"Anjrit" cuma satu kata itu yang keluar tiap kali bayangan tatapan mata dan senyum tipismu melintas dipikiranku, entah mengapa aku tidak dapat mengalihkan pikiranku dr hal itu.Well, aku tidak secara sengaja menghadirkanmu disetiap waktuku.No, bukan itu..tetapi entah mengapa tatapan mata dan senyuman khas kamu itu selalu mengganggu hari-hariku.
Segala upaya telah aku lakukan untuk menghilangkan bayanganmu dari pikiranku bahkan dari benakku, tapiiiii..yang terjadi justru sebaliknya, bayang-bayang senyum "maut-mu" itu justru semakin jelas dan nyata, meskipun kamu entah berada di belahan bumi bagian mana, saat ini.
"Aaaaaaaaargghh..!!!" andaikan aku dapat berteriak di depanmu saat ini, ingin aku berteriak sekencang-kencangnya dan berkata "Kamu tau ga sih kalo tatapan mata dan senyuman kamu itu...aaah..sudahlaaah" daripada terlalu banyak berkata, lebih baik aku lumat saja bibirmu... dan setelahnya aku berkata "Kamu tau ga sih kalo bibir kamu ini penyebab aku benci sama senyum kamu yg selalu menghantuiku dan satu lagi, tatapan matamu itu...seolah-olah mengikutiku"
Aaaaaah..udah-udah..jadi ga jelas gini kan... --"
NM
Segala upaya telah aku lakukan untuk menghilangkan bayanganmu dari pikiranku bahkan dari benakku, tapiiiii..yang terjadi justru sebaliknya, bayang-bayang senyum "maut-mu" itu justru semakin jelas dan nyata, meskipun kamu entah berada di belahan bumi bagian mana, saat ini.
"Aaaaaaaaargghh..!!!" andaikan aku dapat berteriak di depanmu saat ini, ingin aku berteriak sekencang-kencangnya dan berkata "Kamu tau ga sih kalo tatapan mata dan senyuman kamu itu...aaah..sudahlaaah" daripada terlalu banyak berkata, lebih baik aku lumat saja bibirmu... dan setelahnya aku berkata "Kamu tau ga sih kalo bibir kamu ini penyebab aku benci sama senyum kamu yg selalu menghantuiku dan satu lagi, tatapan matamu itu...seolah-olah mengikutiku"
Aaaaaah..udah-udah..jadi ga jelas gini kan... --"
NM
No comments:
Post a Comment