Saturday, July 13, 2013

Jogja Trip - Istana Ratu Boko dan Museum Ullen Sentalu

Perjalanan saya di Magelang dan Jogja tidak hanya sampai di candi Borobudur saja, karena waktu yang cukup lama saya masih bisa mengunjungi objek wisata lain seperti Istana Ratu Boko dan Juga Museum Ullen Sentalu. Ya, sudah cukuplah berjibaku dengan para pengunjung yang mencapai ribuan orang di candi Borobudur pada saat Hari Raya Waisak, hari-hari berikutnya saya isi dengan jalan-jalan menikmati kota Jogja dan juga berkunjung ke tempat kerabat di daerah Godean.


26 Mei 2013

Hari ini kami berdua tidak pergi ke banyak tempat, hanya mengunjungi kerabat di daerah Godean. Malamnya saya berdua dan seorang teman menikmati malam di angkringan Tugu, sebelumnya kami makan malam di nasi goreng sapi dekat Semesta café, duh saya sendiri lupa nama tempatnya. Tapi menu yang berupa nasi goreng daging sapi yang disajikan cukup enak dan tempatnya juga cukup ramai dikunjungi.


27 Mei 2013

Setelah kami menginap di rumah kerabat di Godean, hari ini kami pindah ke penginapan yang lebih dekat dengan pusat kota. Siangnya kami mampir ke rumah makan Soto Pak Slamet, masih di sekitar Godean. Sotonya ayamnya enak, berisi ayam suwir,perkedel kentang,toge yang masih berupa kecambah,serta taburan bawang goreng dan daun bawang menambah nikmatnya soto ayam Pak Slamet, selain itu masih ada sate ayam, ayam goreng dan juga perkedel yang bisa kita tambahkan jika masih kurang, berbagai isian tambahan itu tersedia dalam satu piring di setiap meja.
Sore pun menjelang, kami berdua bersiap untuk pindah ke penginapan Pondok 71 di jl. MT Haryono, Pugeran. Setelah berpamitan dengan para kerabat di Godean, kami pun melanjutkan perjalanan kami dengan menggunakan ojeg dari Godean menuju  penginapan yang berada di pusat kota Jogja.
Sesampainya di penginapan ( Rp 100.000/malam), kami hanya istirahat sebentar  lalu dilanjutkan ke angkringan Tugu karena sudah ada janji dengan teman saya yang tinggal di Jogja. Karena kami belum sempat menyewa motor untuk berkeliling, malam itu kami berdua pergi ke angkringan Tugu menggunakan Trans Jogja, ini pertama kalinya saya naik Trans Jogja maklumlah terakhir ke Jogja belum ada transportasi bernama Trans Jogja ini.
Oh iya, tak disangka-sangka saya juga bertemu dengan teman saya yang lain saat di angkringan Tugu, karena saat saya diperjalanan menuju angkringan, ada salah seorang teman SMA saya yang berkuliah di Jogja melihat twit saya yang sedang ada di Jogja, saya piker sekalian saja bertemu di angkringan yah itung-itung reuni masa SMA. Jadilah malam itu teman SMA saya ikut gabung bersama saya dan teman-teman saya yang lain.
Puas ngobrol-ngobrol di angkringan, saya pamit pulang duluan karena besok pagi saya masih harus pergi ke objek wisata yang lain. Pulang dari angkringan saya mengajak partner saya jalan kaki sepanjang Malioboro sampai 0 Km, dari situ kami pulang ke penginapan menggunakan becak.

Rumah Makan Soto Pak Slamet




27 Mei 2013

Hari ini kami menyewa motor (Rp 50.000/hari) untuk dipakai berkeliling, setelah makan siang di dekat penginapan kami berdua pergi ke daerah Kota Gede lalu dilanjutkan ke Istana Ratu Boko. Perjalanan yang cukup jauh ditemani hujan gerimis ditengah-tengah perjalanan tidak menyurutkan niat kami untuk melihat kemegahan Istana Ratu Boko. Beruntung saat kami sampai disana, cuaca cukup cerah berawan sepertinya semesta cukup bersahabat dengan kami. Sesampainya di Istana Ratu Boko, kami disuguhkan pemandangan alam yang begitu indah dari atas bukit, tidak hanya di Istana Ratu Boko saja, tapi disepanjang perjalanan menuju objek wisata ini mata kita dimajakan dengan hamparan sawah yang luas, pohon-pohon yang rindang dan pemukiman yang asri.
Berbekal tiket masuk Rp 25.000 ( gratis sebotol air mineral ukuran kecil) saya menaiki tangga-tangga kecil mengarah ke Istana Ratu Boko, sebelum memasuki gerbang Istana, pengelola menyediakan taman yang cukup luas untuk kita beristirahat, ada beberapa pendopo kecil dan juga bangku-bangku taman yang dikelilingi pohon-pohon rindang. Di taman itu saya bertemu dengan beberapa ekor anjing kecil yang sedang bermain. Mereka cukup ramah kepada para pengunjung Istana Ratu Boko, saya pun sempat bermain dengan mereka sebelum memasuki gerbang istana.
Saat saya memasuki gerbang istana, kemegahan Istana Ratu Boko sudah mulai terasa. Hamparan lapangan yang luas menyambut saya setelah saya melewati gerbang istana. Di bagian kiri dari gerbang istana ada sebuah bangunan berupa candi yang dinamakan candi pembakaran, dari candi pembakaran saya menuju ke pendopo, kepuntren dan juga kompleks pemandian yang sangat cantik. Dari areal kepuntren kita bisa melihat keindahan perbukitan yang berada di belakang Istana.
Sayang sekali saat saya kesana cuaca sedang berawan sehingga saya tidak dapat menikmati keindahan matahari terbenam di Istana Ratu Boko karena objek wisata ini sangat cocok untuk menikmati indahnya matahari terbenam dari sela-sela gerbang istana.


Jalan menuju gerbang istana

Gerbang istana dari atas candi pembakaran





















28 Mei 2013



Hari ini hari terakhir kami berada di Jogja, rencana kami siang ini adalah mengunjungi Museum Ullen Sentalu yang berada di Kaliurang. Kali ini saya tidak hanya berdua tapi bertiga dengan seorang teman saya, siang ini kami berangkat dari penginapan sekalian check out karena sorenya kami sudah harus kembali lagi ke Jakarta.
Sesampainya di Ullen Sentalu saya cukup terkesima dengan pintu masuknya yang  banyak ditumbuhi tumbuhan rambat. Museum ini merupakan museum pribadi milik dari keluarga Haryono yang saat ini dikelola oleh Yayasan Ulating Blencong. Museum ini terdiri dari beberapa ruangan yaitu : ruang selamat datang,ruang seni tari dan gamelan,guwa sela giri,kampung kambang,dan koridor retja landa ,semua ruangan tersebut terdiri dari peninggalan kerajaan Mataram Islam di Jogja dan Solo.
Di museum ini pengunjung tidak diperbolehkan mengambil gambar di ruangan-ruangan yang sudah saya sebutkan sebelumnya kecuali di area taman dan café yang merupakan sarana pendukung museum. Meskipun begitu, museum Ullen Sentalu merupakan objek wisata wajib bagi kita yang ingin mempelajari mengenai sejarah kerajaan Mataram Islam, di museum tersebut sarat dengan berbagai macam kekayaan sejarah dari keraton.
Setelah berkunjung ke museum Ullen Sentalu tibalah waktunya bagi kami berdua untuk kembali ke Jakarta, dengan menggunakan bus tujuan terminal kampung rambutan saya pulang ke Jakarta untungnya bus saya kali ini tidak seperti bus pada waktu saya berangkat ke Jogja.








NM

No comments:

Post a Comment