Wednesday, March 20, 2013

Dear You

Aku tidak tahu apa arti kebersamaan kita, ada yang bilang kita ini sepasang kekasih, ada juga yang bilang kalau kita hanya dua orang yang kesepian dan saling membutuhkan, ada juga yang bilang kalau kita ini bagai dua jarum ditumpukan jerami yang saling berdekatan. Lucu ya, bahkan kita tidak tahu arti kebersamaan kita ini seperti apa. Sudah berulang kali kita mempertanyakan hal ini dan hasilnya...nihil...hahahaha...dan disela tawa itu kamu selalu mengatakan bahwa "Status gak menjamin kebahagiaan kan?" dan aku pun mengangguk setuju.




Diawal aku hanya merasa bahwa kamu orang yang hangat, penuh kasih sayang dan penuh keceriaan. Ya, cuma itu. Kamu adalah teman disaat aku gundah, resah dengan segala pikiran yang berlarian di kepalaku, dan juga bahu dikala aku butuh tempat bersandar. Tak terasa rasa nyaman menyelinap diam-diam ke dalam diriku (mungkin juga kamu). Saat menghabiskan waktu bersamamu adalah saat dimana aku harus tersenyum dan juga tertawa. Kamu tidak suka jika aku terdiam dengan bibir mayun yang khas disaat mood ku sedang berantakan. No, kamu tidak akan suka situasi itu. Buatmu, sudah cukup tiap tetes air mata yang pernah kamu lihat, dulu.

Entahlah, kadang aku merasa bahwa "come on, senyum, tawa, amarah, bahkan tangisan itu biasa" tapi buatmu, tangisku merupakan sedihmu dan kamu tidak suka itu.

Sudah berapa banyak gelak tawa yang sudah kita ciptakan saat bersama?
Sudah berapa tetes air mata yang kita keluarkan saat kita berdua?
Sudah berapa banyak amarah yang selalu reda dalam hitungan jam?
Sudah berapa banyak senyum bodoh saat salah satu dari kita memberikan kejutan kecil yang tak terduga?

Mungkin belum banyak, sangat sedikit malah. Hanya terkadang, saat tangan tak dapat saling menggenggam, saat bahu tak dapat disandarkan, saat tubuh ini tak dapat saling memeluk, hal-hal bodoh yang sering kita lakukan menjadi hiburan tersendiri.

Senang bahwa segala goresan kisah tentang kamu dan aku tidak tertuang dalam satu buku, ya tidak  hanya di buku itu aja. Karena goresan kisah kita bisa kita tuangkan disecarik kertas, di dahan pohon, di sebuah pesan singkat, di buku catatan kuliahku, atau mungkin di buku tagihan bulananmu.hahaha..
Itu pertanda bahwa apa yang kita kisahkan tidak melulu terpaku pada satu hal baku, seperti pertalian hubungan yang selama ini orang pikirkan.

Buatku, hadirmu itu bagai pelangi...mungkin hujan harus turun membasahi, tapi selalu berakhir dengan warna indah yang sangat cantik dan menawan...

Lalu, apa arti hadirku..buatmu?




NM

Sunday, March 10, 2013

Arti Hadirmu

Semesta mungkin sedang bercanda
Atau mungkin sedang tertawa
Karena ada sesosok manusia
Dengan segala egonya
Dengan segala keras hatinya
Dengan segala kelemahannya
Dapat tunduk kepada seseorang yang bahkan tidak dikenalnya

Darinya ia belajar untuk dapat menerima
Darinya ia belajar untuk memaknai hidupnya

Mungkin semesta jengah terhadap apa yang pernah dilaluinya
Setahun, sebulan, seminggu, bahkan sehari yang lalu...
Ia pernah menyia-nyiakan hidupnya
Semesta ingin ia berkaca
Bahwa hidup tidak dapat ia sia-siakan begitu saja
Dan semesta menyadarkan...Dengan caranya...Dari dirinya



NM

Tuesday, December 18, 2012

Duka

Saat hati berselimut duka, akankah ia berubah menjadi tawa?
Kalau kamu percaya bahwa duka dapat berakhir bahagia
Semesta akan berikan 1001 cara agar semua itu sirna

Saat duka datang, pintu kematian menjelang
Niscaya ada satu pintu kecil yang juga ikut terbuka
Pintu apakah itu?
Itulah pintu harapan yang berupa cinta dan keikhlasan
Cinta yang setia menunggu keajaiban datang
Serta keikhlasan saat kematian menjadi jawaban
Ingatlah bahwa Semesta akan menjawab segala harap yang dilandasi keikhlasan

Apakah keajaiban itu ada?
Ya, keajaiban itu ada disekitar kita
Bahkan ada disetiap denyut nadi kita
Karena Semesta menyimpan beribu keajaiban
Berupa apa saja, asal kita peka terhadap Semesta


NM

Monday, December 17, 2012

Distraksi yang Kamu Beri

Kamu datang tak menentu, bagai angin yang berhembus sesukamu
Namun hadirmu selalu kunanti, untuk menyejukan isi hati
Aku tak berharap banyak, karena buatku kamu adalah distraksi
Kamu pun tak memberi aku harap, hanya memberi aku rasa nyaman
Entah apa makna dibalik ini semua, aku tak mengindahkan logika
Tapi aku pun tak memberimu sepenuh hati karena aku takut terjatuh lagi
Senang, tawa, dan gembira, itu yang selalu kamu beri
Tanpa ada tangis atau sesak di dalam hati
Aku bisa melihat ketulusanmu, entah apa maksud dari semua itu
Kamu tak pernah membiarkan aku murung dalam diam
Kamu selalu membuat aku tertawa bahkan tersenyum dengan sikapmu itu
Selalu ada cara untuk membuat aku bicara
Selalu ada cara untuk melihat senyum tipis dariku
Ya, itu yang kamu lakukan, itu yang kamu berikan
Mereka bilang aku harus nikmati semua tawa bahagia yang kamu ciptakan
Mereka bilang aku pantas mendapatkan itu
Entahlah, seakan logika dan perasaan sedang seimbang
Atau mungkin memang seharusnya seperti itu
Bahwa logika dan perasaan memang harus sejalan

NM



Sunday, November 25, 2012

Sore Santai di Naik Daun Resto



Berawal dari tadi siang yang gw sendiri juga bingung pengen kemana, sempet bbm-an sama seorang teman untuk bertanya dan meminta referensi tempat nongkrong yang asik meskipun gw cuma sendirian. Teman gw menyarankan untuk pergi ke beberapa tempat tapi kok gw ngerasa... "ah males gitu secara tempatnya cukup jauh dari kosan". Akhirnya gw berpikir untuk dateng ke satu tempat yang cuma selemparan batu doang dari kosan gw.

Setelah pergi ke atm yang gak begitu jauh dari kosan, tapi lumayan sih ya secara harus keluar dari wilayah Dago Pojok, saat itu gw masih mikir "balik ke kosan dan ke tempat yang gw maksud di awal atau gw pergi ke tempat makan yang cukup jauh dari kosan gw dengan catatan pasti nemu macet dan rameeee.."

Finally, sekitar jam tiga sore, cuaca cukup mendung+gerimis-gerimis romantis gimanaaa..gitu..gw melangkahkan kaki menuju satu tempat di Jalan Dago Pojok no. 60 which is cuma beda beberapa rumah dari kosan, nama tempatnya itu Naik Daun Resto (follow twitternya https://twitter.com/naikdaunresto ) tempat yang selama ini sering gw curi-curi pandang kalo lewat, karena design bangunannya yang cukup bikin ngiler (tipe gw banget,yes) dan bikin gw penasaran aja gitu untuk menikmati tempatnya+makanan yang ada disana.

Begitu gw sampai disana, kesan pertama gw adalah "ini tempat asik kayanya buat bengong sendiri sambil nulis atau buat ngobrol sama teman-teman gw" karena di tempat yang cukup imut-imut itu viewnya dan suasananya enak banget karena konsepnya yang open space area jadi kesan yang didapat itu berasa lega dan juga luas.

Karena tujuan gw datang kesana buat mengisi perut gw yang lagi kelaparan sangat, gak pake basa-basi gw langsung pesan Nasi Goreng Rempah dan Ginger Tea sebagai teman makan dan juga bengong sore-sore gw. Gak berapa lama nunggu, Ginger Tea pesanan gw datang. Pas minuman itu disajikan bersama satu pot kecil gulanya jujur gw kaget "ini teh tapi kok gulanya kaya brown sugar gitu", seperti biasa gw selalu merasakan minuman/makanan tanpa dicampur apa pun karena gw pengen tahu rasa aslinya. Sebelum dicampur gulanya, tehnya tuh berasa banget jahenya tapi gak terlalu menyengat, semuanya menyatu dengan nikmat apalagi pas gw tambahin si gula yang menurut gw lain dari biasanya. Setelah beberapa teguk teh makanan yang gw pesan pun datang. Nasi Goreng Rempahnya ditata dipiring berbentuk daun dan penyajiannya cukup unik untuk sebuah tempat makan minimalis seperti ini. Satu suap, dua suap, eh nasi gorengnya kok enak ya, gak hanya tampilannya tapi rasanya buat gw bolehlah ya apalagi buat harganya yang gak nguras kantong (maklum mahasiswa+anak kosan). Setelah nasi gorengnya habis, gw sempat nanya desert apa yang mereka punya dan gw direkomendasikan untuk nyobain home made cup cakes, lalu gw pilihlah Green Tea cup cakes. Pas dateng si cup cakes, jiyaaaah cup cakesnya imut pisan sekali caplok ini mah...hahaha..tapi jangan salah cup cakesnya enak loh, green teanya berasa dilidah gw dan pelan-pelan banget makannya karena gw gak mau cepat-cepat habis gitu.

Setelah gw menghabiskan satu piring nasi goreng rempah, sebuah green tea cup cakes, dan segelas ginger tea, gw kok masih pengen berlama-lama disana ya, jadilah gw pesan segelas Ice Chocolate. Karena pesanan terakhir inilah gw ngobrol-ngobrol dengan salah seorang waiter yang melayani gw (well, sepenglihatan gw ada dua orang waiter disana) ternyata konsep tempat itu gak sekedar tempat makan tapi ada juga kos-kosan dan juga hotel untuk para backpacker yang butuh tempat penginapan. Tadi juga gw sempet diajak untuk ngintip beberapa kamar yang nantinya akan disewakan untuk para backpacker yang akan menginap. Dia juga bercerita bahwa akan ada satu tempat yang bisa digunakan untuk barbecue party dan satu tempat yang akan dijadikan sebuah studio mini untuk para seniman yang suka melukis. Konsep yang ada memang sudah cukup matang hanya tinggal proses tahap akhir maka tempat itu akan seutuhnya berjalan. Setelah cukup lama ngobrol dengan waiter itu ia pun pamit untuk membuatkan gw segelas ice chocolate dan Voila! ternyata orang yang daritadi menemani gw ngobrol adalah si owner dari tempat tersebut (speechless). Obrolan pun dilanjutkan dengan waiter yang lain, seorang lulusan diploma perhotelan yang cukup ramah, seramah si owner yang udah buat gw speechless.hahaha...

Berkat keisengan gw dihari minggu yang emang bikin males keluar dari area Dago Pojok karena seperti biasa, tiap weekend kota Bandung selalu ramai dengan wisatawan lokal khususnya dari Jakarta, gw menemukan tempat makan, nongkrong dan juga ngobrol-ngobrol yang letaknya pun hanya beberapa meter dari kosan gw. Dan gw rasa tempatnya cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa dan anak kosan, ditambah lagi makanannya yang cukup enak dan suasananya yang bersahabat. Jadi, siapa yang mau nemenin gw nongkrong asik+ngobrol-ngobrol sambil makan/ngopi-ngopi di Naik Daun Resto, selanjutnya?


NM

PS : dibawah ini gw upload pesanan yang gw sebutkan diawal minus Ice Chocolate-nya tapi.. :)
       Thanks to @Rendy_aditya for your nice place :)


Hot Ginger Tea, teman pas buat yang gak pengen ngopi


Nasi Goreng Rempah yang gurih, pedas dan juga cantik

Green Tea cup cakes yang unyu dan yummy















Sunday, November 04, 2012

(untitled)

Gelap, melayang, tenggelam...

Meski aku membuka mata, hanya gelap yang menyelimuti raga
Meski aku berpijak, namun diri bagai terbang tanpa tahu akan kemana
Meski aku terdiam, diri ini bagai tenggelam ke dasar samudera

Aku coba mencari pegangan, tapi tak ada yang sanggup menggenggam
Saat aku coba berdiri, selalu angin menghempas dan pergi
Disaat aku memutuskan untuk berhenti, semakin aku jauh terperosok ke dalam dan terjatuh lagi

Hilang..tanpa cahaya, tanpa pijakan, tanpa pegangan, dan aku selalu disini, sendiri...
Bayangan pun enggan menemani..
Karena gelap selalu menyelimuti..

Sesak, tanpa tahu kapan ini akan berakhir..
Resah, karena gelisah selalu membayangi..


Hadirmu yang tak dapat aku tepiskan
Sakitmu yang tak dapat aku hindarkan
Lukamu yang tak dapat aku enyahkan
Nyata terasa meski tanpa perantara

Dan aku selalu disini, sendiri...tanpa dirimu yang mau menemani...


NM





Saturday, October 20, 2012

10202012 - Tentangku

Resah dan gelisah menunggu setiap pesan singkat yang masuk ke dalam sebuah layanan pesan singkat dari smartphoneku, kadang tak tentu kapan pesan tersebut akan datang, tergantung si pengirim pesan, iya tergantung sang pengirim pesan. Apakah ia mempunyai secuil waktu untuk berkabar ataukah ia sedang dalam suasana hati yang biasa saja hingga tak lupa berkabar. Mungkin bukannya ia lupa untuk memberikan kabar hanya saja kesibukan kadang menjadi penghalang, belum lagi sekelumit masalah yang kadang membuat suasana hatinya tidak menentu, jikalau seperti itu, aku hanya dapat duduk diam dan terpaku menunggu. Kadang ada hasrat hati untuk menyapa namun aku tak kuasa, meskipun ia telah mengatakan padaku "tak apa berkabar, toh Aku tidak melarang" tapi entah mengapa, jari ini membeku tiap aku ingin mengirimkan sepatah kata "hai sedang apa?" terkesan bodoh dan terlalu basa-basi memang. Ya, dirinya tidak suka berbasa-basi, seolah membuang waktunya yang sangat berharga. Itulah yang membuatku kadang hilang arah, sehingga tak tahu harus berbuat apa.

Hei..lihat, sebuah pesan singkat dari dia yang kutunggu "Hi" begitu sapamu, kubalas "Hi" dan ia pun membalas "sedang apa?lg dikampus?" kubalas lagi dengar perasaan menggebu "gak,aku lg dikosan" secepat itu juga kamu membalas "oh,aku msh dikantor km sdh mkn?" dan aku pun berkata "aku udh mkn kok" dan pesan singkat pun berakhir dengan kata-katamu "sek ya lagi mumet" dan aku pun terpaku menatap layar smartphoneku, tak tahu harus berkata apa dan berbuat apa, aku hanya dapat mengirimkan pesan berupa ":)" sebagai akhir dari percakapan kala itu.

Begitu seringnya hal itu terjadi sampai aku pun merasakan hal yang biasa jika ia sedang sibuk dengan urusannya, pekerjaannya atau bahkan dirinya. Tak jarang aku pun diam tanpa kabar sama sekali kepadanya, jika ia tak bertanya aku memilih diam dan memainkan jari-jari mungilku dsebuah social media, bercanda bersama kawan-kawanku disana atau sekedar iseng menyapa, ya aku tertawa disana, meskipun hati kecilku tak jarang menangis, ya menangisi apa saja yang bisa membuatku menangis. Kadang menangisi sikapmu yang tak tentu padaku, kadang menangisi rasa rinduku padamu, atau tidak jarang aku menangisi setiap kesalahanku yang membuatmu marah, tak senang bahkan ilfil dengan sikapku, iya aku menangis, tak tahukah kamu tentang itu? Aku memilih diam tak mengatakannya padamu, karena aku tidak mau kamu sakit karena sikapku, aku tak mau kamu larut dalam rasa bersalahmu, biar aku saja yang selalu merasa bersalah atas segala sikapku, bukan kamu.

Beberapa waktu lalu aku dilanda rasa lelah, aku lelah karena aku bingung harus berbuat apa, mungkin otak ini terus menerus berpikir dan hati ini terus menerus merasa. Setiap keluhan yang kamu lontarkan selalu aku rasa selalu aku cerna, semakin hari semakin terhimpit oleh perasaan itu hingga aku pun semakin menyalahkan diriku, labil, hilang arah, tak ada pegangan, itu yang aku rasa. Salah satu sahabatku mengatakan aku mengalami depresi mungkin belum sampai ketahap itu tapi aku sudah bisa dikatakan stress berat, sampai sahabatku pun bertanya "Kamu kenapa bisa sampai seperti ini? Apakah sedang mengalami masalah yang berat?" Aku tak kuasa berkata dan hanya dapat diam saja, sedikit senyum aku tampakkan namun rasanya sia-sia, sahabatku sepertinya tahu apa yang kurasa, dia hanya tersenyum dan berkata "cepat kamu atasi situasi ini kalau tidak akan semakin berlarut-larut, sayangi dirimu sendiri".

Aku bersyukur perasaan bersalah pada diriku sendiri pelan-pelan bisa kuatasi, meskipun ada saat dimana aku kembali menyalahkan diriku sendiri dengan apa yang sedang terjadi, tapi pelan-pelan aku berdamai dengan keadaan, dengan situasi ini dan juga diriku sendiri. Entah sampai kapan aku bisa pulih untuk tidak lagi-lagi menyalahkan diriku sendiri, aku pun tak tahu..


NM

Wednesday, October 03, 2012

Belajar Saling Mengerti untuk Saling Berbagi

Terbersit di kepala gw mengenai obrolan dengan teman twitter beberapa jam yang lalu, tentang "kenapa orang-orang pinter itu engga bisa bicara atau menulis dengan bahasa yang bisa dipahami banyak orang, apa sebegitu mahalnya ilmu itu?". Buat sebagian orang, untuk gw  misalnya penggunaan kata-kata sulit atau bahasa teknis yang engga semua orang ngerti (katakanlah begitu) kadang-kadang emang jadi malesin. Kenapa? karena masing-masing individu punya keterbatasan..we're human, rite? Dan kadang engga semua orang paham dengan hal itu. Di satu sisi kita mungkin ingin memperkaya diri dengan berbagai macam pemahaman, berbagai macam ilmu serta berbagai macam sudut pandang, tapi kalau si pemberi pesannya aja udah bikin kita nge-per atau mundur teratur, apa yang disampaikan pun mental aja gitu dari kepala kita at the end cuma bisa melongo+ngebatin "ni orang ngomong apa sik?".

Contohnya begini, gw yang emang belajar komunikasi engga mungkin nyekokin orang lain dengan berbagai macam teori komunikasi atau berbagai macam istilah-istilah komunikasi kepada orang awam. Begitu pun sebaliknya, gw juga engga selalu tau apa yang orang lain sampaikan dari latar belakang pendidikan selain yang gw pelajari saat ini. Gw pun punya keterbatasa itu, orang lain juga. Jadi, gimana cara kita biar sama-sama nyambung kalau ngobrol dengan apa pun media kita bertukar pikiran.

Pada umumnya orang-orang beranggapan bahwa komunikasi langsung akan lebih mudah bagi kita untuk bertukar pikiran, tapi jangan salah ketika seorang pemberi pesan memasukan berbagai macam istilah yang baku dan tidak semua orang mengerti pun bisa menjadi penghambat komunikasi kita dengan orang lain. Apalagi komunikasi tidak langsung yang saat ini cukup marak, entah berupa pesan singkat maupun social media. Kita sebagai pelaku jenis komunikasi semacam itu juga harus lebih jeli dalam memaknai setiap kata-kata yang disampaikan orang lain agar tidak terjadi kesalah pahaman makna.

Ada yang bilang bahwa ketika kita tidak mengerti ya bertanya saja, tapi sampai kapan kita akan terus bertanya dan bertanya, sampai orang yang kita tanya merasa bosan dan sebal dengan pertanyaan-pertanyaan kita? Atau ada lagi yang bilang "googling dong" lah kalau kita gaptek atau fasilitas kurang memadai, memakai paket internet yang tidak full service misalnya? Berbagai macam hambatan dalam berkomunikasi itu pasti ada cara meminimalisirnya yang kadang buat sebagian orang itu sulit dilakukan.

Gw pribadi, saking banyaknya hal yang gw engga tau, gw sampai bikin catatan kecil di handphone gw tentang kata-kata sulit itu jadi ketika orang lain mengatakan dan gw lupa, gw bisa lihat lagi catatan kecil gw itu. Itu salah satu contoh agar kita tidak terus-terusan bertanya.

Pernah suatu waktu gw protes (katakanlah seperti itu) kepada seseorang yang sering berkomunikasi dengan gw karena ia selalu menggunakan kata-kata baku baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing yang jarang sekali gw dengar. Iya, gw sebel memang karena ini orang kok engga ngerti posisi gw ya, kan gak semua yang dia tau gw juga tau. Gw sempet sedikit marah karena engga sekali ia seperti itu tapi sering. Alih-alih ia menurunkan level pembicaraannya, ia cuma bilang sama gw "gw tau kapasitas lw dalam menangkap hal-hal yang gw sampaikan oleh karena itu gw tetap menggunakan kata-kata yang selama ini gw pakai bukan dengan menurunkan level pembicaraan gw sama lw toh kalau lw engga ngerti lw bisa nanya sama gw", saat itu gw cuma bisa diam dan berpikir "ooooh..ternyata engga semua orang pintar itu menggunakan istilah yang tidak kita mengerti karena ingin menunjukkan siapa dirinya tapi juga membantu kita untuk lebih kaya akan berbagai macam pemahaman".

Itulah mengapa gw jadi suka buat catatan kecil di handphone gw karena otak gw pun ada kapasitasnya. Untuk orang lain mungkin bisa dicoba apa yang gw lakukan. Buat gw pribadi sih sebisa mungkin menghindari kata-kata yang engga lazim digunakan dalam keseharian, gw berusaha untuk mencari padanan kata yang gw rasa pas untuk memberi pemahaman terhadap apa yang gw maksud atau dengan langsung menjelaskan pada orang yang berinteraksi sama gw apa maksud pembicaraan gw karena gw pun orang yang ilmunya masih terbatas, kalau pun gw masuk ke dalam suatu permbicaaran ya karena gw hanya berbagi tentang apa yang pernah gw alami dan gw tahu.

Mungkin orang-orang di luar sana tidak bermaksud untuk mengecilkan tingkat pemahaman kita, mungkin juga mereka justru membantu kita untuk berpikir lebih luas tapi...setiap orang punya cara yang berbeda-beda, ya karena setiap manusia punya keunikannya masing-masing dalam segi menyampaikan suara pikiran mereka maupun suara hati mereka. Maka berbahagialah ketika ada orang yang mau berbagi dengan kita apa pun caranya, tinggal kita cari kesepahamannya saja dan saling mengerti satu sama lain.
Selamat berbagi ilmu seluas-luasnya, teman :)


NM

PS: thnx to @bundabaik buat idenya :D

Friday, September 21, 2012

"This is Me", Masa Sih?

Menjadi diri sendiri emang pilihan yang tepat bagi setiap orang, tapi kadang kita lupa bahwa kita hidup engga sendirian. Yaaaah, kalo kata anak-anak IPS sih kita mah makhluk sosial (bukan makhluk halus yeee..). Ada banyak sekali orang-orang yang akan berinteraksi dengan kita, mulai dari keluarga, teman, orang yang kita temui di jalan,yaaaa..siapa pun deh selama wujudnya manusia. Well, gak ada yang salah sih dengan menjadi diri sendiri selama gak ganggu orang lain. Nah, gak ganggu orang lain ini yang sifatnya abstrak, kadang kita sendiri gak ngerasa ganggu tapi belum tentu dengan persepsi orang lain, katakanlah orang lain gak nyaman sama sikap atau perkataan kita.

Kalau udah kaya gitu, kita yang kudu pinter-pinter baca situasi. Karena sejatinya, kalau kita berada disituasi yang nyaman, mo sampai kapan juga orang betah aja deket dan berinteraksi sama kita. Bukan bermaksud menjadikan diri kita pakai topeng atau kepalsuan karena kita menyesuaikan diri sama situasi dan lingkungan, gak kok maksud gw gak gitu karena kita bisa tetap jadi diri kita sendiri asaaaaal...gak ganggu orang lain dengan tingkah laku dan omongan kita yang bakal bikin orang lain bete.

Gimana cara kita supaya bisa beradaptasi sama lingkungan? Ada beberapa orang yang dengan mudah bilang sama kita "gw gak suka deh kalau lw...."  tapi itu akan terjadi kalau kita udah saling deket, sama sahabat atau temen nongkrong bareng misalnya. Tapi kan gak semua orang bisa ngomong to the point kaya gitu, kalau udah kaya gini kita-nya yang kudu aktif membaca situasi (seperti yang gw bilang diawal). Baca situasi bisa diartikan baca gerak-gerik atau bahasa tubuh orang yang kita ajak bicara. Kalau kondisinya di social media kaya twitter lebih absurd lagi karena bahasa tulisan gak semua orang bisa ngerti. Tapi gw yakin masing-masing orang punya cara sendiri buat ngungkapin rasa gak sukanya. Kalau udah kaya gitu masih mau jumpalitan gak keruan dengan alasan "ini kan diri gw apa adanya" duh kata-kata kaya gitu buat gw sih basi banget, terkesan defensif aja. Kenapa kita gak coba untuk introspeksi diri sama hal-hal apa yang bikin orang males atau bete sm kelakuan kita.

Belajar untuk memahami gak cuma orang lain ke kita tapi diri kita ke orang lain dan hal itu gak menghambat kita untuk tetap jadi diri sendiri kok, hanya sedikit membatasi alias tau diri aja sama apa yang kita lakukan. Kita berteman gak cuma buat sejam dua jam kan, tapi kita berteman untuk jangka waktu yang entah sampai kapan, kalau kelakuan kita aja udah bikin sebel satu atau dua orang, gak mustahil tiga orang bahkan rata-rata teman kita males untuk temenan lagi sama kita. Kalau kita merasa bahwa "yaudah berarti mereka gak cocok temenan sama kita, better gw cari temen lain aja"  mau sampai kapan kita punya pemikiran kaya gitu? Apakah dilingkungan yang baru situasinya akan lebih baik? Atau malah lebih buruk? Intinya, menjadi diri sendiri itu buka berarti semaunya kita, ada hal-hal yang mesti kita rubah untuk jadi lebih baik dan itu bukan alasan buat kita gak jadi diri sendiri.

Berteman dengan cara yang cerdas bikin kita disukai banyak orang, nambah teman, nambah networking, nambah ilmu juga loh. So, masih pengen bilang "ini gw apa adanya, mau terima sukur engga ya udah?"


NM

Friday, September 14, 2012

Saat Aku Merindumu

Saat rindu menerjang 
Kata tak dapat diungkapkan
Tangan tak dapat saling menggenggam
Bahu tak dapat saling merengkuh
Hanya bulir air mata yang dapat menyampaikan bahwa aku rindu

Kerinduan yang begitu dalam
Sampai membuat bulir-bulir air mata itu harus terjatuh
Entah mengapa, aku pun tidak tahu
Satu hal yang kutahu
Aku hanya bisa memendam rasa yang begitu dalam
Ya,rasa rinduku kepadamu

Mungkin kamu tidak tahu
Apa yang kurasa saat itu
Namun, disudut hatiku tersimpan begitu banyak rindu untukmu
Rindu yang begitu besar,begitu dalam hingga sulit ku ungkapkan

Tu me manques bien,Mon Cher


NM

Wednesday, September 12, 2012

Rintihan Lirih

Lelah dengan segalanya yang menghantam
Seakan membawa sekarung beban yang tidak dapat ditinggalkan
Hati ini menjerit perih
Tolong cabut rasa yang sudah mendalam
Teriris oleh sekeliling tangis
Terluka oleh sekian banyak duka

Semesta bisakah kau berikan jawabnya
Rengkuh diri ini dengan segala macam kekuatan
Topang diri ini dengan sebanyak mungkin kesabaran

Semesta mengapa semua ini terjadi
Tidak bisakah Kau hentikan saja semua
Ini bukan doa,ini hanyalah rintihan lirih jiwa yang lelah
Jiwa yang tak mampu lagi menampung semua tanya yang tak kunjung ada jawabnya

Semesta bantu kaki ini untuk berjalan walaupun pelan
Bisakah beri sedikit iba mu wahai semesta
Disini Aku mengiba
Pada kebesaranmu,Semesta Raya


NM


Friday, August 24, 2012

About Us

Saat kita merasa nyaman dengan seseorang, butuh waktu berapa lama untuk kita merasa bahwa orang tersebut bisa dijadikan seorang partner. Katakanlah pacar, simple but not easy to find someone who can be your partner even thought just like "pacar". Being single sebenernya engga "hina2" amat sih, cuma sering jadi bahan celaan orang-orang sekitar aja. Banyak yang beranggapan kalau jadi "Jomblo" yaaaaa semacam gak laku padahal mah gak gitu juga.

Okey, i'll share something about "nyaman" sejujurnya gw termasuk orang yang gampang nyaman sama orang lain sih meskipun baru kenal tapi ga semudah itu buat gw nyaman sama orang yang bisa gw sebut partner. Beberapa waktu belakangan emang lagi sering interaksi sama satu orang, awalnya sih karena satu twit gw yang terus disamber sama dia dan berakhir ke DM dan tukeran nomor WhatsApp. Sebelum kejadian itu sih kita emang udah saling kenal, saling follow dan sering juga berinteraksi tapi ya itu hanya via twitter.

Setelah tukeran nomor WhatsApp itu baru kita jadi semakin sering komunikasi. Bahkan diawal kita WhatsApp-an, ga ada jeda sama sekali obrolan ngalir aja. Dari mulai diskusi yang ngejelimet buat ukuran gw sampai obrolan santai.

Jujur gw merasa ada kenyamanan ketika berkomunikasi sama dia, enak aja dapet temen ngobrol yang bisa ngajarin gw banyak hal sekaligus jadi temen untuk bertukar pikiran, singkat namun berasa maknanya. Sampai beberapa waktu lalu kita berjanji untuk ketemu just me and him. Setelah saling ketemu, mungkin kita semakin merasa..hmmmm...apa ya, pengen mengenal satu sama lain lebih jauh and we decided to make a relationship,yeaaaah..dia sih ga spesifik nembak ala-ala abege gitu just a simple words, like "would you please to stay around" dan Voila! hari-hari gw sekarang diliputi rasa senang karena kelakuan dia yang cukup absurd, hmmm actually gw sih yang absurd but i feel complete, i don't know..we didn't expect something..just let it flow and we're happy :)

So, nyaman atau engga-nya kita sama seseorang bukan karena lama atau tidaknya kita kenal dengannya tapi seberapa mampu kita merasakan rasa yang ada dalam diri kita dan bukan dengan logika.


NM

Wednesday, August 15, 2012

Repacked Album from Super Junior "SPY"


Guys, kabar terbaru datang dari Super Junior. Setelah dirilisnya album keenam mereka yang berjudul “Sexy, Free & Single” boyband yang sangat digemari oleh para remaja pada umumnya ini kembali merilis album repacked mereka yang berjudul “SPY”.
Album repacked tersebut masih berisi lagu-lagu yang terdapat di dalam album “Sexy, Free & Single” namun ditambah empat lagu baru dari mereka yang berjudul SPY, Only U, Outsider, dan Haru.
“SPY” merupakan lagu urban dance, liriknya yang lucu menceritakan tentang seseorang yang mengejar gadis pujaannya, sementara musiknya menggabungkan nuansa musik dari film detektif James Bond 007.
“Only U” adalah lagu yang dikerjakan oleh Leetuk dan juga Donghae. Lagu ini merupakan wujud rasa syukur dan cinta dari para personel Super Junior kepada fans mereka.
Di track yang selanjutnya, Donghae kembali terlibat dalam pembuatan lagu yang berjudul “Haru”, bersama dengan salah satu member Urban Zakapa yaitu Kwon Soon il. Lagu ini menampilkan sisi musikalitas dari Donghae. Lagu terakhir dari album ini adalah “Outsider” musik hip hop, dance yang up beat merupakan tema dari lagu ini.
Kalau kalian penasaran dengan lagu baru dari Super Junior ini, lihat saja video klip dari lagu jagoan mereka yang berjudul “SPY”. So, check this one out, guys. (NM)



Monday, August 13, 2012

Gejolak Jiwa

Saat kaki berpijak, ada hati yang bergejolak
Karena hembusan ombak, membawanya sampai ke darat
Tak perlu ragu kalau ingin bersandar
Ikuti naluri yang berpijar

Hati ingin berhenti di sudut sepi yang abadi
Kaki ingin terus berjalan tanpa ingin menoleh kebelakang
Sepi, sunyi diiringi alunan sendu
Senyap, sirna ditiup hembusan rindu

Disanakah bersemayamnya jiwa yang pilu?
Yang termangu kala sang surya datang
Duduk terdiam mencerna kata
Yang sampai kini tak ada jawabnya


NM

Wednesday, July 18, 2012

Puisi Malam

Menapaki malam aku tertegun
Dalam gelapnya aku terisak
Inikah gejolak yang selama ini kurasa
Ada lapang dalam derita
Ada tangis dalam canda tawa

Apakah ini namanya cinta
Tak kuasa Aku menolaknya
Dan tak pula mampu melangkah

Berat kaki ini untuk berpijak
Bagai membawa beban dalam tiap langkah

NM

Friday, May 25, 2012

Sang Malam


Awalnya aku tidak tahu kamu siapa
Hanya teman pengisi malamku yang hampa
Tapi ternyata kamu seorang yang begitu istimewa
Dan ternyata kita adalah sejiwa

Lambat laun aku tahu sedikit tentang dirimu
Dari mulai hal besar sampai hal yang kecil
Dari hal yang kamu suka maupun tidak
Kamu sungguh unik juga menarik

Tapi mengapa kamu masih sendiri
Tidak adakah yang bisa mengisi relung itu
Tidak adakah yang bisa menjangkau sepimu
Aku sendiri tidak tahu, apa yang kurang dari dirimu

Banyak kelebihan yang kamu punya
Tapi seolah kamu simpan tanpa mau kamu tunjukkan
Wahai seorang disana
Tidak inginkah kamu berdua
Atau bersama orang yang kamu cinta


NM

Tuesday, May 22, 2012

Bicara Hati

Disaat rindu bergejolak
Mengapa kata tidak dapat terucap
Hanya jemari yang menari
Mengisahkan lara dihati

Laraku mungkin bukan urusanmu
Ini memang sepenuhnya tentangku..asaku
Tapi bisakah kamu sedikit mengerti
Tentang isi hati ini

Menjadi karang yang kokoh tak selamanya dapat berdiri tegak
Ada saat dimana karang itu dapat hancur
Diterjang atau dihempas sang waktu
Pernahkah kamu berpikir tentang itu?

Aku disini tetap berdiri
Menunggu sang waktu datang
Menghempas karang
Menjadi hancur tak berbekas
Kemudian sirna ditelan waktu


NM

Ketika Angin Berbicara

Jika Angin dan Air merupakan satu kesatuan
Mengapa mereka tidak dapat bersatu
Mengapa mereka memilih untuk berjalan masing-masing

Air selalu tenang di peraduannya
Walaupun sesaat dapat bergejolak tapi tak tentu datangnya

Angin selalu datang dan pergi tanpa tahu arah
Tapi selalu tepat menghembuskan impian dan harapan

Air dan Angin, dapatkah kalian saling mengisi
Mengisi Alam ini dengan suatu harmoni

Bisakah Angin berhenti sejenak mengikuti arah Air
Ataukah Air yang harus berjalan mengikuti ritme Angin
Entahlah..semuanya hanya rahasia Alam yang tak kunjung ada jawabannya...


NM

Angin dan Air

Setiap kata yang keluar dari mulutmu, bagiku adalah suatu harapan
Tetapi bagimu hanyalah suatu kiasan
Yang bahkan tidak pernah ingin kamu realisasikan

Mana yang kamu sebut cinta, sayang atau apapun tentang perasaan
Semua itu bagai angin yang datang perlahan..lalu menghilang

Iya angin, yang dapat datang kapan saja semaunya
Itulah diriku bagimu
Yang hanya datang disaat kamu butuh, kamu ingat atau saat sekelebat bayangku hadir dalam pikiranmu

Bagimu, aku tak lebih dari itu
Meski untukku, kamu adalah air yang selalu mengisi relung hampa yang selalu haus akan kata CINTA


NM

Tentang Cahaya

Memandangmu dalam gelap malam, seakan ada cahaya yang berpendar ke arahku
Namun hanya sekejap...lalu menghilang

Tidak bisakah hadirmu bertahan beberapa saat
Agar aku tidak dapat merasakan gelap gulita yang selama ini aku rasa

Sudah cukup gelap yang selama ini aku rasa
Aku hanya ingin secercah cahaya darimu
Tapi, kamu seolah enggan membagi cahaya kecilmu

Kamu seolah sirna ditelan kelamnya malam, yang selalu mencekam

Mudah bagimu untuk memberikan cahaya kecil itu
Begitu mudahnya sampai kamu tidak ingin membagi lebih dari itu

Sekelebat sinarmu hanya sebagai penerang sesaat
Tanpa ingin kamu bagi lebih lagi..dan lagi..


NM