Perjalanan saya di Magelang dan Jogja tidak hanya sampai di
candi Borobudur saja, karena waktu yang cukup lama saya masih bisa mengunjungi
objek wisata lain seperti Istana Ratu Boko dan Juga Museum Ullen Sentalu. Ya,
sudah cukuplah berjibaku dengan para pengunjung yang mencapai ribuan orang di
candi Borobudur pada saat Hari Raya Waisak, hari-hari berikutnya saya isi
dengan jalan-jalan menikmati kota Jogja dan juga berkunjung ke tempat kerabat
di daerah Godean.
26 Mei 2013
Hari ini kami berdua tidak pergi ke banyak tempat, hanya
mengunjungi kerabat di daerah Godean. Malamnya saya berdua dan seorang teman
menikmati malam di angkringan Tugu, sebelumnya kami makan malam di nasi goreng sapi
dekat Semesta café, duh saya sendiri lupa nama tempatnya. Tapi menu yang berupa
nasi goreng daging sapi yang disajikan cukup enak dan tempatnya juga cukup
ramai dikunjungi.
27 Mei 2013
Setelah kami menginap di rumah kerabat di Godean, hari ini
kami pindah ke penginapan yang lebih dekat dengan pusat kota. Siangnya kami
mampir ke rumah makan Soto Pak Slamet, masih di sekitar Godean. Sotonya ayamnya
enak, berisi ayam suwir,perkedel kentang,toge yang masih berupa kecambah,serta
taburan bawang goreng dan daun bawang menambah nikmatnya soto ayam Pak Slamet,
selain itu masih ada sate ayam, ayam goreng dan juga perkedel yang bisa kita
tambahkan jika masih kurang, berbagai isian tambahan itu tersedia dalam satu
piring di setiap meja.
Sore pun menjelang, kami berdua bersiap untuk pindah ke
penginapan Pondok 71 di jl. MT Haryono, Pugeran. Setelah berpamitan dengan para
kerabat di Godean, kami pun melanjutkan perjalanan kami dengan menggunakan ojeg
dari Godean menuju penginapan yang
berada di pusat kota Jogja.
Sesampainya di penginapan ( Rp 100.000/malam), kami hanya
istirahat sebentar lalu dilanjutkan ke
angkringan Tugu karena sudah ada janji dengan teman saya yang tinggal di Jogja.
Karena kami belum sempat menyewa motor untuk berkeliling, malam itu kami berdua
pergi ke angkringan Tugu menggunakan Trans Jogja, ini pertama kalinya saya naik
Trans Jogja maklumlah terakhir ke Jogja belum ada transportasi bernama Trans
Jogja ini.
Oh iya, tak disangka-sangka saya juga bertemu dengan teman
saya yang lain saat di angkringan Tugu, karena saat saya diperjalanan menuju
angkringan, ada salah seorang teman SMA saya yang berkuliah di Jogja melihat
twit saya yang sedang ada di Jogja, saya piker sekalian saja bertemu di
angkringan yah itung-itung reuni masa SMA. Jadilah malam itu teman SMA saya
ikut gabung bersama saya dan teman-teman saya yang lain.
Puas ngobrol-ngobrol di angkringan, saya pamit pulang duluan
karena besok pagi saya masih harus pergi ke objek wisata yang lain. Pulang dari
angkringan saya mengajak partner saya jalan kaki sepanjang Malioboro sampai 0
Km, dari situ kami pulang ke penginapan menggunakan becak.
![]() |
| Rumah Makan Soto Pak Slamet |
![]() |
27 Mei 2013
Hari ini kami menyewa motor (Rp 50.000/hari) untuk dipakai
berkeliling, setelah makan siang di dekat penginapan kami berdua pergi ke
daerah Kota Gede lalu dilanjutkan ke Istana Ratu Boko. Perjalanan yang cukup
jauh ditemani hujan gerimis ditengah-tengah perjalanan tidak menyurutkan niat
kami untuk melihat kemegahan Istana Ratu Boko. Beruntung saat kami sampai
disana, cuaca cukup cerah berawan sepertinya semesta cukup bersahabat dengan
kami. Sesampainya di Istana Ratu Boko, kami disuguhkan pemandangan alam yang
begitu indah dari atas bukit, tidak hanya di Istana Ratu Boko saja, tapi
disepanjang perjalanan menuju objek wisata ini mata kita dimajakan dengan
hamparan sawah yang luas, pohon-pohon yang rindang dan pemukiman yang asri.
Berbekal tiket masuk Rp 25.000 ( gratis sebotol air mineral
ukuran kecil) saya menaiki tangga-tangga kecil mengarah ke Istana Ratu Boko,
sebelum memasuki gerbang Istana, pengelola menyediakan taman yang cukup luas
untuk kita beristirahat, ada beberapa pendopo kecil dan juga bangku-bangku
taman yang dikelilingi pohon-pohon rindang. Di taman itu saya bertemu dengan
beberapa ekor anjing kecil yang sedang bermain. Mereka cukup ramah kepada para
pengunjung Istana Ratu Boko, saya pun sempat bermain dengan mereka sebelum
memasuki gerbang istana.
Saat saya memasuki gerbang istana, kemegahan Istana Ratu
Boko sudah mulai terasa. Hamparan lapangan yang luas menyambut saya setelah
saya melewati gerbang istana. Di bagian kiri dari gerbang istana ada sebuah
bangunan berupa candi yang dinamakan candi pembakaran, dari candi pembakaran
saya menuju ke pendopo, kepuntren dan juga kompleks pemandian yang sangat
cantik. Dari areal kepuntren kita bisa melihat keindahan perbukitan yang berada
di belakang Istana.
Sayang sekali saat saya kesana cuaca sedang berawan sehingga
saya tidak dapat menikmati keindahan matahari terbenam di Istana Ratu Boko
karena objek wisata ini sangat cocok untuk menikmati indahnya matahari terbenam
dari sela-sela gerbang istana.
| Jalan menuju gerbang istana |
| Gerbang istana dari atas candi pembakaran |
28 Mei 2013
Hari ini hari terakhir kami berada di Jogja, rencana kami
siang ini adalah mengunjungi Museum Ullen Sentalu yang berada di Kaliurang. Kali
ini saya tidak hanya berdua tapi bertiga dengan seorang teman saya, siang ini
kami berangkat dari penginapan sekalian check out karena sorenya kami sudah
harus kembali lagi ke Jakarta.
Sesampainya di Ullen Sentalu saya cukup terkesima dengan
pintu masuknya yang banyak ditumbuhi
tumbuhan rambat. Museum ini merupakan museum pribadi milik dari keluarga
Haryono yang saat ini dikelola oleh Yayasan Ulating Blencong. Museum ini
terdiri dari beberapa ruangan yaitu : ruang selamat datang,ruang seni tari dan
gamelan,guwa sela giri,kampung kambang,dan koridor retja landa ,semua ruangan
tersebut terdiri dari peninggalan kerajaan Mataram Islam di Jogja dan Solo.
Di museum ini pengunjung tidak diperbolehkan mengambil
gambar di ruangan-ruangan yang sudah saya sebutkan sebelumnya kecuali di area
taman dan café yang merupakan sarana pendukung museum. Meskipun begitu, museum
Ullen Sentalu merupakan objek wisata wajib bagi kita yang ingin mempelajari
mengenai sejarah kerajaan Mataram Islam, di museum tersebut sarat dengan
berbagai macam kekayaan sejarah dari keraton.
Setelah berkunjung ke museum Ullen Sentalu tibalah waktunya
bagi kami berdua untuk kembali ke Jakarta, dengan menggunakan bus tujuan
terminal kampung rambutan saya pulang ke Jakarta untungnya bus saya kali ini
tidak seperti bus pada waktu saya berangkat ke Jogja.
NM


No comments:
Post a Comment