Belakangan ini banyak sekali konser yang digelar di Indonesia,
salah satunya band rock asal Jepang,
yaitu L’Arc-en-Ciel atau biasa dikenal dengan Laruku. Penantian panjang para penggemar
L’Arc-en-Ciel akhirnya terbayar pada konser yang digelar Rabu (2/5/12).
Dibuka dengan pemutaran video yang menampilkan Hyde dalam bentuk robot
di dua layar LED besar di sisi kanan dan kiri panggung serta satu LED yang memenuhi
latar panggung. Video tersebut sebagai intro untuk menyambut para personil naik ke atas panggung.
Usai video tersebut munculah
sang vokalis Hyde bersama dengan Tetsuya (Bass) Ken (Gitar) serta Yukihiro
(Drum) yang menghentak dengan lagu pertama Ibara no Namida, penonton pun ikut
bernyanyi dan berjingkrak bahkan ada yang histeris meneriakan nama
masing-masing personel. Kemudian disusul dengan lagu hits mereka yang lain seperti
Chase, Good Luck My Way yang semakin memanaskan suasana konser malam itu.
Dipertengahan konser Hyde pun menyapa dengan bahasa Indonesia, “Halo Jakarta. Kami L’arc-en-Ciel. Kamu senang bertemu
aku? Aku juga”. Lalu konser dilanjutkan dengan lagu Honey, Drink it Down
dan Revelation, penonton pun kembali berjingkrak dan bernyanyi mengikuti irama musik
yang upbeat.
Saat Hitomi no Jyuunin dan Forbidden Lover dinyanyikan, penonton larut dalam suasana haru bahkan
tidak sedikit yang meneteskan air mata, begitu pun juga sang vokalis Hyde.
Suasana kembali ceria tatkala Ken, membacakan kisah perjalanannya
ke Kota Tua serta membeli kado untuk Hyde di Pasaraya “Mantap! Mantap!” teriak Ken disela-sela ceritanya. Saat Ken
tengah asik bercerita, Hyde pun sibuk membuka kado berupa wayang, miniatur gamelan,
ganjelan pintu serta suling bambu. Ia pun didaulat ken untuk memainkan suling
tersebut, karena Hyde tidak dapat memainkannya tawa penonton pun membahana melihat
ulah kedua personil tersebut.
Keusilan personil lainnya adalah celotehan
Tetsuya yakni “Halo, gua Suju dari Korea,opppss” yang disambut dengan tawa dari
penonton. Lalu konser pun dilanjutkan dengan lagu Seventh Heaven, Drivers High,
Stay Away, hingga Ready Steady Go, aksi panggung yang atraktif serta didukung
tata visual panggung yang berkualitas dan berbeda di setiap lagunya, membuat
penonton pun berdecak kagum.
Setelah lagu Ready Steady Go berakhir, tiba-tiba para personel
Laruku meninggalkan panggung selama beberapa menit, sampai akhirnya penonton
meneriakan “encore, encore,encore”
berulang-ulang. Lima sampai sepuluh menit pun berlalu, ternyata dari layar LED
muncul reff dari lagu Anata, penonton
bersorak dan menyanyi bersama sambil berharap para personel Laruku akan muncul
kembali. Tidak lama para personil pun bermunculan di panggung. Baru tiga bait
lagu Anata dinyanyikan, tidak terasa gerimis mengguyur Lapangan D-Senayan, tempat
diselenggarakannya konser. Turunnya gerimis hanya saat Anata dinyanyikan
menjadi suatu momen yang paling tidak bisa dilupakan oleh para penonton saat
itu.
Konser pun berlanjut dengan dibawakannya tiga lagu terakhir yakni The Fourth Avenue Café, Link serta Niji.
Sebelum Niji dinyanyikan, Hyde sempat menyapa para penonton dan mengucapkan
rasa terima kasihnya "Terima kasih,Kamu
senang?Aku juga. Kami datang ke Indonesia lagi. Terima kasih. Ini lagu
terakhir," jelas Hyde dan 'Niji' pun dimainkan.
Di akhir konser para personel sibuk berpamitan dengan para
penonton, terutama Tetsuya yang sibuk membagi-bagikan pisang dan permen serta
bermain dengan pistol air mainannya.
Konser malam hari itu merupakan konser yang sangat spektakuler dan
tidak dapat dilupakan oleh para Cielers (sebutan untuk para penggemar Laruku),
dua jam terasa begitu cepat namun senyum puas terpancar dari para penonton. Penantian
panjang untuk menonton idola mereka terbayarkan sudah. "Semoga L’Arc-en-Ciel
dapat menggelar konser kembali dan lebih spektakuler di tahun-tahun mendatang" kenang para penggemarnya.