Wednesday, March 20, 2013

Dear You

Aku tidak tahu apa arti kebersamaan kita, ada yang bilang kita ini sepasang kekasih, ada juga yang bilang kalau kita hanya dua orang yang kesepian dan saling membutuhkan, ada juga yang bilang kalau kita ini bagai dua jarum ditumpukan jerami yang saling berdekatan. Lucu ya, bahkan kita tidak tahu arti kebersamaan kita ini seperti apa. Sudah berulang kali kita mempertanyakan hal ini dan hasilnya...nihil...hahahaha...dan disela tawa itu kamu selalu mengatakan bahwa "Status gak menjamin kebahagiaan kan?" dan aku pun mengangguk setuju.




Diawal aku hanya merasa bahwa kamu orang yang hangat, penuh kasih sayang dan penuh keceriaan. Ya, cuma itu. Kamu adalah teman disaat aku gundah, resah dengan segala pikiran yang berlarian di kepalaku, dan juga bahu dikala aku butuh tempat bersandar. Tak terasa rasa nyaman menyelinap diam-diam ke dalam diriku (mungkin juga kamu). Saat menghabiskan waktu bersamamu adalah saat dimana aku harus tersenyum dan juga tertawa. Kamu tidak suka jika aku terdiam dengan bibir mayun yang khas disaat mood ku sedang berantakan. No, kamu tidak akan suka situasi itu. Buatmu, sudah cukup tiap tetes air mata yang pernah kamu lihat, dulu.

Entahlah, kadang aku merasa bahwa "come on, senyum, tawa, amarah, bahkan tangisan itu biasa" tapi buatmu, tangisku merupakan sedihmu dan kamu tidak suka itu.

Sudah berapa banyak gelak tawa yang sudah kita ciptakan saat bersama?
Sudah berapa tetes air mata yang kita keluarkan saat kita berdua?
Sudah berapa banyak amarah yang selalu reda dalam hitungan jam?
Sudah berapa banyak senyum bodoh saat salah satu dari kita memberikan kejutan kecil yang tak terduga?

Mungkin belum banyak, sangat sedikit malah. Hanya terkadang, saat tangan tak dapat saling menggenggam, saat bahu tak dapat disandarkan, saat tubuh ini tak dapat saling memeluk, hal-hal bodoh yang sering kita lakukan menjadi hiburan tersendiri.

Senang bahwa segala goresan kisah tentang kamu dan aku tidak tertuang dalam satu buku, ya tidak  hanya di buku itu aja. Karena goresan kisah kita bisa kita tuangkan disecarik kertas, di dahan pohon, di sebuah pesan singkat, di buku catatan kuliahku, atau mungkin di buku tagihan bulananmu.hahaha..
Itu pertanda bahwa apa yang kita kisahkan tidak melulu terpaku pada satu hal baku, seperti pertalian hubungan yang selama ini orang pikirkan.

Buatku, hadirmu itu bagai pelangi...mungkin hujan harus turun membasahi, tapi selalu berakhir dengan warna indah yang sangat cantik dan menawan...

Lalu, apa arti hadirku..buatmu?




NM

2 comments: