Saat kita merasa nyaman dengan seseorang, butuh waktu berapa lama untuk kita merasa bahwa orang tersebut bisa dijadikan seorang partner. Katakanlah pacar, simple but not easy to find someone who can be your partner even thought just like "pacar". Being single sebenernya engga "hina2" amat sih, cuma sering jadi bahan celaan orang-orang sekitar aja. Banyak yang beranggapan kalau jadi "Jomblo" yaaaaa semacam gak laku padahal mah gak gitu juga.
Okey, i'll share something about "nyaman" sejujurnya gw termasuk orang yang gampang nyaman sama orang lain sih meskipun baru kenal tapi ga semudah itu buat gw nyaman sama orang yang bisa gw sebut partner. Beberapa waktu belakangan emang lagi sering interaksi sama satu orang, awalnya sih karena satu twit gw yang terus disamber sama dia dan berakhir ke DM dan tukeran nomor WhatsApp. Sebelum kejadian itu sih kita emang udah saling kenal, saling follow dan sering juga berinteraksi tapi ya itu hanya via twitter.
Setelah tukeran nomor WhatsApp itu baru kita jadi semakin sering komunikasi. Bahkan diawal kita WhatsApp-an, ga ada jeda sama sekali obrolan ngalir aja. Dari mulai diskusi yang ngejelimet buat ukuran gw sampai obrolan santai.
Jujur gw merasa ada kenyamanan ketika berkomunikasi sama dia, enak aja dapet temen ngobrol yang bisa ngajarin gw banyak hal sekaligus jadi temen untuk bertukar pikiran, singkat namun berasa maknanya. Sampai beberapa waktu lalu kita berjanji untuk ketemu just me and him. Setelah saling ketemu, mungkin kita semakin merasa..hmmmm...apa ya, pengen mengenal satu sama lain lebih jauh and we decided to make a relationship,yeaaaah..dia sih ga spesifik nembak ala-ala abege gitu just a simple words, like "would you please to stay around" dan Voila! hari-hari gw sekarang diliputi rasa senang karena kelakuan dia yang cukup absurd, hmmm actually gw sih yang absurd but i feel complete, i don't know..we didn't expect something..just let it flow and we're happy :)
So, nyaman atau engga-nya kita sama seseorang bukan karena lama atau tidaknya kita kenal dengannya tapi seberapa mampu kita merasakan rasa yang ada dalam diri kita dan bukan dengan logika.
NM
Okey, i'll share something about "nyaman" sejujurnya gw termasuk orang yang gampang nyaman sama orang lain sih meskipun baru kenal tapi ga semudah itu buat gw nyaman sama orang yang bisa gw sebut partner. Beberapa waktu belakangan emang lagi sering interaksi sama satu orang, awalnya sih karena satu twit gw yang terus disamber sama dia dan berakhir ke DM dan tukeran nomor WhatsApp. Sebelum kejadian itu sih kita emang udah saling kenal, saling follow dan sering juga berinteraksi tapi ya itu hanya via twitter.
Setelah tukeran nomor WhatsApp itu baru kita jadi semakin sering komunikasi. Bahkan diawal kita WhatsApp-an, ga ada jeda sama sekali obrolan ngalir aja. Dari mulai diskusi yang ngejelimet buat ukuran gw sampai obrolan santai.
Jujur gw merasa ada kenyamanan ketika berkomunikasi sama dia, enak aja dapet temen ngobrol yang bisa ngajarin gw banyak hal sekaligus jadi temen untuk bertukar pikiran, singkat namun berasa maknanya. Sampai beberapa waktu lalu kita berjanji untuk ketemu just me and him. Setelah saling ketemu, mungkin kita semakin merasa..hmmmm...apa ya, pengen mengenal satu sama lain lebih jauh and we decided to make a relationship,yeaaaah..dia sih ga spesifik nembak ala-ala abege gitu just a simple words, like "would you please to stay around" dan Voila! hari-hari gw sekarang diliputi rasa senang karena kelakuan dia yang cukup absurd, hmmm actually gw sih yang absurd but i feel complete, i don't know..we didn't expect something..just let it flow and we're happy :)
So, nyaman atau engga-nya kita sama seseorang bukan karena lama atau tidaknya kita kenal dengannya tapi seberapa mampu kita merasakan rasa yang ada dalam diri kita dan bukan dengan logika.
NM