Duduk termangu di depan laptop, menunggu kabar yang tak kunjung datang
Diam tanpa kata, tanpa bicara, hanya jemari yang melontarkan kata
Pesan yang tak kunjung dikirimkan menjadi saksi sebuah penantian
Sendiri, hanya ditemani suara-suara kecil dari kendaraan yang melintas
Deru angin sempat terdengar, menandakan sang hujan akan segera datang
Namun kabar yang dinantikan entah kapan datangnya
Kemana perginya sang pemberi pesan
Tak sempatkah ia berkabar
Atau telah pergi tanpa jejak, seperti yang sudah-sudah
Tidak tahukah ia bahwa ada asa yang membuncah
Ingin keluar tapi tidak tahu dimana muaranya
Kemana harus kucari muara itu
Tidak tahukah engkau ada setitik asa yang ingin diungkapkan, ingin diucapkan
Atau memang dirinya sudah tidak peduli akan asa yang sedang menggelora
No comments:
Post a Comment