadi semakin sering komunikasi. Bahkan diawal kita WhatsApp-an, ga ada jeda sama sekali obrolan ngalir aja. Dari mulai diskusi yang ngejelimet buat ukuran gw sampai obrolan santai.

Jujur gw merasa ada kenyamanan ketika berkomunikasi sama dia, enak aja dapet temen ngobrol yang bisa ngajarin gw banyak hal sekaligus jadi temen untuk bertukar pikiran, singkat namun berasa maknanya. Sampai beberapa waktu lalu kita berjanji untuk ketemu just me and him. Setelah saling ketemu, mungkin kita semakin merasa..hmmmm...apa ya, pengen mengenal satu sama lain lebih jauh and we decided to make a relationship,yeaaaah..dia sih ga spesifik nembak ala-ala abege gitu just a simple words, like "would you please to stay around" dan Voila! hari-hari gw sekarang diliputi rasa senang karena kelakuan dia yang cukup absurd, hmmm actually gw sih yang absurd but i feel complete, i don't know..we didn't expect something..just let it flow and we're happy :)

So, nyaman atau engga-nya kita sama seseorang bukan karena lama atau tidaknya kita kenal dengannya tapi seberapa mampu kita merasakan rasa yang ada dalam diri kita dan bukan dengan logika.


NM

Wednesday, August 15, 2012

Repacked Album from Super Junior "SPY"


Guys, kabar terbaru datang dari Super Junior. Setelah dirilisnya album keenam mereka yang berjudul “Sexy, Free & Single” boyband yang sangat digemari oleh para remaja pada umumnya ini kembali merilis album repacked mereka yang berjudul “SPY”.
Album repacked tersebut masih berisi lagu-lagu yang terdapat di dalam album “Sexy, Free & Single” namun ditambah empat lagu baru dari mereka yang berjudul SPY, Only U, Outsider, dan Haru.
“SPY” merupakan lagu urban dance, liriknya yang lucu menceritakan tentang seseorang yang mengejar gadis pujaannya, sementara musiknya menggabungkan nuansa musik dari film detektif James Bond 007.
“Only U” adalah lagu yang dikerjakan oleh Leetuk dan juga Donghae. Lagu ini merupakan wujud rasa syukur dan cinta dari para personel Super Junior kepada fans mereka.
Di track yang selanjutnya, Donghae kembali terlibat dalam pembuatan lagu yang berjudul “Haru”, bersama dengan salah satu member Urban Zakapa yaitu Kwon Soon il. Lagu ini menampilkan sisi musikalitas dari Donghae. Lagu terakhir dari album ini adalah “Outsider” musik hip hop, dance yang up beat merupakan tema dari lagu ini.
Kalau kalian penasaran dengan lagu baru dari Super Junior ini, lihat saja video klip dari lagu jagoan mereka yang berjudul “SPY”. So, check this one out, guys. (NM)



Monday, August 13, 2012

Gejolak Jiwa

Saat kaki berpijak, ada hati yang bergejolak
Karena hembusan ombak, membawanya sampai ke darat
Tak perlu ragu kalau ingin bersandar
Ikuti naluri yang berpijar

Hati ingin berhenti di sudut sepi yang abadi
Kaki ingin terus berjalan tanpa ingin menoleh kebelakang
Sepi, sunyi diiringi alunan sendu
Senyap, sirna ditiup hembusan rindu

Disanakah bersemayamnya jiwa yang pilu?
Yang termangu kala sang surya datang
Duduk terdiam mencerna kata
Yang sampai kini tak ada jawabnya


NM

Wednesday, July 18, 2012

Puisi Malam

Menapaki malam aku tertegun
Dalam gelapnya aku terisak
Inikah gejolak yang selama ini kurasa
Ada lapang dalam derita
Ada tangis dalam canda tawa

Apakah ini namanya cinta
Tak kuasa Aku menolaknya
Dan tak pula mampu melangkah

Berat kaki ini untuk berpijak
Bagai membawa beban dalam tiap langkah

NM

Friday, May 25, 2012

Sang Malam


Awalnya aku tidak tahu kamu siapa
Hanya teman pengisi malamku yang hampa
Tapi ternyata kamu seorang yang begitu istimewa
Dan ternyata kita adalah sejiwa

Lambat laun aku tahu sedikit tentang dirimu
Dari mulai hal besar sampai hal yang kecil
Dari hal yang kamu suka maupun tidak
Kamu sungguh unik juga menarik

Tapi mengapa kamu masih sendiri
Tidak adakah yang bisa mengisi relung itu
Tidak adakah yang bisa menjangkau sepimu
Aku sendiri tidak tahu, apa yang kurang dari dirimu

Banyak kelebihan yang kamu punya
Tapi seolah kamu simpan tanpa mau kamu tunjukkan
Wahai seorang disana
Tidak inginkah kamu berdua
Atau bersama orang yang kamu cinta


NM

Tuesday, May 22, 2012

Bicara Hati

Disaat rindu bergejolak
Mengapa kata tidak dapat terucap
Hanya jemari yang menari
Mengisahkan lara dihati

Laraku mungkin bukan urusanmu
Ini memang sepenuhnya tentangku..asaku
Tapi bisakah kamu sedikit mengerti
Tentang isi hati ini

Menjadi karang yang kokoh tak selamanya dapat berdiri tegak
Ada saat dimana karang itu dapat hancur
Diterjang atau dihempas sang waktu
Pernahkah kamu berpikir tentang itu?

Aku disini tetap berdiri
Menunggu sang waktu datang
Menghempas karang
Menjadi hancur tak berbekas
Kemudian sirna ditelan waktu


NM

Ketika Angin Berbicara

Jika Angin dan Air merupakan satu kesatuan
Mengapa mereka tidak dapat bersatu
Mengapa mereka memilih untuk berjalan masing-masing

Air selalu tenang di peraduannya
Walaupun sesaat dapat bergejolak tapi tak tentu datangnya

Angin selalu datang dan pergi tanpa tahu arah
Tapi selalu tepat menghembuskan impian dan harapan

Air dan Angin, dapatkah kalian saling mengisi
Mengisi Alam ini dengan suatu harmoni

Bisakah Angin berhenti sejenak mengikuti arah Air
Ataukah Air yang harus berjalan mengikuti ritme Angin
Entahlah..semuanya hanya rahasia Alam yang tak kunjung ada jawabannya...


NM

Angin dan Air

Setiap kata yang keluar dari mulutmu, bagiku adalah suatu harapan
Tetapi bagimu hanyalah suatu kiasan
Yang bahkan tidak pernah ingin kamu realisasikan

Mana yang kamu sebut cinta, sayang atau apapun tentang perasaan
Semua itu bagai angin yang datang perlahan..lalu menghilang

Iya angin, yang dapat datang kapan saja semaunya
Itulah diriku bagimu
Yang hanya datang disaat kamu butuh, kamu ingat atau saat sekelebat bayangku hadir dalam pikiranmu

Bagimu, aku tak lebih dari itu
Meski untukku, kamu adalah air yang selalu mengisi relung hampa yang selalu haus akan kata CINTA


NM

Tentang Cahaya

Memandangmu dalam gelap malam, seakan ada cahaya yang berpendar ke arahku
Namun hanya sekejap...lalu menghilang

Tidak bisakah hadirmu bertahan beberapa saat
Agar aku tidak dapat merasakan gelap gulita yang selama ini aku rasa

Sudah cukup gelap yang selama ini aku rasa
Aku hanya ingin secercah cahaya darimu
Tapi, kamu seolah enggan membagi cahaya kecilmu

Kamu seolah sirna ditelan kelamnya malam, yang selalu mencekam

Mudah bagimu untuk memberikan cahaya kecil itu
Begitu mudahnya sampai kamu tidak ingin membagi lebih dari itu

Sekelebat sinarmu hanya sebagai penerang sesaat
Tanpa ingin kamu bagi lebih lagi..dan lagi..


NM

Monday, May 14, 2012

Merci Dieu

Pernah kepikiran gak sih kalau segala kesulitan atau segala kesusahan yang kita rasain sekarang akan berbuah manis di suatu saat nanti, entah sebulan,dua bulan lagi, atau bahkan beberapa tahun ke depan??

Jujur, gw lagi merasakan saat-saat yg bisa dikatakan "manis" itu sekarang. Mungkin terlalu cepat sih kalau gw memutuskan saat ini adalah buah dari apa yang gw rasakan beberapa waktu yg lalu, tapi ya beginilah adanya.

Berawal dari lingkungan baru gw sekarang yang bisa dibilang orang-orangnya cukup menyenangkan, kegiatan gw yg semakin mengasyikan serta beberapa berita baik yang datang silih berganti. Gw merasa hal-hal seperti yang gw sebutin tadi itu merupakan buah dari rasa yang ga enak yang pernah gw alamin sebelumnya.

Well, buat gw enak atau engga apa yang gw rasain atau gw jalanin itu ya udah satu paket, yaitu satu paket hidup yang harus gw jalanin. Tapi seengganya hal-hal tersebut bisa jadi penyeimbang disaat gw jatuh, terpuruk, merasakan ketidak nyamanan atau kepahitan at the end gw selalu mikir di depan sana ada jalan yang enak, yang kalau gw berhenti di posisi tidak nyaman gw, pada akhirnya gw akan semakin lama untuk berkubang di dalam ketidak enakan dan ketidak nyamanan. So, berjalan terus adalah pilihan yang paling tepat karena akan semakin dekat dengan hasil yang "mungkin" lebih baik dari pada sebelumnya.


NM

Eeeer... -___-"

"Anjrit" cuma satu kata itu yang keluar tiap kali bayangan tatapan mata dan senyum tipismu melintas dipikiranku, entah mengapa aku tidak dapat mengalihkan pikiranku dr hal itu.Well, aku tidak secara sengaja menghadirkanmu disetiap waktuku.No, bukan itu..tetapi entah mengapa tatapan mata dan senyuman khas kamu itu selalu mengganggu hari-hariku.

Segala upaya telah aku lakukan untuk menghilangkan bayanganmu dari pikiranku bahkan dari benakku, tapiiiii..yang terjadi justru sebaliknya, bayang-bayang senyum "maut-mu" itu justru semakin jelas dan nyata, meskipun kamu entah berada di belahan bumi bagian mana, saat ini.

"Aaaaaaaaargghh..!!!" andaikan aku dapat berteriak di depanmu saat ini, ingin aku berteriak sekencang-kencangnya dan berkata "Kamu tau ga sih kalo tatapan mata dan senyuman kamu itu...aaah..sudahlaaah" daripada terlalu banyak berkata, lebih baik aku lumat saja bibirmu... dan setelahnya aku berkata "Kamu tau ga sih kalo bibir kamu ini penyebab aku benci sama senyum kamu yg selalu menghantuiku dan satu lagi, tatapan matamu itu...seolah-olah mengikutiku"

Aaaaaah..udah-udah..jadi ga jelas gini kan... --"



NM

Friday, May 11, 2012

L'Arc-en-Ciel ~ World Tour 2012 @ Jakarta


Belakangan ini banyak sekali konser yang digelar di Indonesia, salah satunya  band rock asal Jepang, yaitu L’Arc-en-Ciel atau biasa dikenal dengan Laruku. Penantian panjang para penggemar L’Arc-en-Ciel akhirnya terbayar pada konser yang digelar Rabu (2/5/12).

Dibuka dengan pemutaran video yang menampilkan Hyde dalam bentuk robot di dua layar LED besar di sisi kanan dan kiri panggung serta satu LED yang memenuhi latar panggung. Video tersebut sebagai intro untuk menyambut para personil  naik ke atas panggung.

Usai video tersebut munculah sang vokalis Hyde bersama dengan Tetsuya (Bass) Ken (Gitar) serta Yukihiro (Drum) yang menghentak dengan lagu pertama Ibara no Namida, penonton pun ikut bernyanyi dan berjingkrak bahkan ada yang histeris meneriakan nama masing-masing personel. Kemudian disusul dengan lagu hits mereka yang lain seperti Chase, Good Luck My Way yang semakin memanaskan suasana konser malam itu.

Dipertengahan konser Hyde pun menyapa dengan bahasa Indonesia, “Halo Jakarta. Kami L’arc-en-Ciel. Kamu senang bertemu aku? Aku juga”. Lalu konser dilanjutkan dengan lagu Honey, Drink it Down dan Revelation, penonton pun kembali berjingkrak dan bernyanyi mengikuti irama musik yang upbeat.

Saat Hitomi no Jyuunin dan Forbidden Lover dinyanyikan, penonton larut dalam suasana haru bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata, begitu pun juga sang vokalis Hyde.

Suasana kembali ceria tatkala Ken, membacakan kisah perjalanannya ke Kota Tua serta membeli kado untuk Hyde di Pasaraya “Mantap! Mantap!” teriak Ken disela-sela ceritanya. Saat Ken tengah asik bercerita, Hyde pun sibuk membuka kado berupa wayang, miniatur gamelan, ganjelan pintu serta suling bambu. Ia pun didaulat ken untuk memainkan suling tersebut, karena Hyde tidak dapat memainkannya tawa penonton pun membahana melihat ulah kedua personil tersebut.

Keusilan personil lainnya adalah celotehan Tetsuya yakni “Halo, gua Suju dari Korea,opppss” yang disambut dengan tawa dari penonton. Lalu konser pun dilanjutkan dengan lagu Seventh Heaven, Drivers High, Stay Away, hingga Ready Steady Go, aksi panggung yang atraktif serta didukung tata visual panggung yang berkualitas dan berbeda di setiap lagunya, membuat penonton pun berdecak kagum.

Setelah lagu Ready Steady Go berakhir, tiba-tiba para personel Laruku meninggalkan panggung selama beberapa menit, sampai akhirnya penonton meneriakan “encore, encore,encore” berulang-ulang. Lima sampai sepuluh menit pun berlalu, ternyata dari layar LED muncul reff dari lagu Anata, penonton bersorak dan menyanyi bersama sambil berharap para personel Laruku akan muncul kembali. Tidak lama para personil pun bermunculan di panggung. Baru tiga bait lagu Anata dinyanyikan, tidak terasa gerimis mengguyur Lapangan D-Senayan, tempat diselenggarakannya konser. Turunnya gerimis hanya saat Anata dinyanyikan menjadi suatu momen yang paling tidak bisa dilupakan oleh para penonton saat itu.

Konser pun berlanjut dengan dibawakannya tiga lagu terakhir  yakni The Fourth Avenue Café, Link serta Niji. Sebelum Niji dinyanyikan, Hyde sempat menyapa para penonton dan mengucapkan rasa terima kasihnya "Terima kasih,Kamu senang?Aku juga. Kami datang ke Indonesia lagi. Terima kasih. Ini lagu terakhir," jelas Hyde dan 'Niji' pun dimainkan.

Di akhir konser para personel sibuk berpamitan dengan para penonton, terutama Tetsuya yang sibuk membagi-bagikan pisang dan permen serta bermain dengan pistol air mainannya.

Konser malam hari itu merupakan konser yang sangat spektakuler dan tidak dapat dilupakan oleh para Cielers (sebutan untuk para penggemar Laruku), dua jam terasa begitu cepat namun senyum puas terpancar dari para penonton. Penantian panjang untuk menonton idola mereka terbayarkan sudah. "Semoga L’Arc-en-Ciel dapat menggelar konser kembali dan lebih spektakuler di tahun-tahun mendatang" kenang para penggemarnya.

sept/cinq/deux mille douze : NM




Suasana saat akan memasuki Gate Konser Laruku


Tata cahaya dan visual yang spektakuler

Performance L'Arc-en-Ciel

Hyde - Vokal 

Tetsuya -Bass

Ken - Gitar

Yukihiro - Drum

Monday, April 23, 2012

Monsieur Vendredi


Tersimpan setumpuk pertanyaan di dalam benak ini, yang tak kunjung aku tanyakan kepada dia yang berhak menjawab segala pertanyaan, gundah, serta berbagai macam kebimbangan dan kebingunan.

Aku tidak akan dan tidak ingin memberondong kamu dengan pertanyaan retorika, atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban-jawaban sulit atau bahkan pertanyaan yang jawabannya mengenai kepastian atau ketidak pastian,bukan itu yang ingin kutanyakan. Aku hanya ingin bertanya "Mengapa kamu seolah menghilang?" ada apakah disana seolah aku membuat suatu kesalahan yang membuat kamu berjalan mundur dan menjauh.

Tahukah kamu, sebulan yang lalu aku dihantui rasa bimbang dan ragu tentang menghilangnya kamu. Oke, mungkin kamu memang tidak menghilang, tetap ada disana di tempat kamu berpijak. Tetapi seolah kamu menghilang dari hari-hari yang pernah membuat aku tersenyum simpul, tertawa kecil bahkan sampai tertawa terbahak-bahak saat mendapat pesan-pesan singkat atau sekedar mendengar suara kamu saat kita berdiskusi tentang segala hal.

Iya, aku kehilangan semua moment itu. Waktu berkenalan kita memang cukup singkat, sangat singkat bahkan tetapi entahlah aku sudah merasa nyaman, kamu pun pernah mengungkapkan hal itu kepada aku. Tetapi semua seakan berubah. Aku sadar aku memang bukan siapa-siapa dan tidak tahu kamu seperti apa, mungkin aku belum mengenal kamu dengan baik dan terbawa oleh dalamnya jurang perasaan aku sendiri. Ya aku jatuh, jatuh ke dalam jurang yang  sangat dalam tanpa tahu cara untuk mendaki ke atas lagi. Tidak, aku tidak mati di dalam sana, saat ini aku sedang mencoba untuk mendaki ke atas agar aku dapat terus berjalan lagi.

NM

Sunday, April 01, 2012

Belajar Dewasa

Hidup memang tidak semudah apa yang kita rencanakan
Tidak semudah pula apa yang kita bayangkan dan kita harapkan
Dalam hidup ada suatu perjalanan dan juga ada proses yang berperan
Buat sebagian orang, perjalanan dan proses menuju apa yang direncanakan dan diharapkan, tidaklah selalu mulus,tidak juga selalu enak
Akan ada banyak rintangan pada saat proses itu terjadi
Bahkan bisa dibilang, suatu proses tanpa adanya rintangan dan hambatan tidaklah terasa berarti, karena justru proses tersebut inti dari suatu pencapaian
Resapi setiap prosesnya, senang, sedih, marah, bahkan kecewa tetapi yakinlah kita akan mengerti betapa dewasanya diri kita setelah proses tersebut sudah bisa dilewati.


NM

Wednesday, February 22, 2012

Sunday Morning ~ CarFreeDay Buah Batu

Tidak terasa liburan kuliah sudah berakhir dan saat ini rutinitas sudah mulai kembali normal, kuliah, kuliah, dan kuliah. Namun, bukan keluh kesah mengenai kuliah semester ini yang akan saya ceritakan di sini. Saya akan menceritakan mengenai serunya acara Car Free Day di daerah Buah Batu, Bandung.

Car free day, seperti yang kita tahu merupakan kegiatan yang berlangsung setiap hari minggu di Bandung, tidak hanya Bandung saja beberapa kota besar lain juga, tiap minggu-nya diselenggarakan car free day. Di kota Bandung sendiri, car free day  berlangsung di beberapa titik seperti di daerah dago, di dekat mall BIP, dan juga di Buah Batu. Pada hari minggu 19 Februari 2012, saya berkesempatan untuk merasakan suasana car free day  di Buah Batu. Suasana saat itu cukup ramai pejalan kaki, pengendara sepeda maupun adik-adik kecil yang dengan lincahnya bermain dan berlari dengan teman-teman maupun keluarga mereka.

Satu hal yang membuat saya tertarik untuk datang ke car free day  hari itu karena kawan-kawan yang biasa berkumpul di Sunday Afternoon - Dago Tea House, menyelenggarakan acara musik di car free day tersebut. Masih mengusung format acara dan tema yang sama yaitu "Road to The Beatles for Lupus"  - Sunday Morning at Car Free Day Buah Batu, saya dan para pengunjung car free day hari itu dimanjakan dengan alunan lagu-lagu dari grup musik The Beatles, Queen, serta beberapa lagu Top 40 yang dibawakan oleh Grup musik Sunda Bitel, Shake & Bape, Rheza & Tyo. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 - 10.00 WIB itu pun cukup meriah meskipun cuaca pada hari itu cukup mendung, namun tidak menyurutkan semangat para pengunjung untuk datang. Mulai dari para pengendara sepeda dan juga pejalan kaki yang sedang melintas di seputar car free day  tersebut serta beberapa kawan-kawan yang setia mengunjungi Sunday Afternoon - Dago Tea House berbaur menjadi satu mengelilingi para pengisi acara. Tidak sedikit juga para pengunjung yang me-request beberapa lagu untuk dinyanyikan. Mengalunnya tembang-tembang nostalgia pada hari itu seakan membawa pengunjung kembali ke masa lalu di saat band-band seperti The Beatles  dan juga Queen masih berjaya, pengunjung pun tak segan-segan itu berdendang mengikuti alunan musik yang dibawakan. Waktu selama dua jam pun terasa singkat, tibalah saatnya acara serta car free day berakhir, namun kebersamaan itu tidak akan berakhir begitu saja bagi para penikmat setia dan juga pengunjung yang memadati acara pada hati itu. Buat saya pribadi, selaku penikmat musik dan penikmat acara tersebut, keberadaan saya hari itu merupakan pengobat rindu serta saat dimana saya menemukan keluarga baru yang kebetulan mempunyai selera musik yang sama, semoga apa yang saya rasakan ini bisa dinikmati oleh kawan-kawan di luar sana yang mempunyai kegemaran yang sama. So, come and join with us next week.









PS : Photo taken by Me
       Thanks Om Sam, untuk petanya

Sunday, January 22, 2012

Sunday Afternoon ~ Dago Tea House (part II)

Hari minggu ini, seperti biasa saya datang ke Sunday Afternoon ~ Dago Tea House. Semenjak beberapa minggu lalu, saya mulai rutin datang ke acara ini, bernostalgia dengan lagu-lagu lawas yang dibawakan oleh band Sunda Bitel, Shake and Bape serta Rheza. Namun, tidak seperti biasanya hari ini saya datang selepas magrib karena siang ini saya terlelap setelah ikut car free day di pagi harinya.

Sebelum saya datang ke Sunday afternoon, saya sempat berpikir "saya datang atau tidak ya hari ini?" saya takut ketika saya datang kawan-kawan sudah pulang karena acara telah selesai. Ternyata, sesampainya di Dago Tea House acara justru sedang meriah karena ada serombongan orang dari Jakarta yang sedang menyaksikan Sunday Afternoon. Betapa terkejutnya saya karena penonton lebih banyak dari sebelumnya bahkan ada salah satu penonton dari Jakarta itu yang menyumbangkan beberapa buah lagu dan pilihan saya untuk datang hari ini memang tidak salah.
Setelah membawakan beberapa lagu, penonton yang bernama Renata ini pun pulang bersama rombongannya itu. Lalu tinggalah personil Sunda Bitel, Rheza dan beberapa penikmat setianya yang masih berada di Dago Tea House sampai adzan isya menjelang. Namun sayang, pada acara hari ini Shake and Bape berhalangan hadir karena ada keperluan pribadi.
Sepeninggal rombongan dari Jakarta tadi, beberapa kawan sempat ikut menyumbang suara dan tibalah saya yang didaulat untuk bernyanyi. Sudah beberapa kali saya diminta ikut berpartisipasi namun selalu saya tolak dengan alasan "suara saya tidak bagus" entah kenapa hari ini saya memberanikan diri untuk ikut bernyanyi, padahal saya tidak pernah berani untuk bernyanyi di depan orang yang belum lama saya kenal. Dengan bermodal suara pas-pasan saya pun menyanyikan sebuah lagu dari Richard Marx-Now and forever. Gemetar, malu, takut salah, itulah yang saya rasakan ketika bernyanyi. Setelah selesai bernyanyi, ternyata penampilan saya mendapatkan respon positif dari kawan-kawan yang notabene sudah mempunyai jam terbang lebih dahulu dari saya. Mereka memberikan semangat dan spirit yang membuat saya semakin ingin bernyanyi dan berlatih, memang bukan untuk menjadi seorang penyanyi profesional, tetapi untuk menghargai apresiasi yang diberikan kawan-kawan terhadap saya. Mereka memberikan respon yang diluar dugaan saya dan mulai hari ini saya berpikir dan merasa bahwa mereka merupakan keluarga baru saya disini.

Saya merupakan orang baru dilingkungan ini, dikomunitas ini, tetapi mereka menganggap saya seperti seorang kerabat lama yang baru saja datang dan baru saja bergabung lagi. Tidaklah mudah mencari atau mendapatkan kawan-kawan yang dapat menerima kita apa adanya dan hal itu saya dapatkan dari Sunday Afternoon ini. Sebagai seorang perantau, kawan baru dan (mungkin) keluarga baru sangat dibutuhkan untuk (mungkin) menggantikan keluarga yang jauh disana. Saya bersyukur mengenal mereka dan bersyukur karena dapat dekat dengan mereka.
Bertemu mereka setiap minggunya merupakan hal yang saya nantikan, itulah alasan saya untuk tetap hadir hari ini meskipun acara sudah separuh jalan.

Akan ada minggu-minggu selanjutnya dimana saya akan selalu datang untuk Sunday Afternoon ini, dimana saya akan bertemu keluarga saya setiap minggunya.

Oh iya, minggu depan kemungkinan Sunday Afternoon akan libur karena pagi harinya akan memeriahkan Car Free Day di Buah Batu, jadi bagi kawan-kawan penikmat tembang-tembang lawas dipersilahkan hadir di acara car free day minggu depan di buah batu.

Come and join with us next week :)

Saturday, January 21, 2012

I miss Kiddo :'(

I thought i miss my Kiddo :')
Kiddo nama salah satu kucing saya dikosan. Salah satu kucing yang saya "pungut".

Saat itu saya lagi dikelas, di saat saya dan teman-teman saya serius mendengarkan dosen saya menjelasan materi, perhatian saya terusik karena suara kucing kecil yang mengeong saat itu. Sayup-sayup saya dengarkan suaranya, membuat perhatian saya pada materi saat itu terusik. Isi kepala saya sudah tidak memikirkan tentang materi yang disampaikan oleh dosen, isi kepala saya sudah penuh dengan pikiran "dimana suara kucing itu?" "apa yang dia lakukan di kampus ini?" "apakah dia tersesat dan mencari ibunya?" dan semua hal tentangnya.

Syukurlah saat itu jam pelajaran sudah hampir selesai. Saat saya keluar kelas, saya tidak menemukan kucing itu, padahal ketika saya di kelas, saya yakin suaranya tidak begitu jauh dari saya. Namun, tak lama kemudian saya mengetahui dari mana asal suara kucing itu dan dia pun menghampiri saya.

Seekor kucing berusia sekitar satu bulan dan ya dia tersesat. Saya berusaha memberikan kehangatan, saya peluk dan saya bawa kucing itu ke tempat kos yang tidak jauh dari kampus saya berada. Dia pun sejenak terlelap di dalam tas saya. Saya ingat betul malam itu. Malam dimana saya bertambah usia, malam dimana saya merasa sendiri di usia saya sekarang dan Tuhan memberikan kado terindah kepada saya. Saat itu saya memang sudah mempunyai seekor kucing bernama Timmy, tapi entah kenapa hati saya berkata dan saya tergerak untuk memelihara Kiddo, ya saya beri nama kucing itu Kiddo, entah mengapa kata itu melintas begitu saya dalam pikiran saya.

Saya sempat terpikir untuk membawa Kiddo ke Jakarta, ke tempat dimana saya tinggal bersama orang tua saya. Namun, sebelum hal itu terjadi bapak pemilik kos saya meminta untuk memelihara Kiddo dan ternyata tidak berlangsung lama. Beberapa minggu lalu Kiddo dibiarkan tidur di luar, mereka bilang Kiddo tidak betah berada di rumahnya namun saya yakin mereka sudah tidak sanggup untuk mengurusnya. Jujur saat itu saya sangat marah, mengapa mereka menyanggupi untuk memelihara kalau mereka ternyata tidak sanggup, saya sedih, saya marah. Lalu kembalilah Kiddo ke kamar kos saya, meskipun saat malam saya suka membiarkan Kiddo bermain dengan Timmy di luar karena Kiddo sangat aktif sekali dan memang membutuhkan tempat yang luas untuk dia bermain. Sesekali saya menge-cek keberadaannya di luar, sesekali dia makan ketika saya ke luar pada malam hari untuk sekedar ke kamar kecil atau pada saat Kiddo ingin masuk dan meminta makan.

Namun, kemarin malam ketika saya membiarkan Kiddo bermain dengan Timmy dan seekor kucing bernama Blitzer (seekor kucing liar yang pada awalnya hanya meminta makan di depan kamar kos saya dan belakangan sering datang ke kamar saya) pada saat subuh saya tidak menemukan Kiddo, biasanya saat saya membuka pintu Kiddo akan berlari paling kencang dibanding kedua kucing lainnya. Tapi subuh itu, saya hanya menemukan Blitzer dan Timmy, saya pikir Kiddo masih tidur di tempat dia biasa tidur di luar. Perasaan saya masih biasa saja pada saat itu, ketika pagi menjelang saya masih belum menemukan Kiddo begitu pun tempat dimana dia biasa tidur, saya tetap tidak bisa menemukannya. Saya pikir Kiddo hanya bermain di sekitar rumah kos saya, karena dulu Kiddo pernah bermain di luar kos saya dan pulang pada malam hari pada saat waktu makan tiba. Tetapi sampai malam menjelang dan sampai saat ini saya tidak menemukannya, tidak juga pada saat saya membuka pintu. Saya sangat merindukan kenakalan Kiddo, kucing kecil yang bisa membuat saya marah, sedih, dan tertawa karena ulahnya yang lucu dan suka sekali membuat kamar saya berantakan. Jujur saya sangat kehilangan, mungkin bagi sebagian orang apalah arti seekor kucing kecil yang bahkan bukan dari ras unggulan tapi bagi saya, saat ini saya sangat amat kehilangan. Saya khawatir dengan keadaannya, bagaimana kalau dia bertemu orang yang jahat, bagaimana kalau dia tidak menemukan makanan, bagaimana kalau dia terlindas mobil atau motor, semua hal itu berputar di kepala saya, dan sampai saat ini saya tidak dapat berhenti menangis apabila mengingatnya. Kiddo memang bukan manusia tapi kehilangannya melebihi kehilangan saya terhadap seseorang. Ya, saya menangis sepanjang malam ketika memikirkannya. Mungkin saat ini Kiddo berada di tempat yang hangat dan diambil oleh orang yang juga berhati baik dan bisa menjaganya, mungkin. Saya hanya berharap demikian. I really miss my Kiddo, so much :__(

Kiddo i miss you, wherever you here please come back :(

So this is my Kiddo


Kiddo when sleeping

Kiddo when eating

Timmy and Kiddo eat together

Me and My Kiddo :')



Thursday, January 12, 2012

Senang dan Bersyukur

Baru aja kasih laporan ke Ibu sm Bapak nilai semester ini, semoga beliau senang. Memang nilainya jauh dari sempurna, tapi itulah hasil kerja keras selama satu semester ini.

Sebenarnya, gue pribadi bukan orang yang terpaku dengan nilai. Buat gue, nilai itu bisa dibilang "bonus" dari pemahaman gue dikelas, tapi buat orang-orang pada umunya, nilai atau hasil dari belajar tersebut merupakan salah satu tolak ukur, apakah kita memahami dengan baik materi dikelas.

Sebagus apapun nilai yang diraih "mungkin" belum tentu merepresentasikan pemahaman seseorang. Tapi apapun hasilnya, nilai itu bentuk apresiasi seorang pengajar terhadap peserta didiknya. Harapan gue dan orang-orang diluar sana mungkin sama "semoga hasil/nilai dan pemahaman kita akan suatu materi berbanding lurus, agar tidak mengecewakan dan dapat berguna dikemudian hari".

Tanpa bermaksud menggurui "Tetaplah mengutamakan pemahaman dan raihlah hasil yang membanggakan dan juga memuaskan diakhir proses belajar". Tetap semangat belajar teman-teman *smile*.

Sunday, January 08, 2012

Sunday Afternoon ~ Dago Tea House

Akhirnya hari ini berhasil intip kegiatan Sunday Afternoon di Dago Tea House Bandung. Acara yang bertajuk "Road To The Beatles for Lupus May 2012 - Sunday Afternoon @Dago Tea House" merupakan acara nge-jam santai para penikmat The Beatles, tapi lagu-lagu yang dibawain engga hanya sekedar lagu dari The Beatles, ada beberapa lagu-lagu lawas lainnya yang dibawakan oleh band Sunda Bitel, Shake and Bape, dan juga Rheza. Dengan mengusung format akustik yang mereka bawakan, menjadikan acara ini terkesan santai tanpa ada jarak antara penonton dan pemain band. Siapa pun bisa ikut serta, entah hanya sekedar menikmati alunan musik yang mereka bawakan atau ikut menyumbangkan suara dan bernyanyi diiringi para pemain musiknya.

Keakraban yang terjalin antara penonton dan pemain musik inilah yang menjadikan suasana pelataran parkir Dago Tea House menjadi hangat dan nyaman, serta ditemani semilir angin dari sekeliling tempat acara, semakin menambah suasana santai pada hari minggu sore ini.

Tetapi sayang, karena acara ini telah vakum selama dua bulan, hari ini belum banyak rekan-rekan yang mengetahuinya, sehingga banyak yang tidak datang. Vakumnya acara ini disebabkan kesibukan dari masing-masing personel band dan juga faktor cuaca yang mempengaruhinya. Beberapa bulan belakangan ini, Bandung memang sering diguyur hujan dan itu menyebabkan vakumnya acara Sunday Afternoon ini.

Semoga pada hari minggu berikutnya cuaca Bandung semakin lebih bersahabat lagi, agar tetap terselenggaranya acara Sunday Afternoon dan dapat mengobati kerinduan serta bernostalgia dengan lagu-lagu lawas bagi para penggemarnya. Buat rekan-rekan yang tertarik dengan acara ini, silahkan datang ke pelataran parkir Dago Tea House-Bandung, acara ini tidak dipungut bayaran alias gratis. So, come and join with us every Sunday Afternoon at Dago Tea House, Bandung :)

*Di bawah ini beberapa photo pada saat acara berlangsung. Enjoy :)



















*Photo taken By Kang Boedhy Onoz
*Thanks's To Kang Ishak buat infonya mengenai acara ini

Saturday, January 07, 2012

Joe Dassin - Les Champs Élysées

Dulu waktu Echo1 sempet nyanyi lagu ini di kelas sm Mme Habibah ;D
Kalau nyanyi lagu ini bukan hanya inget temen2 les dulu tp jd semakin pny mimpi buat menjejakan kaki di Champs Élysées. Aaaah, andai mimpi gue itu bisa jadi kenyataan XD

Judul      : Les Champs Élysées
Penyanyi :  Joe Dassin




Joe Dassin
Les Champs-Élysées


Je m'baladais sur l'avenue
Le coeur ouvert à l'inconnu
J'avais envie de dire bonjour
À n'importe qui
N'importe qui ce fut toi
Je t'ai dit n'importe quoi
Il suffisait de te parler
Pour t'apprivoiser

Aux Champs-Élysées
Aux Champs-Élysées
Au soleil, sous la pluie
À midi ou à minuit
Il y a tout ce que vous voulez
Aux Champs-Élysées

Tu m'as dit "J'ai rendez-vous
Dans un sous-sol avec des fous
Qui vivent la guitare à la main
Du soir au matin"
Alors je t'ai accompagnée
On a chanté, on a dansé
Et l'on n'a même pas pensé
À s'embrasser

Aux Champs-Élysées
Aux Champs-Élysées
Au soleil, sous la pluie
À midi ou à minuit
Il y a tout ce que vous voulez
Aux Champs-Élysées

Hier soir deux inconnus
Et ce matin sur l'avenue
Deux amoureux tout étourdis
Par la longue nuit
Et de l'Étoile à la Concorde
Un orchestre à mille cordes
Tous les oiseaux du point du jour
Chantent l'amour

Aux Champs-Élysées
Aux Champs-Élysées
Au soleil, sous la pluie
À midi ou à minuit
Il y a tout ce que vous voulez
Aux Champs-Élysées



Kpn CCF-an lg ya? ;D

Setahun yang lalu, tepatnya tanggal 31 Januari 2011. Hari yang ga bakal gue lupain sampe sekarang.
Hari itu pertama kalinya gue kenalan sm bahasa Perancis. Hari pertama yang menegangkan sih sebenarnya, karena pas hari pertama aja udah dicekokin bahasa Perancis yang menurut gue ngejelimet udah gitu ribet, belum lagi hapalannya banyak banget, cara bacanya yang random. Mungkin karena kelas yang gue ambil saat itu kelas intensif.

Pertama kalinya ritme hidup gue kaya jaman sekolah lagi, pergi pagi buat kursus dan selesai kursus jam 12 siang, biasanya gue engga langsung pulang, biasa ngebahas tugas atau sekedar nongkrong-nongkrong di sekitar CCF, Salemba, UI, atau cuma sekedar duduk manis di perpustakaannya yang nyaman.

Hari-hari pertama sempet sedikit takut buat izin keluar kelas kalau selama jam pelajaran. Karena kita diwajibkan untuk bicara bahasa Perancis meskipun cuma izin ke kamar kecil. Inget banget dulu Madame/Professeur-nya selalu ngomong gini "en Francais s'il vous plait" itu kalau kita ngomong pake bahasa selain bahasa Perancis. Bisa bungkam seribu bahasa gue kalau udah digituin.
Tapi lama-lama jadi kebiasaan, karena kurikulum intensif emang beda sih sama ekstensif(setau gue).

Waktu awal pertemuan kelas gue itu berjumlah sekitar 30 orang, karena terlalu banyak jadi dibagi dua kelas.
Kelas gue yang udah terbagi itu berjumlah 16 orang, yaitu :
- Debbra Natasia : Debbra ini temen pertama gue di CCF, dulu pernah kursus ekstensif di CCF tp sempet postponed. Calon Sarjana Hukum ini mirip-mirip sama gue lah "Strong outside but fragile inside" ;D
- Velicia Wijaya : Veli ini bisa dibilang Rapunzel-nya "Salle 7" dan sekarang udah terbang ke Paris buat sekolah Patisserie disana.
- Ratu Maulidia Faizaty : Lulusan DE yang entah kenapa terdampar di CCF dengan alasan iseng, sama kaya gue. Awalnya kenal Ratu krn arah rmh kita itu sm, jd suka pulang bareng.
- Ine Endaliani : Kalo Ine ini orang kedua yg gue kenal di CCF, alasan dia jg mirip-mirip deh sm gue "iseng" XD
-Inda Endaliani : Inda ini adeknya Ine, kemana-mana berdua kaya anak kembar pdhl kakak adek XD dan pas pertengahan Echo1 gue br tau kalau Inda ini finalis Putri Indonesia 2010 ;D
Evelyn : Evelyn ini diem-diem tapi pinter bahasa Perancis-nya, kalau abis ujian tau-tau nilainya susul-susulan sm Ratu.
- Jessy : Suka banget ngeliat gaya Jessy yg terlihat santai tp keren dan suka banget sm gaya hidup sehatnya :D
- Nadia Citrakirana : Nanad itu kalau ngomong halus banget, udah gitu orangnya sopan banget dan imut-imut. Sekarang Nanad udah terbang ke Toronto :(
- Rischa Maya Oktavia : Kalau Rischa udah jalan berduaan sm Nanad itu pas banget, sama-sama mungil soalnya :)
- Endang Mayasari : uni dari Sumatera Barat dan pernah kerja di Pekanbaru sering banget diacak-acak apartemennya yg g jauh dr CCF sm gue dan tmn2 yg laen, dan dia jg sering banget ditebengin mobilnya.hihihi.
- Monica Mira Sari : Mira ini cuma ikut Echo1 aja karena dia terbentur sm skripsinya.
- Fahuri Wherlian : Bapak yg udah punya tiga orang putra dan putri ini babeh2 enerjik, hobinya mancing. Merantau dr Lampung ke Jakarta buat kursus CCF karena mau ambil double degree S2-nya di Montpellier, y kalau skrg sih beliau udh nyicipin Perancis dan bbrp kota di Eropa dan hobi banget bikin gue ngiri sm photo2nya.
- Rama Zakaria : Bapak satu putri ini BFFnya bang Fahuri, sm2 dr Lampung dan skrg lg mengadu nasib untuk dpt gelar master keduanya di Montpellier. Kalau bang Rama sih ga terlalu hobi bikin gw ngiri, dia mah gerakan bawah tanah lah tp ttp bikin gue ngiri.
- Stephen Leodi Putra : Ini orang satu jg udh terbang ke Swiss, Stephen ini jg diem-diem jago bahasa Perancis suka banget ngobrol-ngobrol sm Adi kalau lg dikelas, entah apa yg mereka bicarain XD
- Ernadi : Adi ini easy going lah orgnya, santai tp pasti. Tp g tau pst mau nikah kpn sm cewenya yg ank UI *eh XD
- Guillem Martinez Pujol : Mas2 asal Spanyol ini jurnalis muda yg hobi naek ojek. Meskipun Guillem jarang masuk tp sekalinya masuk kelas diem aja begitu ditanya bisa jawab. Ujian jg gt. Hedeeeh XD
- Herman Sigit : Bapak dosen ini sekelas sm kita pas pertengahan Echo2, denger2 sih mau ngelanjutin Doktor di Perancis :O

Kangen banget sama kebersamaan dikelas sm mereka semua. Meskipun kita cuma bareng-bareng kurang dari setengah tahun tapi bener-bener berkesan. Sayang kebersamaannya cuma sampai Echo2, meskipun bbrp dr kami melanjutkan sampai Echo3 dan ada yang sampai ALter-Ego4 (yaitu Ratu) tp kebersamaan selama Echo1 & Echo2 itu engga tergantikan.

Gue sendiri engga tau kapan bisa sm2 mereka lagi, bnyk yg udah merantau ke belahan dunia lain. Kadang gue berpikir, kapan giliran gue ya. Pengen banget tinggal dan belajar di negara orang.
Pengen tahu kehidupan dan kebudayaan disana seperti apa.

Karena CCF lah bikin gue semangat buat belajar, buat ngelanjutin ke sekolah yg lbh baik. Karena pengen ngerasain dapet beasiswa ke Perancis itu kaya gmn, meskipun kalau memang ada kesempatan untuk belajar disana gue harus ngulang belajar bahasa Perancis lg. Tp emang bnr2 bikin kangen belajar bahasa Perancis.

Aaaaah, andaikan kejadian setahun yang lalu dapat gue ulang.

Kangen semua teman2 CCF, baik yg sekelas sm gue maupun dikelas yg lain, kangen suasananya, kangen Professeur-nya, kangen staffnya, kangen segala hal yg gue lewatin disana.
Semoga gue pny kesempatan yg sm spt th kmrn lg :)












*Photo2 narsis dg muka2 pusing abis kursus atau abis ujian XD


Wednesday, January 04, 2012

Bad Meets Evil feat Bruno Mars ~ Lighters

Hiyaaah..ni lagu keren banget #IMO apalagi ada Eminem hihihi...
Ga cm itu aja sih, buat gue ini lagu bikin semangat.
Enjoy ya, semoga makna lagu ini berhasil diserap buat yg denger lagu ini XD






Bad Meets Evil feat Bruno Mars ~ Lighters

This one's for you and me
Living out our dreams
We're all right where we should be
Lift my arms out wide
I open my eyes
And now all I wannna see
Is a sky full of lightets, a sky full of lighters

[Eminem]
By the time you hear this I will have already spiralled up
I would never do nothing to let you cowards fuck my world up
If I was you, I would duck, or get struck like lightening,
Fighters keep fighting, put your lighters up, point em’ skyward uh
Had a dream I was king, I woke up, still king
This rap game’s nipple is mine for the milking,
Till nobody else even fucking feels me, till’ it kills me
I swear to god I’ll be the fucking illest in this music
There is or there ever will be, disagree?
Feel free, but from now on I’m refusing to ever give up
The only thing I ever gave’s using no more excuses
Excuse me if my head is too big for this building
And pardon me if I’m a cocky prick but you cocks are slick
Poppin shit on how you flipped ya life around, crock-o-shit
Who you dicks try to kid, flipped dick, you did the opposite
You stayed the same, cause cock backwards is still cock you pricks
I love it when I tell em shove it
Cause it wasn’t that long ago when Marshall sat, luster lacked, lustered
Cuz he couldn’t cut mustard, muster up nothing
Brain fuzzy, cause he’s buzzin’, woke up from that buzz
Now you wonder why he does it, how he does it
Wasn’t cause he had buzzards circle around his head
Waiting for him to drop dead, was it?
Or was it, cause them bitches wrote him off
Little hussy ass, cause f-ck it, guess it doesn’t matter now, does it
What difference it make?
What it take to get it through your thick skulls
As if this aint some bullshit
People don’t usually come back this way
From a place that was dark as I was in
Just to get to this place
Now let these words be like a switch blade to a haters rib cage
And let it be known from this day forward
I wanna just say thanks cause your hate is what gave me the strength
So let em bic’s raise cause I came with 5’9′ but I feel like I’m 6’8″

[Bruno Mars - Chorus]
This one's for you and me
Living out our dreams
We're all right where we should be
Lift my arms out wide
I open my eyes
And now all I wannna see
Is a sky full of lightets, a sky full of lighters

[Royce Da 5'9]
By the time you hear this I’ll probably already be outtie
I advance like going from toting iron to going and buying 4 or 5 of the homies the iron man Audi
My daddy told me slow down, boy, you goin to blow it
And I aint gotta stop the beat a minute
To tell Shady I love him the same way that he did Dr Dre on the Chronic
Tell him how real he is or how high I am
Or how I would kill for him for him to know it
I cried plenty tears, my daddy got a bad back
So it’s only right that I right till he can march right into that post office and tell em to hang it up
Now his career’s Lebron’s jersey in 20 years
I’ll stop when I’m at the very top
You shitted on me on your way up
It’s ’bout to be a scary drop
Cause what goes up must come down
You going down on something you don’t wanna see like a hairy box
Every hour, happy hour now
Life is wacky now
Used to have to eat the cat to get the pussy
Now I’m just the cats meooww, ow
Classic cow, always down for the catch weight like Pacquiao
Ya’ll are doomed
I remember when T-Pain aint wanna work with me
My car starts itself, parks itself and autotunes
Cause now I’m in the Aston
I went from having my city locked up
To getting treated like Kwame Kilpatrick
And now I’m fantastic
Compared to a weed high
And y’all niggas just gossipin’ like bitches on a radio and TV
See me, we fly
Y’all buggin out like Wendy Williams staring at a bee-hive
And how real is that
I remember signing my first deal and now I’m the second best I can deal with that
Now Bruno can show his ass, without the MTV awards gag

[Bruno Mars - Bridge]
You and I know what it's like to be kicked down
Forced to fight
But tonight we’re alright
So hold up your light
Let it shine

[Bruno Mars - Chorus]
Cuz this one's for you and me
Living out our dreams
We're all right where we should be
Lift my arms out wide
I open my eyes
And now all I wannna see
Is a sky full of lightets, a sky full of lighters