Showing posts with label Katanya sih puisi. Show all posts
Showing posts with label Katanya sih puisi. Show all posts

Sunday, March 10, 2013

Arti Hadirmu

Semesta mungkin sedang bercanda
Atau mungkin sedang tertawa
Karena ada sesosok manusia
Dengan segala egonya
Dengan segala keras hatinya
Dengan segala kelemahannya
Dapat tunduk kepada seseorang yang bahkan tidak dikenalnya

Darinya ia belajar untuk dapat menerima
Darinya ia belajar untuk memaknai hidupnya

Mungkin semesta jengah terhadap apa yang pernah dilaluinya
Setahun, sebulan, seminggu, bahkan sehari yang lalu...
Ia pernah menyia-nyiakan hidupnya
Semesta ingin ia berkaca
Bahwa hidup tidak dapat ia sia-siakan begitu saja
Dan semesta menyadarkan...Dengan caranya...Dari dirinya



NM

Tuesday, December 18, 2012

Duka

Saat hati berselimut duka, akankah ia berubah menjadi tawa?
Kalau kamu percaya bahwa duka dapat berakhir bahagia
Semesta akan berikan 1001 cara agar semua itu sirna

Saat duka datang, pintu kematian menjelang
Niscaya ada satu pintu kecil yang juga ikut terbuka
Pintu apakah itu?
Itulah pintu harapan yang berupa cinta dan keikhlasan
Cinta yang setia menunggu keajaiban datang
Serta keikhlasan saat kematian menjadi jawaban
Ingatlah bahwa Semesta akan menjawab segala harap yang dilandasi keikhlasan

Apakah keajaiban itu ada?
Ya, keajaiban itu ada disekitar kita
Bahkan ada disetiap denyut nadi kita
Karena Semesta menyimpan beribu keajaiban
Berupa apa saja, asal kita peka terhadap Semesta


NM

Monday, December 17, 2012

Distraksi yang Kamu Beri

Kamu datang tak menentu, bagai angin yang berhembus sesukamu
Namun hadirmu selalu kunanti, untuk menyejukan isi hati
Aku tak berharap banyak, karena buatku kamu adalah distraksi
Kamu pun tak memberi aku harap, hanya memberi aku rasa nyaman
Entah apa makna dibalik ini semua, aku tak mengindahkan logika
Tapi aku pun tak memberimu sepenuh hati karena aku takut terjatuh lagi
Senang, tawa, dan gembira, itu yang selalu kamu beri
Tanpa ada tangis atau sesak di dalam hati
Aku bisa melihat ketulusanmu, entah apa maksud dari semua itu
Kamu tak pernah membiarkan aku murung dalam diam
Kamu selalu membuat aku tertawa bahkan tersenyum dengan sikapmu itu
Selalu ada cara untuk membuat aku bicara
Selalu ada cara untuk melihat senyum tipis dariku
Ya, itu yang kamu lakukan, itu yang kamu berikan
Mereka bilang aku harus nikmati semua tawa bahagia yang kamu ciptakan
Mereka bilang aku pantas mendapatkan itu
Entahlah, seakan logika dan perasaan sedang seimbang
Atau mungkin memang seharusnya seperti itu
Bahwa logika dan perasaan memang harus sejalan

NM



Sunday, November 04, 2012

(untitled)

Gelap, melayang, tenggelam...

Meski aku membuka mata, hanya gelap yang menyelimuti raga
Meski aku berpijak, namun diri bagai terbang tanpa tahu akan kemana
Meski aku terdiam, diri ini bagai tenggelam ke dasar samudera

Aku coba mencari pegangan, tapi tak ada yang sanggup menggenggam
Saat aku coba berdiri, selalu angin menghempas dan pergi
Disaat aku memutuskan untuk berhenti, semakin aku jauh terperosok ke dalam dan terjatuh lagi

Hilang..tanpa cahaya, tanpa pijakan, tanpa pegangan, dan aku selalu disini, sendiri...
Bayangan pun enggan menemani..
Karena gelap selalu menyelimuti..

Sesak, tanpa tahu kapan ini akan berakhir..
Resah, karena gelisah selalu membayangi..


Hadirmu yang tak dapat aku tepiskan
Sakitmu yang tak dapat aku hindarkan
Lukamu yang tak dapat aku enyahkan
Nyata terasa meski tanpa perantara

Dan aku selalu disini, sendiri...tanpa dirimu yang mau menemani...


NM





Friday, September 14, 2012

Saat Aku Merindumu

Saat rindu menerjang 
Kata tak dapat diungkapkan
Tangan tak dapat saling menggenggam
Bahu tak dapat saling merengkuh
Hanya bulir air mata yang dapat menyampaikan bahwa aku rindu

Kerinduan yang begitu dalam
Sampai membuat bulir-bulir air mata itu harus terjatuh
Entah mengapa, aku pun tidak tahu
Satu hal yang kutahu
Aku hanya bisa memendam rasa yang begitu dalam
Ya,rasa rinduku kepadamu

Mungkin kamu tidak tahu
Apa yang kurasa saat itu
Namun, disudut hatiku tersimpan begitu banyak rindu untukmu
Rindu yang begitu besar,begitu dalam hingga sulit ku ungkapkan

Tu me manques bien,Mon Cher


NM

Wednesday, September 12, 2012

Rintihan Lirih

Lelah dengan segalanya yang menghantam
Seakan membawa sekarung beban yang tidak dapat ditinggalkan
Hati ini menjerit perih
Tolong cabut rasa yang sudah mendalam
Teriris oleh sekeliling tangis
Terluka oleh sekian banyak duka

Semesta bisakah kau berikan jawabnya
Rengkuh diri ini dengan segala macam kekuatan
Topang diri ini dengan sebanyak mungkin kesabaran

Semesta mengapa semua ini terjadi
Tidak bisakah Kau hentikan saja semua
Ini bukan doa,ini hanyalah rintihan lirih jiwa yang lelah
Jiwa yang tak mampu lagi menampung semua tanya yang tak kunjung ada jawabnya

Semesta bantu kaki ini untuk berjalan walaupun pelan
Bisakah beri sedikit iba mu wahai semesta
Disini Aku mengiba
Pada kebesaranmu,Semesta Raya


NM


Monday, August 13, 2012

Gejolak Jiwa

Saat kaki berpijak, ada hati yang bergejolak
Karena hembusan ombak, membawanya sampai ke darat
Tak perlu ragu kalau ingin bersandar
Ikuti naluri yang berpijar

Hati ingin berhenti di sudut sepi yang abadi
Kaki ingin terus berjalan tanpa ingin menoleh kebelakang
Sepi, sunyi diiringi alunan sendu
Senyap, sirna ditiup hembusan rindu

Disanakah bersemayamnya jiwa yang pilu?
Yang termangu kala sang surya datang
Duduk terdiam mencerna kata
Yang sampai kini tak ada jawabnya


NM

Wednesday, July 18, 2012

Puisi Malam

Menapaki malam aku tertegun
Dalam gelapnya aku terisak
Inikah gejolak yang selama ini kurasa
Ada lapang dalam derita
Ada tangis dalam canda tawa

Apakah ini namanya cinta
Tak kuasa Aku menolaknya
Dan tak pula mampu melangkah

Berat kaki ini untuk berpijak
Bagai membawa beban dalam tiap langkah

NM

Friday, May 25, 2012

Sang Malam


Awalnya aku tidak tahu kamu siapa
Hanya teman pengisi malamku yang hampa
Tapi ternyata kamu seorang yang begitu istimewa
Dan ternyata kita adalah sejiwa

Lambat laun aku tahu sedikit tentang dirimu
Dari mulai hal besar sampai hal yang kecil
Dari hal yang kamu suka maupun tidak
Kamu sungguh unik juga menarik

Tapi mengapa kamu masih sendiri
Tidak adakah yang bisa mengisi relung itu
Tidak adakah yang bisa menjangkau sepimu
Aku sendiri tidak tahu, apa yang kurang dari dirimu

Banyak kelebihan yang kamu punya
Tapi seolah kamu simpan tanpa mau kamu tunjukkan
Wahai seorang disana
Tidak inginkah kamu berdua
Atau bersama orang yang kamu cinta


NM

Tuesday, May 22, 2012

Bicara Hati

Disaat rindu bergejolak
Mengapa kata tidak dapat terucap
Hanya jemari yang menari
Mengisahkan lara dihati

Laraku mungkin bukan urusanmu
Ini memang sepenuhnya tentangku..asaku
Tapi bisakah kamu sedikit mengerti
Tentang isi hati ini

Menjadi karang yang kokoh tak selamanya dapat berdiri tegak
Ada saat dimana karang itu dapat hancur
Diterjang atau dihempas sang waktu
Pernahkah kamu berpikir tentang itu?

Aku disini tetap berdiri
Menunggu sang waktu datang
Menghempas karang
Menjadi hancur tak berbekas
Kemudian sirna ditelan waktu


NM

Ketika Angin Berbicara

Jika Angin dan Air merupakan satu kesatuan
Mengapa mereka tidak dapat bersatu
Mengapa mereka memilih untuk berjalan masing-masing

Air selalu tenang di peraduannya
Walaupun sesaat dapat bergejolak tapi tak tentu datangnya

Angin selalu datang dan pergi tanpa tahu arah
Tapi selalu tepat menghembuskan impian dan harapan

Air dan Angin, dapatkah kalian saling mengisi
Mengisi Alam ini dengan suatu harmoni

Bisakah Angin berhenti sejenak mengikuti arah Air
Ataukah Air yang harus berjalan mengikuti ritme Angin
Entahlah..semuanya hanya rahasia Alam yang tak kunjung ada jawabannya...


NM

Angin dan Air

Setiap kata yang keluar dari mulutmu, bagiku adalah suatu harapan
Tetapi bagimu hanyalah suatu kiasan
Yang bahkan tidak pernah ingin kamu realisasikan

Mana yang kamu sebut cinta, sayang atau apapun tentang perasaan
Semua itu bagai angin yang datang perlahan..lalu menghilang

Iya angin, yang dapat datang kapan saja semaunya
Itulah diriku bagimu
Yang hanya datang disaat kamu butuh, kamu ingat atau saat sekelebat bayangku hadir dalam pikiranmu

Bagimu, aku tak lebih dari itu
Meski untukku, kamu adalah air yang selalu mengisi relung hampa yang selalu haus akan kata CINTA


NM

Tentang Cahaya

Memandangmu dalam gelap malam, seakan ada cahaya yang berpendar ke arahku
Namun hanya sekejap...lalu menghilang

Tidak bisakah hadirmu bertahan beberapa saat
Agar aku tidak dapat merasakan gelap gulita yang selama ini aku rasa

Sudah cukup gelap yang selama ini aku rasa
Aku hanya ingin secercah cahaya darimu
Tapi, kamu seolah enggan membagi cahaya kecilmu

Kamu seolah sirna ditelan kelamnya malam, yang selalu mencekam

Mudah bagimu untuk memberikan cahaya kecil itu
Begitu mudahnya sampai kamu tidak ingin membagi lebih dari itu

Sekelebat sinarmu hanya sebagai penerang sesaat
Tanpa ingin kamu bagi lebih lagi..dan lagi..


NM