Wednesday, August 20, 2014

Karena Pindah Bukan Menjadi Akhir, Melainkan Awal Dari Pertemanan

Pertama kali mengenal mereka kira-kira setahun yang lalu, tepatnya di awal bulan September. Tiga orang maba dari berbagai kota di Jawa Barat. Si kerudung yang berasal dari Kuningan, Si Bohay dari Tasikmalaya (tepatnya dari Singaparna) dan Si Bawel yang berasal dari Bale Endah - Bandung dan Saya sendiri yang berasal dari Jakarta. Sebelum bertemu mereka semua saya sempat tinggal di Dago, Bandung. Di sebuah tempat kos yang dihuni oleh saya sendiri, karena anak kos yang lain tinggal terpisah dari kamar saya yang merupakan paviliun dari rumah anaknya bapak kos. Terbiasa di kosan sendiri, jarang berinteraksi dengan anak kos lain dan terbiasa berinteraksi dengan keluarga atau sanak saudara dari bapak kos membuat cerita baru ketika saya pindah di kosan yang sekarang. Tinggal bersama-sama dengan tiga orang penghuni lainnya membuat saya harus beradaptasi lagi dengan lingkungan baru. Kebiasan di kosan lama tentu berbeda sekali dengan tempat yang sekarang. Dulu saya tidak mempunyai ruang tengah atau ruang berkumpul, dulu saya cukup nyaman tinggal di kamar cukup luas dengan dua ruangan yang dibatasi dengan sekat. Dulu, saya bisa melakukan apa saja tanpa harus berkompromi. Toh saya seperti tinggal sendiri. Namun sekarang atau setahun lalu, saya mempunyai kebiasaan-kebiasaan baru di lingkungan baru.

Bertemu mereka pertama kali itu saat saya sedang mencari kosan baru karena harus meninggalkan Bandung menuju Jatinangor. Sebuah kota pelajar di daerah Sumedang. Orang-orang tahunya bahwa Jatinangor itu adalah Bandung, padahal secara geografis sudah masuk kota Sumedang. Iya Sumedang coret karena berada di perbatasan kota Sumedang dan Kabupaten Bandung.

Perkenalan diawali saat mereka sedang asik bercengkrama di ruang tengah kosan kami. Saat saya sedang pindahan, membawa serta barang-barang dari kosan lama, tempat segala kenangan selama dua tahun saya berada disana. Mereka anak-anak yang lucu, seakan manusia-manusia polos tanpa beban yang baru saja akan memasuki dunia baru, dunia mahasiswa. Diawal perkenalan kami hanya berbasa-basi seadanya karena setelah memindahkan semua barang-barang, saya lantas pergi dengan teman-teman. Malam itu saya menginap di tempat kawan karena kamar masih belum saya rapikan.

Di hari kedua saya pindah barulah mulai berinteraksi. Oh, ternyata seperti ini ya kosan yang baru, teman-teman yang baru. Banyak tingkah polah mereka yang buat saya geleng kepala. Sebagai orang yang mereka tuakan karena usia saya memang tua :| kadang bikin saya pusing dengan kelakuan mereka. Ada saja yang bikin saya pusing tujuh keliling.

Tapi dari semua sikap mereka yang cukup ajaib, mereka adalah teman-teman yang selalu membantu satu dengan yang lain bahkan suka membuat kejutan saat salah satu dari kami berulang tahun. Orang pertama yang mereka berikan kejutan itu saya. Di hari ulang tahun saya yang jatuh pada bulan November tahun lalu tak disangka mereka semua menyiapakan kejutan kecil. Oh ya, saat saya berulang tahun itu sudah ada penghuni baru yang sebenarnya dulu pernah kos di tempat ini, saat itu ia adalah seorang Asdos di kampus, sekarang sudah magang di daerah Purwakarta. Dan mereka berempat tanpa disangka membuat ulang tahun saya menjadi meriah bahkan saking berisiknya kami bapak kos yang bertempat tinggal di bawah kosan kami sampai menegur. Jujur baru kali itu saya dibuatkan kejutan, biasanya ulang tahun merupakan hari yang biasa, sama saja seperti hari-hari lainnya. Tapi tidak dengan tahun lalu.

Kegiatan wajib selama kami berada di sini, kumpul di ruang tengah. Baik itu hanya sekedar nonton televisi atau berbagi cerita dan gossip mengenai apa saja. Pergi beramai-ramai  ke salah satu mall di Jatinangor juga merupakan kegiatan yang sering kami lewatkan bersama, main sepeda di kampus, atau bahkan berenang di dekat tempat kos kami, tapi sayang saya belum pernah berenang bersama mereka karena selalu saat saya sedang di Jakarta.

Sekarang, satu-satu dari kami sudah tidak tinggal disini, diawalai dengan Neng Asdos yang pindah ke Purwakarta pada awal tahun ini, Si Bawel yang kembali tinggal di rumahnya, menyusul Si Kerudung yang pindah ke kosan lain berbagi kamar dengan adik kelasnya dan terakhir saya, yang rencananya akan kembali ke kota kelahiran saya Jakarta. Kebersamaan dengan mereka semua selama setahun belakangan ini mewarnai hari-hari saya, banyak kisah yang melatar belakanginya, sedih, tawa, marah, pernah kita lewati. Semoga pertemanan ini tak akan berhenti, meskipun satu-satu dari kami sudah tidak disini.(NM)


(Pondok Maryam, Cisaladah 08202014)

Saturday, June 14, 2014

Dinding Itu Mempunyai Telinga

"Mengapa kita bicara harus bisik-bisik bu?", tanya seorang anak kepada ibunya
"Nak, dinding kita punya telinga untuk mendengar setiap percakapan kita", ujar ibunya
"Aku tidak nyaman bu"
"Beginilah keadaannya nak, mau tidak mau, nyaman atau tidak, kamu harus terima"
"Bu, mengapa kebebasan kita dibungkam?"
"Kata siapa nak? Kebebasan kita tidak dibungkam, buktinya kita masih bisa bicara"
"Kita bisa berbicara bu, tapi tidak bersuara"
"Bedanya apa nak? toh sama saja"
"Tidak bu, tidak sama. Buktinya untuk berbicara dengan ibu saja kita harus bisik-bisik"
"Nak, ibu tidak mau kita terpisah lantaran dinding kita bisa mendengar percakapan kita"
"Mengapa bu? Mengapa dinding kita bisa mendengar, mengapa kalau ia mendengar percakapan kita?"
"Sudahlah nak, jangan berisik dan jangan banyak bersuara"
"Kenapa?"
"Karena keingintahuanmu bisa berakibat buruk bagimu, bagiku, bagi bapakmu, atau keluarga kita"
"Sebegitu menyeramkannya bu?"
"Sudahlah, jangan banyak bersuara nak, nanti dinding itu bisa mendengar percakapan kita. Biarlah kita begini asal kita semua aman"
"Iya bu aman, tapi aku merasa tidak nyaman"



(NM)

Monday, July 15, 2013

Awalnya Kita Hanya Menyimpan Rasa

Mungkin semua salahku, aku yang memulai semua lembaran kisah kita...
Dipertengahan Januari lalu kita bertemu, hanya kenal sebatas kawan sesama relawan..
Ya, hanya itu..
Bertegur sapa pun jarang, karena seperti biasa aku jarang memulai percakapan terhadap orang baru.
Lagipula saat itu kita semua sedang sibuk-sibuknya dengan tanggung jawab masing-masing, pun disana ada dia yang sangat aku puja. Dia yang selama ini berdiri di depanku, walau tak terlihat.

Aku baru bertegur sapa dan bisa bicara banyak denganmu tepat hari terakhir, iya hari terakhir kita menjadi relawan. Dan hari itu awal kita bertukar contact secara pribadi, awalnya masih biasa bahkan tak ada rasa.

Hari berganti minggu, tepat seminggu setelah perpisahan itu kita bertemu lagi dan (masih) tidak ada rasa apa-apa, ya hanya kenalan bahkan belum berlabel teman. Ya cuma itu, sebatas orang yang aku kenal.

Beberapa hari setelahnya, kita sempat bercerita banyak di blackberry messenger, kamu menemaniku malam itu ketika seluruh orang di rumahku sedang tidak ada, ya seperti biasa..sendiri..semacam kuncen yang bekerja menjaga rumah. Malam itu, bahkan aku tahu kamu sedang mengerjakan tugasmu, kamu pun sedang dikejar deadline, tapi masih menyempatkan diri untuk menemaniku, walau hanya lewat messenger.

Kamu dengan sabar membaca segala keluh kesahku, padahal kita tidak sedekat itu, ya seperti yang kubilang diawal, kalau kita masih sebatas kenalan belum ada label teman tapi mengapa nyaman. Ah sudah, cepat-cepat kutepiskan kata "nyaman" dibenakku.

Malam kian larut, seorang teman mengajakku untuk bermain ke rumahmu. Batinku "gimana caranya aku ke rumahmu, kendaraan tak ada, bahkan rumahmu pun entah dimana." Tapi temanku bilang "sudah ikut saja, nanti kita bertemu di resto fast food dekat rumahmu ya, kamu bisa kan naik ojek dari rumah?" dan aku pun mengiyakan.

Lewat tengah malam aku bertemu temanku, dari resto fast food itu aku meluncur ke rumahmu. Sedikit bercerita tentangnya juga tentangmu..dan dia.. "ooooh, jadi dia lagi suka sama cewe, kak? aku baru tahu sih, pantas saja waktu itu dia mengantar cewe itu pulang." dalam hati aku berbisik "oh sudah punya gebetan" (ITU SUDAH).

Sesampainya di rumahmu, aku merasa ada kehangatan yang menyeruak walau aku tahu kamu tinggal sendiri dan aku cuma bisa berdecak kagum dalam hati "hebat ya bisa hidup sendiri selama ini". Aku sebagai penyuka kesendirian pun tidak akan mampu melewatinya, ya aku salut denganmu dan itu kesan pertamaku. Sejak kunjungan pertamaku itu, entah mengapa kita semakin dekat mungkin karena jarak rumah kita yang tidak terlalu jauh atau memang karena kita sama-sama butuh seorang teman.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Entah sudah berapa kali kita bertemu, hanya berdua atau bersama dengan teman-temanmu. Saat kamu berulang tahun pun aku tidak ingin kamu melewatinya bersama teman-temanmu saja, aku semacam ingin ikut merasakan kebahagianmu dalam melewati pergantian usiamu.

Kini rasa itu bukan hanya sekedar kagum atau suka, mungkin sayang atau sudah cinta. Satu hal yang aku tahu, kesabaranmu, kedewasaanmu membuatku betah berlama-lama berada disampingmu. Kamu yang selalu membuatku merasa nyaman, membuatku merasa berharga, dan membuatku merasa mempunyai tempat istimewa di dalam hidupmu.


NM

Saturday, July 13, 2013

Jogja Trip - Istana Ratu Boko dan Museum Ullen Sentalu

Perjalanan saya di Magelang dan Jogja tidak hanya sampai di candi Borobudur saja, karena waktu yang cukup lama saya masih bisa mengunjungi objek wisata lain seperti Istana Ratu Boko dan Juga Museum Ullen Sentalu. Ya, sudah cukuplah berjibaku dengan para pengunjung yang mencapai ribuan orang di candi Borobudur pada saat Hari Raya Waisak, hari-hari berikutnya saya isi dengan jalan-jalan menikmati kota Jogja dan juga berkunjung ke tempat kerabat di daerah Godean.


26 Mei 2013

Hari ini kami berdua tidak pergi ke banyak tempat, hanya mengunjungi kerabat di daerah Godean. Malamnya saya berdua dan seorang teman menikmati malam di angkringan Tugu, sebelumnya kami makan malam di nasi goreng sapi dekat Semesta café, duh saya sendiri lupa nama tempatnya. Tapi menu yang berupa nasi goreng daging sapi yang disajikan cukup enak dan tempatnya juga cukup ramai dikunjungi.


27 Mei 2013

Setelah kami menginap di rumah kerabat di Godean, hari ini kami pindah ke penginapan yang lebih dekat dengan pusat kota. Siangnya kami mampir ke rumah makan Soto Pak Slamet, masih di sekitar Godean. Sotonya ayamnya enak, berisi ayam suwir,perkedel kentang,toge yang masih berupa kecambah,serta taburan bawang goreng dan daun bawang menambah nikmatnya soto ayam Pak Slamet, selain itu masih ada sate ayam, ayam goreng dan juga perkedel yang bisa kita tambahkan jika masih kurang, berbagai isian tambahan itu tersedia dalam satu piring di setiap meja.
Sore pun menjelang, kami berdua bersiap untuk pindah ke penginapan Pondok 71 di jl. MT Haryono, Pugeran. Setelah berpamitan dengan para kerabat di Godean, kami pun melanjutkan perjalanan kami dengan menggunakan ojeg dari Godean menuju  penginapan yang berada di pusat kota Jogja.
Sesampainya di penginapan ( Rp 100.000/malam), kami hanya istirahat sebentar  lalu dilanjutkan ke angkringan Tugu karena sudah ada janji dengan teman saya yang tinggal di Jogja. Karena kami belum sempat menyewa motor untuk berkeliling, malam itu kami berdua pergi ke angkringan Tugu menggunakan Trans Jogja, ini pertama kalinya saya naik Trans Jogja maklumlah terakhir ke Jogja belum ada transportasi bernama Trans Jogja ini.
Oh iya, tak disangka-sangka saya juga bertemu dengan teman saya yang lain saat di angkringan Tugu, karena saat saya diperjalanan menuju angkringan, ada salah seorang teman SMA saya yang berkuliah di Jogja melihat twit saya yang sedang ada di Jogja, saya piker sekalian saja bertemu di angkringan yah itung-itung reuni masa SMA. Jadilah malam itu teman SMA saya ikut gabung bersama saya dan teman-teman saya yang lain.
Puas ngobrol-ngobrol di angkringan, saya pamit pulang duluan karena besok pagi saya masih harus pergi ke objek wisata yang lain. Pulang dari angkringan saya mengajak partner saya jalan kaki sepanjang Malioboro sampai 0 Km, dari situ kami pulang ke penginapan menggunakan becak.

Rumah Makan Soto Pak Slamet




27 Mei 2013

Hari ini kami menyewa motor (Rp 50.000/hari) untuk dipakai berkeliling, setelah makan siang di dekat penginapan kami berdua pergi ke daerah Kota Gede lalu dilanjutkan ke Istana Ratu Boko. Perjalanan yang cukup jauh ditemani hujan gerimis ditengah-tengah perjalanan tidak menyurutkan niat kami untuk melihat kemegahan Istana Ratu Boko. Beruntung saat kami sampai disana, cuaca cukup cerah berawan sepertinya semesta cukup bersahabat dengan kami. Sesampainya di Istana Ratu Boko, kami disuguhkan pemandangan alam yang begitu indah dari atas bukit, tidak hanya di Istana Ratu Boko saja, tapi disepanjang perjalanan menuju objek wisata ini mata kita dimajakan dengan hamparan sawah yang luas, pohon-pohon yang rindang dan pemukiman yang asri.
Berbekal tiket masuk Rp 25.000 ( gratis sebotol air mineral ukuran kecil) saya menaiki tangga-tangga kecil mengarah ke Istana Ratu Boko, sebelum memasuki gerbang Istana, pengelola menyediakan taman yang cukup luas untuk kita beristirahat, ada beberapa pendopo kecil dan juga bangku-bangku taman yang dikelilingi pohon-pohon rindang. Di taman itu saya bertemu dengan beberapa ekor anjing kecil yang sedang bermain. Mereka cukup ramah kepada para pengunjung Istana Ratu Boko, saya pun sempat bermain dengan mereka sebelum memasuki gerbang istana.
Saat saya memasuki gerbang istana, kemegahan Istana Ratu Boko sudah mulai terasa. Hamparan lapangan yang luas menyambut saya setelah saya melewati gerbang istana. Di bagian kiri dari gerbang istana ada sebuah bangunan berupa candi yang dinamakan candi pembakaran, dari candi pembakaran saya menuju ke pendopo, kepuntren dan juga kompleks pemandian yang sangat cantik. Dari areal kepuntren kita bisa melihat keindahan perbukitan yang berada di belakang Istana.
Sayang sekali saat saya kesana cuaca sedang berawan sehingga saya tidak dapat menikmati keindahan matahari terbenam di Istana Ratu Boko karena objek wisata ini sangat cocok untuk menikmati indahnya matahari terbenam dari sela-sela gerbang istana.


Jalan menuju gerbang istana

Gerbang istana dari atas candi pembakaran





















28 Mei 2013



Hari ini hari terakhir kami berada di Jogja, rencana kami siang ini adalah mengunjungi Museum Ullen Sentalu yang berada di Kaliurang. Kali ini saya tidak hanya berdua tapi bertiga dengan seorang teman saya, siang ini kami berangkat dari penginapan sekalian check out karena sorenya kami sudah harus kembali lagi ke Jakarta.
Sesampainya di Ullen Sentalu saya cukup terkesima dengan pintu masuknya yang  banyak ditumbuhi tumbuhan rambat. Museum ini merupakan museum pribadi milik dari keluarga Haryono yang saat ini dikelola oleh Yayasan Ulating Blencong. Museum ini terdiri dari beberapa ruangan yaitu : ruang selamat datang,ruang seni tari dan gamelan,guwa sela giri,kampung kambang,dan koridor retja landa ,semua ruangan tersebut terdiri dari peninggalan kerajaan Mataram Islam di Jogja dan Solo.
Di museum ini pengunjung tidak diperbolehkan mengambil gambar di ruangan-ruangan yang sudah saya sebutkan sebelumnya kecuali di area taman dan café yang merupakan sarana pendukung museum. Meskipun begitu, museum Ullen Sentalu merupakan objek wisata wajib bagi kita yang ingin mempelajari mengenai sejarah kerajaan Mataram Islam, di museum tersebut sarat dengan berbagai macam kekayaan sejarah dari keraton.
Setelah berkunjung ke museum Ullen Sentalu tibalah waktunya bagi kami berdua untuk kembali ke Jakarta, dengan menggunakan bus tujuan terminal kampung rambutan saya pulang ke Jakarta untungnya bus saya kali ini tidak seperti bus pada waktu saya berangkat ke Jogja.








NM

Jogja Trip dan Bonus Perjalanan Keliling Jakarta

Gak terasa sekarang udah masuk bulan Juli aja, rencana mau cerita tentang perjalanan saya ke Jogja dibulan Mei lalu sempat tertunda selama satu bulan, okelah mumpung saat ini saya lagi santai mending saya cerita soal perjalanan saya ke Jogja yang menurut saya cukup absurd tapi tetap menyenangkan kok :D


24 Mei 2013

Saya berangkat ke Jogja menggunakan bus dari terminal Kampung Rambutan, karena yang beli tiket itu bukan saya maupun partner liburan saya, jadilah kita berdua menebak-nebak bus apa yang akan menemani perjalan kita dari Jakarta – Jogja, maklum lah nama bus yang asing di telinga kita berdua bikin kita penasaran. Jam 5 sore kami berdua sudah sampai di terminal, bus yang dijanjikan akan datang pukul 18.00 ternyata baru datang sekitar pukul 19.00 selepas isya. Saat itu tidak ada prasangka buruk atau feeling yang engga enak. Sekitar pukul 19.30 para penumpang naik ke bus tersebut, nah disini keanehan mulai terjadi, yang ada di kepala kita berdua cuma satu “bus macam apa ini?” bangkunya ada beberapa yang sudah tidak layak pakai, bagian dalam bus juga kotor ac-nya juga tidak begitu dingin, ya begitulah tampilan bus kami pada saat itu, dalam hati cuma bisa berdoa “semoga perjalan kami lancar” karena besok siang kami masih harus meneruskan perjalanan ke Magelang untuk melihat prosesi Waisak di candi Borobudur.

Pukul 20.00 bus akan segera berangkat, namun saya baru beberapa meter bus tersebut jalan ternyata ac-nya mati, jadilah seluruh penumpang yang mengisi setengah dari kapasitas bus harus menunggu mesin ac dibetulkan. Saat itu para penumpang sudah mulai marah oleh pengelola dan juga supir, karena harga yang mereka bayar bukan untuk mendapatkan bus rusak dan tidak sepadan dengan apa yang mereka bayarkan. Setengah jam berlalu, akhirnya bus kami pun mulai melakukan perjalanannya, saya pun mulai memberi kabar ke teman-teman yang sudah lebih dulu sampai di Jogja bahwa kami sudah berangkat.

Dalam perjalanan tersebut seperti biasa saya duduk di pojok dekat jendela, tempat favorit saja. Setelah hampir satu jam kami meninggalkan terminal, ternyata ada keanehan lain “ini bus kenapa berada di tol yang mengarah ke tanjung priok, kenapa tidak langsung ke tol Cikampek?” akhirnya saya memberitahukan partner saya agar dia menanyakan kepada supir bus karena saya pikir dia akan mencari penumpang berhubung kapasitas bus masih setengahnya. Setelah ditanya ke supir tersebut ternyata si supir salah masuk tol dan setelah teguran dari para penumpang, si supir tersebut keluar tol dan putar balik, dan bodohnya si supir itu malah mengarahkan busnya ke Pulogadung dan entah untuk alasan apa karena setelah sampai terminal Pulogadung, dia hanya putar balik lagi dan kembali kearah bypass menuju cawang. Semua penumpang sudah sangat marah, karena harusnya saat itu kami sudah berada di tol Cikampek tapi malah diputar-putar oleh supir bus yang ternyata tidak tahu jalan, bayangkan saja di Jakarta saja kami sudah kesasar apalagi nanti ketika sudah masuk ke Jawa Barat/Jawa Tengah.Sudah hampir tengah malam kami baru memasuki tol Cikampek, itu pun masih harus terjebak macet di tol Jatibening, saya pun mulai lelah dan mengantuk.


25 Mei 2013

Pukul 01.00 saya terbangun, saya pikir bus sudah melaju jauh dari Jakarta, taunya masih di daerah Cibitung, supir bus mengambil penumpang di GT Cibitung dan penumpang bus sudah mulai penuh, saya hanya terbangun sebentar, perut sudah pun sudah mulai keroncongan karena baru diisi pada jumat siang dan bus belum ada tanda-tanda akan istirahat makan, jadi lebih baik saya melanjutkan tidur saya saja. Pukul 04.00 bus berhenti di Indramayu untuk beristirahat, bayangkan saja kami berangkat sekitar pukul 20.30 dan baru beristirahat pada pukul 04.00 dan masih di daerah Indramayu pula, mau sampai kapan kami sampai di Jogja?

Pagi mulai menjelang, bus kami sempat berhenti sekali karena ac mulai ngadat dan saat itu sudah sekitar pukul 06.00 atau pukul 07.00, saya pun sudah tidak bisa tidur karena sudah mulai gelisah. Perjalanan ke Jogja masih sekitar enam sampai tujuh jam lagi tapi kami masih berada di sekitar Cirebon dan waktu kami benar-benar terbuang sia-sia.

Sesampainya di Kabupaten Brebes ada satu kejadian yang membuat saya benar-benar sudah habis kesabaran. Si supir yang sudah membawa kami berkeliling Jakarta sebagai bonus perjalanan, ternyata melakukan hal bodoh lagi, ia melewati jalan yang sama selama dua kali. Partner saya pun mengatakan kepada saya agar kita melanjutkan perjalanan menggunakan travel ke Jogja. Sebenarnya ide tersebut sudah tercetus saat kami berada di Cirebon tapi saya sanksi karena kita berdua tidak tahu jalan dan bus tersebut tidak lewat tengah-tengah kota, jadi agak riskan untuk saat itu turun di Cirebon.

Beberapa travel dari Brebes ke Jogja pun sudah dihubungi dan ada satu travel yang akan berangkat pukul 10.00, jadi kami tidak perlu menunggu lama karena saat itu sudah pukul 09.00, turunlah saya berdua di Alun-alun kota Brebes, beberapa penumpang yang duduk di dekat bangku kami pun bertanya mengapa kami berdua turun di tengah perjalanan dan kami cuma bisa menjawab “mendingan turun deh pak, ngurang-nguranin dosa nih daripada marah-marah terus sama si supir bus”. Dengan perasaan lega kami turun dari bus menyebalkan itu, setidaknya kami tidak diliputi rasa kesal dan marah karena kelakuan supir bus yang super ajaib.


Supir bus yang sudah membawa kami berkeliling Jakarta


Iseng -iseng narsis sambil nunggu travel dari Brebes - Jogja

Alun-alun kota Brebes


Di alun-alun kami beristirahat sebentar di warteg kecil pinggir jalan, sekalian nge-charge handphone dan menunggu travel kami datang. Pukul 10.30 travel kami pun datang, kami penumpang pertama yang dijemput, si supir travel yang cukup ramah menanyakan tujuan kami kemana. Kami bilang tujuan kami ke Jogja, tapi sebenarnya kami akan ke Borobudur Magelang. Si supir pun menawarkan mengantar ke Magelang, ya hanya menambah uang rokok saja. Setelah sepakat kami berdua pun bisa tersenyum lega, lumayanlah kami tidak perlu capek-capek ke Jogja dulu baru ke Magelang. Setelah si supir menjemput dua orang penumpang yang lain, mulai lah perjalanan kami menuju Magelang. Selama perjalanan saya menikmati hamparan sawah yang hijau, rumah-rumah penduduk, jarang sekali saya melintasi jalanan yang penuh sesak, mungkin karena mobil travel jadi banyak melewati jalur alternatif. Sekitar pukul 15.00 kami istirahat di sebuah rumah makan, disitu kami berdua baru makan dengan santai tanpa terburu-buru, makanannya pun cukup enak khas masakan rumahan. Selesai makan saya menyempatkan diri untuk bersih-bersih badan, kamar mandinya bersih airnya segar, niatnya hanya ingin cuci muka tapi saya malah mandi karena saya piker sesampainya saya di Magelang sudah tidak sempat untuk mandi lagi.

Perjalanan pun dilanjutkan, di tengah-tengah perjalanan hujan mulai turun, sore yang hangat berubah menjadi dingin karena guyuran hujan. Memasuki kota Magelang, hujan makin deras dan kemacetan sudah mulai tampak. Selepas magrib kami berdua sampai di terminal dekat candi Borobudur, kami minta diturunkan di terminal karena kasihan dengan penumpang travel yang lain untuk mempersingkat waktu, tak lupa kami ucapan terima kasih yang tulus kepada pak supir yang sudah mengantarkan kami dengan selamat, ah andaikan supir bus kami seperti pak supir travel ini.

Perjalanan ke candi Borobudur kami lanjutkan dengan berjalan kaki, dari terminal hujan belum turun tapi saat kami hampir sampai candi, hujan mulai turun rintik-rintik. Sesampainya kami di pintu candi, para pengunjung mulai berdesakan. Pintu yang hanya dibuka sedikit menyulut pengunjung yang lain untuk saling dorong-dorong dan melontarkan teriakan-teriakan agar pintu dibuka lebih besar. Kami berdua akhirnya bisa masuk ke dalam. Di dalam candi Borobudur sudah banyak pengunjung, berbaur dengan para umat Budha. Sesampainya kami disana, Menteri Agama sedang melakukan pidato, dilanjutkan dengan pidato dari Gubernur Jawa Tengah dan juga dari Pemuka Umat Budha. Pengunjung semakin tak beraturan, hujan pun semakin deras. Para pengunjung yang bercengkrama dengan kawan-kawannya mengurangi ke-khusuk-an ibadah malam itu. Niat saya untuk mengeluarkan kamera karena ingin mengabadikan malam itu pun saya urungkan, hujan yang semakin deras ditambah saya tidak membawa paying menjadi alasannya. Cukup lah saya bisa melihat dari dekat Hari Raya Waisak di Borobudur tanpa harus mengabadikan moment ini dengan kamera mungil saya toh perjalanan dari Jakarta yang cukup melelahkan sudah mengurani minat saya mengambil gambar.

Sejam berlalu, akhirnya kami berdua bisa bertemu dengan rombongan kawan- kawan yang lain. Syukurlah kami berdua bisa bertemu mereka di tengah kerumunan ribuan orang, segala kesusahan selama kami menuju Borobudur pun terasa sirna. Pukul 22.00 hujan tidak mereda malah semakin deras, dari pengeras suara terdengar suara panitia yang menyampaikan bahwa apabila dalam waktu setengah jam hujan tidak reda acara pelepasan lampion harapan yang merupakan salah satu prosesi Waisak tidak akan dilaksanakan. Saya dan kawan-kawan masih menunggu setengah jam lagi, ternyata semesta berkata lain, apa yang sudah direncanakan oleh manusia tetap kembali pada kebesaran semesta. Hujan pun semakin deras dan kami bergegas untuk ke pintu keluar. Saat berjalan ke pintu keluar banyak para pengunjung yang merasa kecewa karena pelepasan lampion tidak jadi dilakukan pada malam itu, saya pribadi pun sudah tidak peduli, capeknya badan lebih menyita energi saya ketimbang harus merasa kecewa hanya karena pelepasan lapion tidak jadi dilakukan, toh kalau semesta berkehendak saya sebagai manusia bisa bilang apa, hujan tidak dapat dicegah karena itu kemauan dari semesta dan hujan itu merupakan anugerah jadi mengapa mesti marah.


Saya berdua terpisah dari rombongan, yang lain sudah menuju kendaraan masing-masing, karena hanya kami berdua yang tidak membawa kendaraan jadilah kami berteduh di sebuah warung, sekedar melepas lelah, mengisi perut dan menunggu kawan-kawan kami yang lain karena saat keluar kami berselisih jalan. Segelas teh manis hangat dan mie instant cup pun kami pesan untuk makan malam cukuplah untuk menemani malam kami yang dingin, setidaknya bisa menghangatkan hati dan badan yang terasa lelah selama lebih dari 24 jam ini.

Satu-satunya photo kemegahan Candi Borobudur saat perayaan Waisak yang saya photo menggunakan kamera handphone



NM

Thursday, April 04, 2013

Sepenggal Kisah Tentangmu


Sebuah lagu mengalun indah dari laptopku, lagu yang pernah direkomendasikan oleh salah seorang sahabatku. Tepatnya dijebak sih untuk mendengarkan lagu tersebut, sahabatku bilang "Tadi aku baru dengerin satu lagu, kayanya pas banget buat kamu deh".

Ada rasa ragu kala aku ingin mendengarkannya tapi rasa penasaranku ternyata lebih besar...dan benar saja...baru satu, dua bait lagu tersebut air mataku mengalir deras tanpa henti. Air mata yang tidak dapat aku redam walau aku sudah berusaha untuk menampungnya hanya dalam hati. Tumpah semua perasaan yang selama ini aku pendam, lega karena bisa melampiaskan rasa yang selama ini bersemayam.



       Hai, selamat bertemu lagi..                                 

       Aku sudah lama menghindarimu
       Sialkulah kau di sini
       Sungguh tak mudah bagiku
       Rasanya tak ingin bernafas lagi
       Tegak berdiri di depanmu kini
       Sakitnya menusuk jantung ini
       Melawan cinta yang ada di hati

       Dan..upayaku tahu diri..
       Tak slamanya berhasil
       Pabila kau muncul terus begini
       Tanpa pernah kita bisa bersama
       Pergilah, menghilang sajalah..lagi..

       Bye, selamat berpisah lagi
       Meski masih ingin memandangimu
       Lebih baik kau tiada di sini
       Sungguh tak mudah bagiku
       Menghentikan sgala khayalan gila
       Jika kau ada dan ku cuma bisa
       Meradang menjadi yang di sisimu
       Membenci nasibku yang tak berubah

       Dan..upayaku tahu diri..
       Tak slamanya berhasil
       Pabila kau muncul terus begini
       Tanpa pernah kita bisa bersama
       Pergilah, menghilang sajalah..lagi..


       Berkali-kali kau berkata
       Kau cinta tapi tak bisa
       Berkali-kali tlah berjanji
       Menyerah...

       Dan..upayaku tahu diri
       Tak slamanya berhasil

       Pergilah, menghilang sajalah
       Pergilah, menghilang sajalah..lagi...


       (Maudy Ayunda - Tahu Diri)


Mungkin karena lirik lagu tersebut sedikit menyinggung kejadian beberapa hari sebelumnya, ya tatkala aku bertemu dengan dia yang selama ini (mungkin) kuhindari atau memang semesta sedang tidak mempertemukan kita. Dan ketika semesta mempertemukan, serasa ditampar oleh kenyataan bahwa ada dia yang sedang duduk disana tanpa aku sadari kehadirannya. Ya, sungguh diluar dugaan. Pahit memang, karena aku memang belum ingin bertemu dengannya walau dihati kecil aku rindu kehadirannya, pelukannya, dan kecupan lembutnya di kening aku seperti dulu.

Antara marah kepada semesta dan tak tahu harus berbuat apa, aku hanya diam dan tidak banyak bicara, seperlunya dan bukan kepadanya. Ah, kalau kuingat betapa bodohnya aku, betapa tololnya sikapku saat itu, buat apa aku membangun gunung es diantara aku dan dia. Dan kejadian bodoh itu pun aku ceritakan kepada sahabatku yang akhirnya menjebakku dengan lagu ini..iya aku merasa terjebak..hahaha..bodoh kuadrat.

Dan sekarang, hanya bisa tertawa kalau mengingat kejadian beberapa bulan lalu itu, stupid me.. :'D




NM

Wednesday, March 20, 2013

Dear You

Aku tidak tahu apa arti kebersamaan kita, ada yang bilang kita ini sepasang kekasih, ada juga yang bilang kalau kita hanya dua orang yang kesepian dan saling membutuhkan, ada juga yang bilang kalau kita ini bagai dua jarum ditumpukan jerami yang saling berdekatan. Lucu ya, bahkan kita tidak tahu arti kebersamaan kita ini seperti apa. Sudah berulang kali kita mempertanyakan hal ini dan hasilnya...nihil...hahahaha...dan disela tawa itu kamu selalu mengatakan bahwa "Status gak menjamin kebahagiaan kan?" dan aku pun mengangguk setuju.




Diawal aku hanya merasa bahwa kamu orang yang hangat, penuh kasih sayang dan penuh keceriaan. Ya, cuma itu. Kamu adalah teman disaat aku gundah, resah dengan segala pikiran yang berlarian di kepalaku, dan juga bahu dikala aku butuh tempat bersandar. Tak terasa rasa nyaman menyelinap diam-diam ke dalam diriku (mungkin juga kamu). Saat menghabiskan waktu bersamamu adalah saat dimana aku harus tersenyum dan juga tertawa. Kamu tidak suka jika aku terdiam dengan bibir mayun yang khas disaat mood ku sedang berantakan. No, kamu tidak akan suka situasi itu. Buatmu, sudah cukup tiap tetes air mata yang pernah kamu lihat, dulu.

Entahlah, kadang aku merasa bahwa "come on, senyum, tawa, amarah, bahkan tangisan itu biasa" tapi buatmu, tangisku merupakan sedihmu dan kamu tidak suka itu.

Sudah berapa banyak gelak tawa yang sudah kita ciptakan saat bersama?
Sudah berapa tetes air mata yang kita keluarkan saat kita berdua?
Sudah berapa banyak amarah yang selalu reda dalam hitungan jam?
Sudah berapa banyak senyum bodoh saat salah satu dari kita memberikan kejutan kecil yang tak terduga?

Mungkin belum banyak, sangat sedikit malah. Hanya terkadang, saat tangan tak dapat saling menggenggam, saat bahu tak dapat disandarkan, saat tubuh ini tak dapat saling memeluk, hal-hal bodoh yang sering kita lakukan menjadi hiburan tersendiri.

Senang bahwa segala goresan kisah tentang kamu dan aku tidak tertuang dalam satu buku, ya tidak  hanya di buku itu aja. Karena goresan kisah kita bisa kita tuangkan disecarik kertas, di dahan pohon, di sebuah pesan singkat, di buku catatan kuliahku, atau mungkin di buku tagihan bulananmu.hahaha..
Itu pertanda bahwa apa yang kita kisahkan tidak melulu terpaku pada satu hal baku, seperti pertalian hubungan yang selama ini orang pikirkan.

Buatku, hadirmu itu bagai pelangi...mungkin hujan harus turun membasahi, tapi selalu berakhir dengan warna indah yang sangat cantik dan menawan...

Lalu, apa arti hadirku..buatmu?




NM

Sunday, March 10, 2013

Arti Hadirmu

Semesta mungkin sedang bercanda
Atau mungkin sedang tertawa
Karena ada sesosok manusia
Dengan segala egonya
Dengan segala keras hatinya
Dengan segala kelemahannya
Dapat tunduk kepada seseorang yang bahkan tidak dikenalnya

Darinya ia belajar untuk dapat menerima
Darinya ia belajar untuk memaknai hidupnya

Mungkin semesta jengah terhadap apa yang pernah dilaluinya
Setahun, sebulan, seminggu, bahkan sehari yang lalu...
Ia pernah menyia-nyiakan hidupnya
Semesta ingin ia berkaca
Bahwa hidup tidak dapat ia sia-siakan begitu saja
Dan semesta menyadarkan...Dengan caranya...Dari dirinya



NM

Tuesday, December 18, 2012

Duka

Saat hati berselimut duka, akankah ia berubah menjadi tawa?
Kalau kamu percaya bahwa duka dapat berakhir bahagia
Semesta akan berikan 1001 cara agar semua itu sirna

Saat duka datang, pintu kematian menjelang
Niscaya ada satu pintu kecil yang juga ikut terbuka
Pintu apakah itu?
Itulah pintu harapan yang berupa cinta dan keikhlasan
Cinta yang setia menunggu keajaiban datang
Serta keikhlasan saat kematian menjadi jawaban
Ingatlah bahwa Semesta akan menjawab segala harap yang dilandasi keikhlasan

Apakah keajaiban itu ada?
Ya, keajaiban itu ada disekitar kita
Bahkan ada disetiap denyut nadi kita
Karena Semesta menyimpan beribu keajaiban
Berupa apa saja, asal kita peka terhadap Semesta


NM

Monday, December 17, 2012

Distraksi yang Kamu Beri

Kamu datang tak menentu, bagai angin yang berhembus sesukamu
Namun hadirmu selalu kunanti, untuk menyejukan isi hati
Aku tak berharap banyak, karena buatku kamu adalah distraksi
Kamu pun tak memberi aku harap, hanya memberi aku rasa nyaman
Entah apa makna dibalik ini semua, aku tak mengindahkan logika
Tapi aku pun tak memberimu sepenuh hati karena aku takut terjatuh lagi
Senang, tawa, dan gembira, itu yang selalu kamu beri
Tanpa ada tangis atau sesak di dalam hati
Aku bisa melihat ketulusanmu, entah apa maksud dari semua itu
Kamu tak pernah membiarkan aku murung dalam diam
Kamu selalu membuat aku tertawa bahkan tersenyum dengan sikapmu itu
Selalu ada cara untuk membuat aku bicara
Selalu ada cara untuk melihat senyum tipis dariku
Ya, itu yang kamu lakukan, itu yang kamu berikan
Mereka bilang aku harus nikmati semua tawa bahagia yang kamu ciptakan
Mereka bilang aku pantas mendapatkan itu
Entahlah, seakan logika dan perasaan sedang seimbang
Atau mungkin memang seharusnya seperti itu
Bahwa logika dan perasaan memang harus sejalan

NM



Sunday, November 25, 2012

Sore Santai di Naik Daun Resto



Berawal dari tadi siang yang gw sendiri juga bingung pengen kemana, sempet bbm-an sama seorang teman untuk bertanya dan meminta referensi tempat nongkrong yang asik meskipun gw cuma sendirian. Teman gw menyarankan untuk pergi ke beberapa tempat tapi kok gw ngerasa... "ah males gitu secara tempatnya cukup jauh dari kosan". Akhirnya gw berpikir untuk dateng ke satu tempat yang cuma selemparan batu doang dari kosan gw.

Setelah pergi ke atm yang gak begitu jauh dari kosan, tapi lumayan sih ya secara harus keluar dari wilayah Dago Pojok, saat itu gw masih mikir "balik ke kosan dan ke tempat yang gw maksud di awal atau gw pergi ke tempat makan yang cukup jauh dari kosan gw dengan catatan pasti nemu macet dan rameeee.."

Finally, sekitar jam tiga sore, cuaca cukup mendung+gerimis-gerimis romantis gimanaaa..gitu..gw melangkahkan kaki menuju satu tempat di Jalan Dago Pojok no. 60 which is cuma beda beberapa rumah dari kosan, nama tempatnya itu Naik Daun Resto (follow twitternya https://twitter.com/naikdaunresto ) tempat yang selama ini sering gw curi-curi pandang kalo lewat, karena design bangunannya yang cukup bikin ngiler (tipe gw banget,yes) dan bikin gw penasaran aja gitu untuk menikmati tempatnya+makanan yang ada disana.

Begitu gw sampai disana, kesan pertama gw adalah "ini tempat asik kayanya buat bengong sendiri sambil nulis atau buat ngobrol sama teman-teman gw" karena di tempat yang cukup imut-imut itu viewnya dan suasananya enak banget karena konsepnya yang open space area jadi kesan yang didapat itu berasa lega dan juga luas.

Karena tujuan gw datang kesana buat mengisi perut gw yang lagi kelaparan sangat, gak pake basa-basi gw langsung pesan Nasi Goreng Rempah dan Ginger Tea sebagai teman makan dan juga bengong sore-sore gw. Gak berapa lama nunggu, Ginger Tea pesanan gw datang. Pas minuman itu disajikan bersama satu pot kecil gulanya jujur gw kaget "ini teh tapi kok gulanya kaya brown sugar gitu", seperti biasa gw selalu merasakan minuman/makanan tanpa dicampur apa pun karena gw pengen tahu rasa aslinya. Sebelum dicampur gulanya, tehnya tuh berasa banget jahenya tapi gak terlalu menyengat, semuanya menyatu dengan nikmat apalagi pas gw tambahin si gula yang menurut gw lain dari biasanya. Setelah beberapa teguk teh makanan yang gw pesan pun datang. Nasi Goreng Rempahnya ditata dipiring berbentuk daun dan penyajiannya cukup unik untuk sebuah tempat makan minimalis seperti ini. Satu suap, dua suap, eh nasi gorengnya kok enak ya, gak hanya tampilannya tapi rasanya buat gw bolehlah ya apalagi buat harganya yang gak nguras kantong (maklum mahasiswa+anak kosan). Setelah nasi gorengnya habis, gw sempat nanya desert apa yang mereka punya dan gw direkomendasikan untuk nyobain home made cup cakes, lalu gw pilihlah Green Tea cup cakes. Pas dateng si cup cakes, jiyaaaah cup cakesnya imut pisan sekali caplok ini mah...hahaha..tapi jangan salah cup cakesnya enak loh, green teanya berasa dilidah gw dan pelan-pelan banget makannya karena gw gak mau cepat-cepat habis gitu.

Setelah gw menghabiskan satu piring nasi goreng rempah, sebuah green tea cup cakes, dan segelas ginger tea, gw kok masih pengen berlama-lama disana ya, jadilah gw pesan segelas Ice Chocolate. Karena pesanan terakhir inilah gw ngobrol-ngobrol dengan salah seorang waiter yang melayani gw (well, sepenglihatan gw ada dua orang waiter disana) ternyata konsep tempat itu gak sekedar tempat makan tapi ada juga kos-kosan dan juga hotel untuk para backpacker yang butuh tempat penginapan. Tadi juga gw sempet diajak untuk ngintip beberapa kamar yang nantinya akan disewakan untuk para backpacker yang akan menginap. Dia juga bercerita bahwa akan ada satu tempat yang bisa digunakan untuk barbecue party dan satu tempat yang akan dijadikan sebuah studio mini untuk para seniman yang suka melukis. Konsep yang ada memang sudah cukup matang hanya tinggal proses tahap akhir maka tempat itu akan seutuhnya berjalan. Setelah cukup lama ngobrol dengan waiter itu ia pun pamit untuk membuatkan gw segelas ice chocolate dan Voila! ternyata orang yang daritadi menemani gw ngobrol adalah si owner dari tempat tersebut (speechless). Obrolan pun dilanjutkan dengan waiter yang lain, seorang lulusan diploma perhotelan yang cukup ramah, seramah si owner yang udah buat gw speechless.hahaha...

Berkat keisengan gw dihari minggu yang emang bikin males keluar dari area Dago Pojok karena seperti biasa, tiap weekend kota Bandung selalu ramai dengan wisatawan lokal khususnya dari Jakarta, gw menemukan tempat makan, nongkrong dan juga ngobrol-ngobrol yang letaknya pun hanya beberapa meter dari kosan gw. Dan gw rasa tempatnya cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa dan anak kosan, ditambah lagi makanannya yang cukup enak dan suasananya yang bersahabat. Jadi, siapa yang mau nemenin gw nongkrong asik+ngobrol-ngobrol sambil makan/ngopi-ngopi di Naik Daun Resto, selanjutnya?


NM

PS : dibawah ini gw upload pesanan yang gw sebutkan diawal minus Ice Chocolate-nya tapi.. :)
       Thanks to @Rendy_aditya for your nice place :)


Hot Ginger Tea, teman pas buat yang gak pengen ngopi


Nasi Goreng Rempah yang gurih, pedas dan juga cantik

Green Tea cup cakes yang unyu dan yummy















Sunday, November 04, 2012

(untitled)

Gelap, melayang, tenggelam...

Meski aku membuka mata, hanya gelap yang menyelimuti raga
Meski aku berpijak, namun diri bagai terbang tanpa tahu akan kemana
Meski aku terdiam, diri ini bagai tenggelam ke dasar samudera

Aku coba mencari pegangan, tapi tak ada yang sanggup menggenggam
Saat aku coba berdiri, selalu angin menghempas dan pergi
Disaat aku memutuskan untuk berhenti, semakin aku jauh terperosok ke dalam dan terjatuh lagi

Hilang..tanpa cahaya, tanpa pijakan, tanpa pegangan, dan aku selalu disini, sendiri...
Bayangan pun enggan menemani..
Karena gelap selalu menyelimuti..

Sesak, tanpa tahu kapan ini akan berakhir..
Resah, karena gelisah selalu membayangi..


Hadirmu yang tak dapat aku tepiskan
Sakitmu yang tak dapat aku hindarkan
Lukamu yang tak dapat aku enyahkan
Nyata terasa meski tanpa perantara

Dan aku selalu disini, sendiri...tanpa dirimu yang mau menemani...


NM





Saturday, October 20, 2012

10202012 - Tentangku

Resah dan gelisah menunggu setiap pesan singkat yang masuk ke dalam sebuah layanan pesan singkat dari smartphoneku, kadang tak tentu kapan pesan tersebut akan datang, tergantung si pengirim pesan, iya tergantung sang pengirim pesan. Apakah ia mempunyai secuil waktu untuk berkabar ataukah ia sedang dalam suasana hati yang biasa saja hingga tak lupa berkabar. Mungkin bukannya ia lupa untuk memberikan kabar hanya saja kesibukan kadang menjadi penghalang, belum lagi sekelumit masalah yang kadang membuat suasana hatinya tidak menentu, jikalau seperti itu, aku hanya dapat duduk diam dan terpaku menunggu. Kadang ada hasrat hati untuk menyapa namun aku tak kuasa, meskipun ia telah mengatakan padaku "tak apa berkabar, toh Aku tidak melarang" tapi entah mengapa, jari ini membeku tiap aku ingin mengirimkan sepatah kata "hai sedang apa?" terkesan bodoh dan terlalu basa-basi memang. Ya, dirinya tidak suka berbasa-basi, seolah membuang waktunya yang sangat berharga. Itulah yang membuatku kadang hilang arah, sehingga tak tahu harus berbuat apa.

Hei..lihat, sebuah pesan singkat dari dia yang kutunggu "Hi" begitu sapamu, kubalas "Hi" dan ia pun membalas "sedang apa?lg dikampus?" kubalas lagi dengar perasaan menggebu "gak,aku lg dikosan" secepat itu juga kamu membalas "oh,aku msh dikantor km sdh mkn?" dan aku pun berkata "aku udh mkn kok" dan pesan singkat pun berakhir dengan kata-katamu "sek ya lagi mumet" dan aku pun terpaku menatap layar smartphoneku, tak tahu harus berkata apa dan berbuat apa, aku hanya dapat mengirimkan pesan berupa ":)" sebagai akhir dari percakapan kala itu.

Begitu seringnya hal itu terjadi sampai aku pun merasakan hal yang biasa jika ia sedang sibuk dengan urusannya, pekerjaannya atau bahkan dirinya. Tak jarang aku pun diam tanpa kabar sama sekali kepadanya, jika ia tak bertanya aku memilih diam dan memainkan jari-jari mungilku dsebuah social media, bercanda bersama kawan-kawanku disana atau sekedar iseng menyapa, ya aku tertawa disana, meskipun hati kecilku tak jarang menangis, ya menangisi apa saja yang bisa membuatku menangis. Kadang menangisi sikapmu yang tak tentu padaku, kadang menangisi rasa rinduku padamu, atau tidak jarang aku menangisi setiap kesalahanku yang membuatmu marah, tak senang bahkan ilfil dengan sikapku, iya aku menangis, tak tahukah kamu tentang itu? Aku memilih diam tak mengatakannya padamu, karena aku tidak mau kamu sakit karena sikapku, aku tak mau kamu larut dalam rasa bersalahmu, biar aku saja yang selalu merasa bersalah atas segala sikapku, bukan kamu.

Beberapa waktu lalu aku dilanda rasa lelah, aku lelah karena aku bingung harus berbuat apa, mungkin otak ini terus menerus berpikir dan hati ini terus menerus merasa. Setiap keluhan yang kamu lontarkan selalu aku rasa selalu aku cerna, semakin hari semakin terhimpit oleh perasaan itu hingga aku pun semakin menyalahkan diriku, labil, hilang arah, tak ada pegangan, itu yang aku rasa. Salah satu sahabatku mengatakan aku mengalami depresi mungkin belum sampai ketahap itu tapi aku sudah bisa dikatakan stress berat, sampai sahabatku pun bertanya "Kamu kenapa bisa sampai seperti ini? Apakah sedang mengalami masalah yang berat?" Aku tak kuasa berkata dan hanya dapat diam saja, sedikit senyum aku tampakkan namun rasanya sia-sia, sahabatku sepertinya tahu apa yang kurasa, dia hanya tersenyum dan berkata "cepat kamu atasi situasi ini kalau tidak akan semakin berlarut-larut, sayangi dirimu sendiri".

Aku bersyukur perasaan bersalah pada diriku sendiri pelan-pelan bisa kuatasi, meskipun ada saat dimana aku kembali menyalahkan diriku sendiri dengan apa yang sedang terjadi, tapi pelan-pelan aku berdamai dengan keadaan, dengan situasi ini dan juga diriku sendiri. Entah sampai kapan aku bisa pulih untuk tidak lagi-lagi menyalahkan diriku sendiri, aku pun tak tahu..


NM

Wednesday, October 03, 2012

Belajar Saling Mengerti untuk Saling Berbagi

Terbersit di kepala gw mengenai obrolan dengan teman twitter beberapa jam yang lalu, tentang "kenapa orang-orang pinter itu engga bisa bicara atau menulis dengan bahasa yang bisa dipahami banyak orang, apa sebegitu mahalnya ilmu itu?". Buat sebagian orang, untuk gw  misalnya penggunaan kata-kata sulit atau bahasa teknis yang engga semua orang ngerti (katakanlah begitu) kadang-kadang emang jadi malesin. Kenapa? karena masing-masing individu punya keterbatasan..we're human, rite? Dan kadang engga semua orang paham dengan hal itu. Di satu sisi kita mungkin ingin memperkaya diri dengan berbagai macam pemahaman, berbagai macam ilmu serta berbagai macam sudut pandang, tapi kalau si pemberi pesannya aja udah bikin kita nge-per atau mundur teratur, apa yang disampaikan pun mental aja gitu dari kepala kita at the end cuma bisa melongo+ngebatin "ni orang ngomong apa sik?".

Contohnya begini, gw yang emang belajar komunikasi engga mungkin nyekokin orang lain dengan berbagai macam teori komunikasi atau berbagai macam istilah-istilah komunikasi kepada orang awam. Begitu pun sebaliknya, gw juga engga selalu tau apa yang orang lain sampaikan dari latar belakang pendidikan selain yang gw pelajari saat ini. Gw pun punya keterbatasa itu, orang lain juga. Jadi, gimana cara kita biar sama-sama nyambung kalau ngobrol dengan apa pun media kita bertukar pikiran.

Pada umumnya orang-orang beranggapan bahwa komunikasi langsung akan lebih mudah bagi kita untuk bertukar pikiran, tapi jangan salah ketika seorang pemberi pesan memasukan berbagai macam istilah yang baku dan tidak semua orang mengerti pun bisa menjadi penghambat komunikasi kita dengan orang lain. Apalagi komunikasi tidak langsung yang saat ini cukup marak, entah berupa pesan singkat maupun social media. Kita sebagai pelaku jenis komunikasi semacam itu juga harus lebih jeli dalam memaknai setiap kata-kata yang disampaikan orang lain agar tidak terjadi kesalah pahaman makna.

Ada yang bilang bahwa ketika kita tidak mengerti ya bertanya saja, tapi sampai kapan kita akan terus bertanya dan bertanya, sampai orang yang kita tanya merasa bosan dan sebal dengan pertanyaan-pertanyaan kita? Atau ada lagi yang bilang "googling dong" lah kalau kita gaptek atau fasilitas kurang memadai, memakai paket internet yang tidak full service misalnya? Berbagai macam hambatan dalam berkomunikasi itu pasti ada cara meminimalisirnya yang kadang buat sebagian orang itu sulit dilakukan.

Gw pribadi, saking banyaknya hal yang gw engga tau, gw sampai bikin catatan kecil di handphone gw tentang kata-kata sulit itu jadi ketika orang lain mengatakan dan gw lupa, gw bisa lihat lagi catatan kecil gw itu. Itu salah satu contoh agar kita tidak terus-terusan bertanya.

Pernah suatu waktu gw protes (katakanlah seperti itu) kepada seseorang yang sering berkomunikasi dengan gw karena ia selalu menggunakan kata-kata baku baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing yang jarang sekali gw dengar. Iya, gw sebel memang karena ini orang kok engga ngerti posisi gw ya, kan gak semua yang dia tau gw juga tau. Gw sempet sedikit marah karena engga sekali ia seperti itu tapi sering. Alih-alih ia menurunkan level pembicaraannya, ia cuma bilang sama gw "gw tau kapasitas lw dalam menangkap hal-hal yang gw sampaikan oleh karena itu gw tetap menggunakan kata-kata yang selama ini gw pakai bukan dengan menurunkan level pembicaraan gw sama lw toh kalau lw engga ngerti lw bisa nanya sama gw", saat itu gw cuma bisa diam dan berpikir "ooooh..ternyata engga semua orang pintar itu menggunakan istilah yang tidak kita mengerti karena ingin menunjukkan siapa dirinya tapi juga membantu kita untuk lebih kaya akan berbagai macam pemahaman".

Itulah mengapa gw jadi suka buat catatan kecil di handphone gw karena otak gw pun ada kapasitasnya. Untuk orang lain mungkin bisa dicoba apa yang gw lakukan. Buat gw pribadi sih sebisa mungkin menghindari kata-kata yang engga lazim digunakan dalam keseharian, gw berusaha untuk mencari padanan kata yang gw rasa pas untuk memberi pemahaman terhadap apa yang gw maksud atau dengan langsung menjelaskan pada orang yang berinteraksi sama gw apa maksud pembicaraan gw karena gw pun orang yang ilmunya masih terbatas, kalau pun gw masuk ke dalam suatu permbicaaran ya karena gw hanya berbagi tentang apa yang pernah gw alami dan gw tahu.

Mungkin orang-orang di luar sana tidak bermaksud untuk mengecilkan tingkat pemahaman kita, mungkin juga mereka justru membantu kita untuk berpikir lebih luas tapi...setiap orang punya cara yang berbeda-beda, ya karena setiap manusia punya keunikannya masing-masing dalam segi menyampaikan suara pikiran mereka maupun suara hati mereka. Maka berbahagialah ketika ada orang yang mau berbagi dengan kita apa pun caranya, tinggal kita cari kesepahamannya saja dan saling mengerti satu sama lain.
Selamat berbagi ilmu seluas-luasnya, teman :)


NM

PS: thnx to @bundabaik buat idenya :D

Friday, September 21, 2012

"This is Me", Masa Sih?

Menjadi diri sendiri emang pilihan yang tepat bagi setiap orang, tapi kadang kita lupa bahwa kita hidup engga sendirian. Yaaaah, kalo kata anak-anak IPS sih kita mah makhluk sosial (bukan makhluk halus yeee..). Ada banyak sekali orang-orang yang akan berinteraksi dengan kita, mulai dari keluarga, teman, orang yang kita temui di jalan,yaaaa..siapa pun deh selama wujudnya manusia. Well, gak ada yang salah sih dengan menjadi diri sendiri selama gak ganggu orang lain. Nah, gak ganggu orang lain ini yang sifatnya abstrak, kadang kita sendiri gak ngerasa ganggu tapi belum tentu dengan persepsi orang lain, katakanlah orang lain gak nyaman sama sikap atau perkataan kita.

Kalau udah kaya gitu, kita yang kudu pinter-pinter baca situasi. Karena sejatinya, kalau kita berada disituasi yang nyaman, mo sampai kapan juga orang betah aja deket dan berinteraksi sama kita. Bukan bermaksud menjadikan diri kita pakai topeng atau kepalsuan karena kita menyesuaikan diri sama situasi dan lingkungan, gak kok maksud gw gak gitu karena kita bisa tetap jadi diri kita sendiri asaaaaal...gak ganggu orang lain dengan tingkah laku dan omongan kita yang bakal bikin orang lain bete.

Gimana cara kita supaya bisa beradaptasi sama lingkungan? Ada beberapa orang yang dengan mudah bilang sama kita "gw gak suka deh kalau lw...."  tapi itu akan terjadi kalau kita udah saling deket, sama sahabat atau temen nongkrong bareng misalnya. Tapi kan gak semua orang bisa ngomong to the point kaya gitu, kalau udah kaya gini kita-nya yang kudu aktif membaca situasi (seperti yang gw bilang diawal). Baca situasi bisa diartikan baca gerak-gerik atau bahasa tubuh orang yang kita ajak bicara. Kalau kondisinya di social media kaya twitter lebih absurd lagi karena bahasa tulisan gak semua orang bisa ngerti. Tapi gw yakin masing-masing orang punya cara sendiri buat ngungkapin rasa gak sukanya. Kalau udah kaya gitu masih mau jumpalitan gak keruan dengan alasan "ini kan diri gw apa adanya" duh kata-kata kaya gitu buat gw sih basi banget, terkesan defensif aja. Kenapa kita gak coba untuk introspeksi diri sama hal-hal apa yang bikin orang males atau bete sm kelakuan kita.

Belajar untuk memahami gak cuma orang lain ke kita tapi diri kita ke orang lain dan hal itu gak menghambat kita untuk tetap jadi diri sendiri kok, hanya sedikit membatasi alias tau diri aja sama apa yang kita lakukan. Kita berteman gak cuma buat sejam dua jam kan, tapi kita berteman untuk jangka waktu yang entah sampai kapan, kalau kelakuan kita aja udah bikin sebel satu atau dua orang, gak mustahil tiga orang bahkan rata-rata teman kita males untuk temenan lagi sama kita. Kalau kita merasa bahwa "yaudah berarti mereka gak cocok temenan sama kita, better gw cari temen lain aja"  mau sampai kapan kita punya pemikiran kaya gitu? Apakah dilingkungan yang baru situasinya akan lebih baik? Atau malah lebih buruk? Intinya, menjadi diri sendiri itu buka berarti semaunya kita, ada hal-hal yang mesti kita rubah untuk jadi lebih baik dan itu bukan alasan buat kita gak jadi diri sendiri.

Berteman dengan cara yang cerdas bikin kita disukai banyak orang, nambah teman, nambah networking, nambah ilmu juga loh. So, masih pengen bilang "ini gw apa adanya, mau terima sukur engga ya udah?"


NM

Friday, September 14, 2012

Saat Aku Merindumu

Saat rindu menerjang 
Kata tak dapat diungkapkan
Tangan tak dapat saling menggenggam
Bahu tak dapat saling merengkuh
Hanya bulir air mata yang dapat menyampaikan bahwa aku rindu

Kerinduan yang begitu dalam
Sampai membuat bulir-bulir air mata itu harus terjatuh
Entah mengapa, aku pun tidak tahu
Satu hal yang kutahu
Aku hanya bisa memendam rasa yang begitu dalam
Ya,rasa rinduku kepadamu

Mungkin kamu tidak tahu
Apa yang kurasa saat itu
Namun, disudut hatiku tersimpan begitu banyak rindu untukmu
Rindu yang begitu besar,begitu dalam hingga sulit ku ungkapkan

Tu me manques bien,Mon Cher


NM

Wednesday, September 12, 2012

Rintihan Lirih

Lelah dengan segalanya yang menghantam
Seakan membawa sekarung beban yang tidak dapat ditinggalkan
Hati ini menjerit perih
Tolong cabut rasa yang sudah mendalam
Teriris oleh sekeliling tangis
Terluka oleh sekian banyak duka

Semesta bisakah kau berikan jawabnya
Rengkuh diri ini dengan segala macam kekuatan
Topang diri ini dengan sebanyak mungkin kesabaran

Semesta mengapa semua ini terjadi
Tidak bisakah Kau hentikan saja semua
Ini bukan doa,ini hanyalah rintihan lirih jiwa yang lelah
Jiwa yang tak mampu lagi menampung semua tanya yang tak kunjung ada jawabnya

Semesta bantu kaki ini untuk berjalan walaupun pelan
Bisakah beri sedikit iba mu wahai semesta
Disini Aku mengiba
Pada kebesaranmu,Semesta Raya


NM


Friday, August 24, 2012

About Us

Saat kita merasa nyaman dengan seseorang, butuh waktu berapa lama untuk kita merasa bahwa orang tersebut bisa dijadikan seorang partner. Katakanlah pacar, simple but not easy to find someone who can be your partner even thought just like "pacar". Being single sebenernya engga "hina2" amat sih, cuma sering jadi bahan celaan orang-orang sekitar aja. Banyak yang beranggapan kalau jadi "Jomblo" yaaaaa semacam gak laku padahal mah gak gitu juga.

Okey, i'll share something about "nyaman" sejujurnya gw termasuk orang yang gampang nyaman sama orang lain sih meskipun baru kenal tapi ga semudah itu buat gw nyaman sama orang yang bisa gw sebut partner. Beberapa waktu belakangan emang lagi sering interaksi sama satu orang, awalnya sih karena satu twit gw yang terus disamber sama dia dan berakhir ke DM dan tukeran nomor WhatsApp. Sebelum kejadian itu sih kita emang udah saling kenal, saling follow dan sering juga berinteraksi tapi ya itu hanya via twitter.

Setelah tukeran nomor WhatsApp itu baru kita jadi semakin sering komunikasi. Bahkan diawal kita WhatsApp-an, ga ada jeda sama sekali obrolan ngalir aja. Dari mulai diskusi yang ngejelimet buat ukuran gw sampai obrolan santai.

Jujur gw merasa ada kenyamanan ketika berkomunikasi sama dia, enak aja dapet temen ngobrol yang bisa ngajarin gw banyak hal sekaligus jadi temen untuk bertukar pikiran, singkat namun berasa maknanya. Sampai beberapa waktu lalu kita berjanji untuk ketemu just me and him. Setelah saling ketemu, mungkin kita semakin merasa..hmmmm...apa ya, pengen mengenal satu sama lain lebih jauh and we decided to make a relationship,yeaaaah..dia sih ga spesifik nembak ala-ala abege gitu just a simple words, like "would you please to stay around" dan Voila! hari-hari gw sekarang diliputi rasa senang karena kelakuan dia yang cukup absurd, hmmm actually gw sih yang absurd but i feel complete, i don't know..we didn't expect something..just let it flow and we're happy :)

So, nyaman atau engga-nya kita sama seseorang bukan karena lama atau tidaknya kita kenal dengannya tapi seberapa mampu kita merasakan rasa yang ada dalam diri kita dan bukan dengan logika.


NM

Wednesday, August 15, 2012

Repacked Album from Super Junior "SPY"


Guys, kabar terbaru datang dari Super Junior. Setelah dirilisnya album keenam mereka yang berjudul “Sexy, Free & Single” boyband yang sangat digemari oleh para remaja pada umumnya ini kembali merilis album repacked mereka yang berjudul “SPY”.
Album repacked tersebut masih berisi lagu-lagu yang terdapat di dalam album “Sexy, Free & Single” namun ditambah empat lagu baru dari mereka yang berjudul SPY, Only U, Outsider, dan Haru.
“SPY” merupakan lagu urban dance, liriknya yang lucu menceritakan tentang seseorang yang mengejar gadis pujaannya, sementara musiknya menggabungkan nuansa musik dari film detektif James Bond 007.
“Only U” adalah lagu yang dikerjakan oleh Leetuk dan juga Donghae. Lagu ini merupakan wujud rasa syukur dan cinta dari para personel Super Junior kepada fans mereka.
Di track yang selanjutnya, Donghae kembali terlibat dalam pembuatan lagu yang berjudul “Haru”, bersama dengan salah satu member Urban Zakapa yaitu Kwon Soon il. Lagu ini menampilkan sisi musikalitas dari Donghae. Lagu terakhir dari album ini adalah “Outsider” musik hip hop, dance yang up beat merupakan tema dari lagu ini.
Kalau kalian penasaran dengan lagu baru dari Super Junior ini, lihat saja video klip dari lagu jagoan mereka yang berjudul “SPY”. So, check this one out, guys. (NM)



Monday, August 13, 2012

Gejolak Jiwa

Saat kaki berpijak, ada hati yang bergejolak
Karena hembusan ombak, membawanya sampai ke darat
Tak perlu ragu kalau ingin bersandar
Ikuti naluri yang berpijar

Hati ingin berhenti di sudut sepi yang abadi
Kaki ingin terus berjalan tanpa ingin menoleh kebelakang
Sepi, sunyi diiringi alunan sendu
Senyap, sirna ditiup hembusan rindu

Disanakah bersemayamnya jiwa yang pilu?
Yang termangu kala sang surya datang
Duduk terdiam mencerna kata
Yang sampai kini tak ada jawabnya


NM