Friday, September 21, 2012

"This is Me", Masa Sih?

Menjadi diri sendiri emang pilihan yang tepat bagi setiap orang, tapi kadang kita lupa bahwa kita hidup engga sendirian. Yaaaah, kalo kata anak-anak IPS sih kita mah makhluk sosial (bukan makhluk halus yeee..). Ada banyak sekali orang-orang yang akan berinteraksi dengan kita, mulai dari keluarga, teman, orang yang kita temui di jalan,yaaaa..siapa pun deh selama wujudnya manusia. Well, gak ada yang salah sih dengan menjadi diri sendiri selama gak ganggu orang lain. Nah, gak ganggu orang lain ini yang sifatnya abstrak, kadang kita sendiri gak ngerasa ganggu tapi belum tentu dengan persepsi orang lain, katakanlah orang lain gak nyaman sama sikap atau perkataan kita.

Kalau udah kaya gitu, kita yang kudu pinter-pinter baca situasi. Karena sejatinya, kalau kita berada disituasi yang nyaman, mo sampai kapan juga orang betah aja deket dan berinteraksi sama kita. Bukan bermaksud menjadikan diri kita pakai topeng atau kepalsuan karena kita menyesuaikan diri sama situasi dan lingkungan, gak kok maksud gw gak gitu karena kita bisa tetap jadi diri kita sendiri asaaaaal...gak ganggu orang lain dengan tingkah laku dan omongan kita yang bakal bikin orang lain bete.

Gimana cara kita supaya bisa beradaptasi sama lingkungan? Ada beberapa orang yang dengan mudah bilang sama kita "gw gak suka deh kalau lw...."  tapi itu akan terjadi kalau kita udah saling deket, sama sahabat atau temen nongkrong bareng misalnya. Tapi kan gak semua orang bisa ngomong to the point kaya gitu, kalau udah kaya gini kita-nya yang kudu aktif membaca situasi (seperti yang gw bilang diawal). Baca situasi bisa diartikan baca gerak-gerik atau bahasa tubuh orang yang kita ajak bicara. Kalau kondisinya di social media kaya twitter lebih absurd lagi karena bahasa tulisan gak semua orang bisa ngerti. Tapi gw yakin masing-masing orang punya cara sendiri buat ngungkapin rasa gak sukanya. Kalau udah kaya gitu masih mau jumpalitan gak keruan dengan alasan "ini kan diri gw apa adanya" duh kata-kata kaya gitu buat gw sih basi banget, terkesan defensif aja. Kenapa kita gak coba untuk introspeksi diri sama hal-hal apa yang bikin orang males atau bete sm kelakuan kita.

Belajar untuk memahami gak cuma orang lain ke kita tapi diri kita ke orang lain dan hal itu gak menghambat kita untuk tetap jadi diri sendiri kok, hanya sedikit membatasi alias tau diri aja sama apa yang kita lakukan. Kita berteman gak cuma buat sejam dua jam kan, tapi kita berteman untuk jangka waktu yang entah sampai kapan, kalau kelakuan kita aja udah bikin sebel satu atau dua orang, gak mustahil tiga orang bahkan rata-rata teman kita males untuk temenan lagi sama kita. Kalau kita merasa bahwa "yaudah berarti mereka gak cocok temenan sama kita, better gw cari temen lain aja"  mau sampai kapan kita punya pemikiran kaya gitu? Apakah dilingkungan yang baru situasinya akan lebih baik? Atau malah lebih buruk? Intinya, menjadi diri sendiri itu buka berarti semaunya kita, ada hal-hal yang mesti kita rubah untuk jadi lebih baik dan itu bukan alasan buat kita gak jadi diri sendiri.

Berteman dengan cara yang cerdas bikin kita disukai banyak orang, nambah teman, nambah networking, nambah ilmu juga loh. So, masih pengen bilang "ini gw apa adanya, mau terima sukur engga ya udah?"


NM

Friday, September 14, 2012

Saat Aku Merindumu

Saat rindu menerjang 
Kata tak dapat diungkapkan
Tangan tak dapat saling menggenggam
Bahu tak dapat saling merengkuh
Hanya bulir air mata yang dapat menyampaikan bahwa aku rindu

Kerinduan yang begitu dalam
Sampai membuat bulir-bulir air mata itu harus terjatuh
Entah mengapa, aku pun tidak tahu
Satu hal yang kutahu
Aku hanya bisa memendam rasa yang begitu dalam
Ya,rasa rinduku kepadamu

Mungkin kamu tidak tahu
Apa yang kurasa saat itu
Namun, disudut hatiku tersimpan begitu banyak rindu untukmu
Rindu yang begitu besar,begitu dalam hingga sulit ku ungkapkan

Tu me manques bien,Mon Cher


NM

Wednesday, September 12, 2012

Rintihan Lirih

Lelah dengan segalanya yang menghantam
Seakan membawa sekarung beban yang tidak dapat ditinggalkan
Hati ini menjerit perih
Tolong cabut rasa yang sudah mendalam
Teriris oleh sekeliling tangis
Terluka oleh sekian banyak duka

Semesta bisakah kau berikan jawabnya
Rengkuh diri ini dengan segala macam kekuatan
Topang diri ini dengan sebanyak mungkin kesabaran

Semesta mengapa semua ini terjadi
Tidak bisakah Kau hentikan saja semua
Ini bukan doa,ini hanyalah rintihan lirih jiwa yang lelah
Jiwa yang tak mampu lagi menampung semua tanya yang tak kunjung ada jawabnya

Semesta bantu kaki ini untuk berjalan walaupun pelan
Bisakah beri sedikit iba mu wahai semesta
Disini Aku mengiba
Pada kebesaranmu,Semesta Raya


NM


Friday, August 24, 2012

About Us

Saat kita merasa nyaman dengan seseorang, butuh waktu berapa lama untuk kita merasa bahwa orang tersebut bisa dijadikan seorang partner. Katakanlah pacar, simple but not easy to find someone who can be your partner even thought just like "pacar". Being single sebenernya engga "hina2" amat sih, cuma sering jadi bahan celaan orang-orang sekitar aja. Banyak yang beranggapan kalau jadi "Jomblo" yaaaaa semacam gak laku padahal mah gak gitu juga.

Okey, i'll share something about "nyaman" sejujurnya gw termasuk orang yang gampang nyaman sama orang lain sih meskipun baru kenal tapi ga semudah itu buat gw nyaman sama orang yang bisa gw sebut partner. Beberapa waktu belakangan emang lagi sering interaksi sama satu orang, awalnya sih karena satu twit gw yang terus disamber sama dia dan berakhir ke DM dan tukeran nomor WhatsApp. Sebelum kejadian itu sih kita emang udah saling kenal, saling follow dan sering juga berinteraksi tapi ya itu hanya via twitter.

Setelah tukeran nomor WhatsApp itu baru kita jadi semakin sering komunikasi. Bahkan diawal kita WhatsApp-an, ga ada jeda sama sekali obrolan ngalir aja. Dari mulai diskusi yang ngejelimet buat ukuran gw sampai obrolan santai.

Jujur gw merasa ada kenyamanan ketika berkomunikasi sama dia, enak aja dapet temen ngobrol yang bisa ngajarin gw banyak hal sekaligus jadi temen untuk bertukar pikiran, singkat namun berasa maknanya. Sampai beberapa waktu lalu kita berjanji untuk ketemu just me and him. Setelah saling ketemu, mungkin kita semakin merasa..hmmmm...apa ya, pengen mengenal satu sama lain lebih jauh and we decided to make a relationship,yeaaaah..dia sih ga spesifik nembak ala-ala abege gitu just a simple words, like "would you please to stay around" dan Voila! hari-hari gw sekarang diliputi rasa senang karena kelakuan dia yang cukup absurd, hmmm actually gw sih yang absurd but i feel complete, i don't know..we didn't expect something..just let it flow and we're happy :)

So, nyaman atau engga-nya kita sama seseorang bukan karena lama atau tidaknya kita kenal dengannya tapi seberapa mampu kita merasakan rasa yang ada dalam diri kita dan bukan dengan logika.


NM

Wednesday, August 15, 2012

Repacked Album from Super Junior "SPY"


Guys, kabar terbaru datang dari Super Junior. Setelah dirilisnya album keenam mereka yang berjudul “Sexy, Free & Single” boyband yang sangat digemari oleh para remaja pada umumnya ini kembali merilis album repacked mereka yang berjudul “SPY”.
Album repacked tersebut masih berisi lagu-lagu yang terdapat di dalam album “Sexy, Free & Single” namun ditambah empat lagu baru dari mereka yang berjudul SPY, Only U, Outsider, dan Haru.
“SPY” merupakan lagu urban dance, liriknya yang lucu menceritakan tentang seseorang yang mengejar gadis pujaannya, sementara musiknya menggabungkan nuansa musik dari film detektif James Bond 007.
“Only U” adalah lagu yang dikerjakan oleh Leetuk dan juga Donghae. Lagu ini merupakan wujud rasa syukur dan cinta dari para personel Super Junior kepada fans mereka.
Di track yang selanjutnya, Donghae kembali terlibat dalam pembuatan lagu yang berjudul “Haru”, bersama dengan salah satu member Urban Zakapa yaitu Kwon Soon il. Lagu ini menampilkan sisi musikalitas dari Donghae. Lagu terakhir dari album ini adalah “Outsider” musik hip hop, dance yang up beat merupakan tema dari lagu ini.
Kalau kalian penasaran dengan lagu baru dari Super Junior ini, lihat saja video klip dari lagu jagoan mereka yang berjudul “SPY”. So, check this one out, guys. (NM)



Monday, August 13, 2012

Gejolak Jiwa

Saat kaki berpijak, ada hati yang bergejolak
Karena hembusan ombak, membawanya sampai ke darat
Tak perlu ragu kalau ingin bersandar
Ikuti naluri yang berpijar

Hati ingin berhenti di sudut sepi yang abadi
Kaki ingin terus berjalan tanpa ingin menoleh kebelakang
Sepi, sunyi diiringi alunan sendu
Senyap, sirna ditiup hembusan rindu

Disanakah bersemayamnya jiwa yang pilu?
Yang termangu kala sang surya datang
Duduk terdiam mencerna kata
Yang sampai kini tak ada jawabnya


NM

Wednesday, July 18, 2012

Puisi Malam

Menapaki malam aku tertegun
Dalam gelapnya aku terisak
Inikah gejolak yang selama ini kurasa
Ada lapang dalam derita
Ada tangis dalam canda tawa

Apakah ini namanya cinta
Tak kuasa Aku menolaknya
Dan tak pula mampu melangkah

Berat kaki ini untuk berpijak
Bagai membawa beban dalam tiap langkah

NM

Friday, May 25, 2012

Sang Malam


Awalnya aku tidak tahu kamu siapa
Hanya teman pengisi malamku yang hampa
Tapi ternyata kamu seorang yang begitu istimewa
Dan ternyata kita adalah sejiwa

Lambat laun aku tahu sedikit tentang dirimu
Dari mulai hal besar sampai hal yang kecil
Dari hal yang kamu suka maupun tidak
Kamu sungguh unik juga menarik

Tapi mengapa kamu masih sendiri
Tidak adakah yang bisa mengisi relung itu
Tidak adakah yang bisa menjangkau sepimu
Aku sendiri tidak tahu, apa yang kurang dari dirimu

Banyak kelebihan yang kamu punya
Tapi seolah kamu simpan tanpa mau kamu tunjukkan
Wahai seorang disana
Tidak inginkah kamu berdua
Atau bersama orang yang kamu cinta


NM

Tuesday, May 22, 2012

Bicara Hati

Disaat rindu bergejolak
Mengapa kata tidak dapat terucap
Hanya jemari yang menari
Mengisahkan lara dihati

Laraku mungkin bukan urusanmu
Ini memang sepenuhnya tentangku..asaku
Tapi bisakah kamu sedikit mengerti
Tentang isi hati ini

Menjadi karang yang kokoh tak selamanya dapat berdiri tegak
Ada saat dimana karang itu dapat hancur
Diterjang atau dihempas sang waktu
Pernahkah kamu berpikir tentang itu?

Aku disini tetap berdiri
Menunggu sang waktu datang
Menghempas karang
Menjadi hancur tak berbekas
Kemudian sirna ditelan waktu


NM

Ketika Angin Berbicara

Jika Angin dan Air merupakan satu kesatuan
Mengapa mereka tidak dapat bersatu
Mengapa mereka memilih untuk berjalan masing-masing

Air selalu tenang di peraduannya
Walaupun sesaat dapat bergejolak tapi tak tentu datangnya

Angin selalu datang dan pergi tanpa tahu arah
Tapi selalu tepat menghembuskan impian dan harapan

Air dan Angin, dapatkah kalian saling mengisi
Mengisi Alam ini dengan suatu harmoni

Bisakah Angin berhenti sejenak mengikuti arah Air
Ataukah Air yang harus berjalan mengikuti ritme Angin
Entahlah..semuanya hanya rahasia Alam yang tak kunjung ada jawabannya...


NM

Angin dan Air

Setiap kata yang keluar dari mulutmu, bagiku adalah suatu harapan
Tetapi bagimu hanyalah suatu kiasan
Yang bahkan tidak pernah ingin kamu realisasikan

Mana yang kamu sebut cinta, sayang atau apapun tentang perasaan
Semua itu bagai angin yang datang perlahan..lalu menghilang

Iya angin, yang dapat datang kapan saja semaunya
Itulah diriku bagimu
Yang hanya datang disaat kamu butuh, kamu ingat atau saat sekelebat bayangku hadir dalam pikiranmu

Bagimu, aku tak lebih dari itu
Meski untukku, kamu adalah air yang selalu mengisi relung hampa yang selalu haus akan kata CINTA


NM

Tentang Cahaya

Memandangmu dalam gelap malam, seakan ada cahaya yang berpendar ke arahku
Namun hanya sekejap...lalu menghilang

Tidak bisakah hadirmu bertahan beberapa saat
Agar aku tidak dapat merasakan gelap gulita yang selama ini aku rasa

Sudah cukup gelap yang selama ini aku rasa
Aku hanya ingin secercah cahaya darimu
Tapi, kamu seolah enggan membagi cahaya kecilmu

Kamu seolah sirna ditelan kelamnya malam, yang selalu mencekam

Mudah bagimu untuk memberikan cahaya kecil itu
Begitu mudahnya sampai kamu tidak ingin membagi lebih dari itu

Sekelebat sinarmu hanya sebagai penerang sesaat
Tanpa ingin kamu bagi lebih lagi..dan lagi..


NM

Monday, May 14, 2012

Merci Dieu

Pernah kepikiran gak sih kalau segala kesulitan atau segala kesusahan yang kita rasain sekarang akan berbuah manis di suatu saat nanti, entah sebulan,dua bulan lagi, atau bahkan beberapa tahun ke depan??

Jujur, gw lagi merasakan saat-saat yg bisa dikatakan "manis" itu sekarang. Mungkin terlalu cepat sih kalau gw memutuskan saat ini adalah buah dari apa yang gw rasakan beberapa waktu yg lalu, tapi ya beginilah adanya.

Berawal dari lingkungan baru gw sekarang yang bisa dibilang orang-orangnya cukup menyenangkan, kegiatan gw yg semakin mengasyikan serta beberapa berita baik yang datang silih berganti. Gw merasa hal-hal seperti yang gw sebutin tadi itu merupakan buah dari rasa yang ga enak yang pernah gw alamin sebelumnya.

Well, buat gw enak atau engga apa yang gw rasain atau gw jalanin itu ya udah satu paket, yaitu satu paket hidup yang harus gw jalanin. Tapi seengganya hal-hal tersebut bisa jadi penyeimbang disaat gw jatuh, terpuruk, merasakan ketidak nyamanan atau kepahitan at the end gw selalu mikir di depan sana ada jalan yang enak, yang kalau gw berhenti di posisi tidak nyaman gw, pada akhirnya gw akan semakin lama untuk berkubang di dalam ketidak enakan dan ketidak nyamanan. So, berjalan terus adalah pilihan yang paling tepat karena akan semakin dekat dengan hasil yang "mungkin" lebih baik dari pada sebelumnya.


NM

Eeeer... -___-"

"Anjrit" cuma satu kata itu yang keluar tiap kali bayangan tatapan mata dan senyum tipismu melintas dipikiranku, entah mengapa aku tidak dapat mengalihkan pikiranku dr hal itu.Well, aku tidak secara sengaja menghadirkanmu disetiap waktuku.No, bukan itu..tetapi entah mengapa tatapan mata dan senyuman khas kamu itu selalu mengganggu hari-hariku.

Segala upaya telah aku lakukan untuk menghilangkan bayanganmu dari pikiranku bahkan dari benakku, tapiiiii..yang terjadi justru sebaliknya, bayang-bayang senyum "maut-mu" itu justru semakin jelas dan nyata, meskipun kamu entah berada di belahan bumi bagian mana, saat ini.

"Aaaaaaaaargghh..!!!" andaikan aku dapat berteriak di depanmu saat ini, ingin aku berteriak sekencang-kencangnya dan berkata "Kamu tau ga sih kalo tatapan mata dan senyuman kamu itu...aaah..sudahlaaah" daripada terlalu banyak berkata, lebih baik aku lumat saja bibirmu... dan setelahnya aku berkata "Kamu tau ga sih kalo bibir kamu ini penyebab aku benci sama senyum kamu yg selalu menghantuiku dan satu lagi, tatapan matamu itu...seolah-olah mengikutiku"

Aaaaaah..udah-udah..jadi ga jelas gini kan... --"



NM

Friday, May 11, 2012

L'Arc-en-Ciel ~ World Tour 2012 @ Jakarta


Belakangan ini banyak sekali konser yang digelar di Indonesia, salah satunya  band rock asal Jepang, yaitu L’Arc-en-Ciel atau biasa dikenal dengan Laruku. Penantian panjang para penggemar L’Arc-en-Ciel akhirnya terbayar pada konser yang digelar Rabu (2/5/12).

Dibuka dengan pemutaran video yang menampilkan Hyde dalam bentuk robot di dua layar LED besar di sisi kanan dan kiri panggung serta satu LED yang memenuhi latar panggung. Video tersebut sebagai intro untuk menyambut para personil  naik ke atas panggung.

Usai video tersebut munculah sang vokalis Hyde bersama dengan Tetsuya (Bass) Ken (Gitar) serta Yukihiro (Drum) yang menghentak dengan lagu pertama Ibara no Namida, penonton pun ikut bernyanyi dan berjingkrak bahkan ada yang histeris meneriakan nama masing-masing personel. Kemudian disusul dengan lagu hits mereka yang lain seperti Chase, Good Luck My Way yang semakin memanaskan suasana konser malam itu.

Dipertengahan konser Hyde pun menyapa dengan bahasa Indonesia, “Halo Jakarta. Kami L’arc-en-Ciel. Kamu senang bertemu aku? Aku juga”. Lalu konser dilanjutkan dengan lagu Honey, Drink it Down dan Revelation, penonton pun kembali berjingkrak dan bernyanyi mengikuti irama musik yang upbeat.

Saat Hitomi no Jyuunin dan Forbidden Lover dinyanyikan, penonton larut dalam suasana haru bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata, begitu pun juga sang vokalis Hyde.

Suasana kembali ceria tatkala Ken, membacakan kisah perjalanannya ke Kota Tua serta membeli kado untuk Hyde di Pasaraya “Mantap! Mantap!” teriak Ken disela-sela ceritanya. Saat Ken tengah asik bercerita, Hyde pun sibuk membuka kado berupa wayang, miniatur gamelan, ganjelan pintu serta suling bambu. Ia pun didaulat ken untuk memainkan suling tersebut, karena Hyde tidak dapat memainkannya tawa penonton pun membahana melihat ulah kedua personil tersebut.

Keusilan personil lainnya adalah celotehan Tetsuya yakni “Halo, gua Suju dari Korea,opppss” yang disambut dengan tawa dari penonton. Lalu konser pun dilanjutkan dengan lagu Seventh Heaven, Drivers High, Stay Away, hingga Ready Steady Go, aksi panggung yang atraktif serta didukung tata visual panggung yang berkualitas dan berbeda di setiap lagunya, membuat penonton pun berdecak kagum.

Setelah lagu Ready Steady Go berakhir, tiba-tiba para personel Laruku meninggalkan panggung selama beberapa menit, sampai akhirnya penonton meneriakan “encore, encore,encore” berulang-ulang. Lima sampai sepuluh menit pun berlalu, ternyata dari layar LED muncul reff dari lagu Anata, penonton bersorak dan menyanyi bersama sambil berharap para personel Laruku akan muncul kembali. Tidak lama para personil pun bermunculan di panggung. Baru tiga bait lagu Anata dinyanyikan, tidak terasa gerimis mengguyur Lapangan D-Senayan, tempat diselenggarakannya konser. Turunnya gerimis hanya saat Anata dinyanyikan menjadi suatu momen yang paling tidak bisa dilupakan oleh para penonton saat itu.

Konser pun berlanjut dengan dibawakannya tiga lagu terakhir  yakni The Fourth Avenue Café, Link serta Niji. Sebelum Niji dinyanyikan, Hyde sempat menyapa para penonton dan mengucapkan rasa terima kasihnya "Terima kasih,Kamu senang?Aku juga. Kami datang ke Indonesia lagi. Terima kasih. Ini lagu terakhir," jelas Hyde dan 'Niji' pun dimainkan.

Di akhir konser para personel sibuk berpamitan dengan para penonton, terutama Tetsuya yang sibuk membagi-bagikan pisang dan permen serta bermain dengan pistol air mainannya.

Konser malam hari itu merupakan konser yang sangat spektakuler dan tidak dapat dilupakan oleh para Cielers (sebutan untuk para penggemar Laruku), dua jam terasa begitu cepat namun senyum puas terpancar dari para penonton. Penantian panjang untuk menonton idola mereka terbayarkan sudah. "Semoga L’Arc-en-Ciel dapat menggelar konser kembali dan lebih spektakuler di tahun-tahun mendatang" kenang para penggemarnya.

sept/cinq/deux mille douze : NM




Suasana saat akan memasuki Gate Konser Laruku


Tata cahaya dan visual yang spektakuler

Performance L'Arc-en-Ciel

Hyde - Vokal 

Tetsuya -Bass

Ken - Gitar

Yukihiro - Drum

Monday, April 23, 2012

Monsieur Vendredi


Tersimpan setumpuk pertanyaan di dalam benak ini, yang tak kunjung aku tanyakan kepada dia yang berhak menjawab segala pertanyaan, gundah, serta berbagai macam kebimbangan dan kebingunan.

Aku tidak akan dan tidak ingin memberondong kamu dengan pertanyaan retorika, atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban-jawaban sulit atau bahkan pertanyaan yang jawabannya mengenai kepastian atau ketidak pastian,bukan itu yang ingin kutanyakan. Aku hanya ingin bertanya "Mengapa kamu seolah menghilang?" ada apakah disana seolah aku membuat suatu kesalahan yang membuat kamu berjalan mundur dan menjauh.

Tahukah kamu, sebulan yang lalu aku dihantui rasa bimbang dan ragu tentang menghilangnya kamu. Oke, mungkin kamu memang tidak menghilang, tetap ada disana di tempat kamu berpijak. Tetapi seolah kamu menghilang dari hari-hari yang pernah membuat aku tersenyum simpul, tertawa kecil bahkan sampai tertawa terbahak-bahak saat mendapat pesan-pesan singkat atau sekedar mendengar suara kamu saat kita berdiskusi tentang segala hal.

Iya, aku kehilangan semua moment itu. Waktu berkenalan kita memang cukup singkat, sangat singkat bahkan tetapi entahlah aku sudah merasa nyaman, kamu pun pernah mengungkapkan hal itu kepada aku. Tetapi semua seakan berubah. Aku sadar aku memang bukan siapa-siapa dan tidak tahu kamu seperti apa, mungkin aku belum mengenal kamu dengan baik dan terbawa oleh dalamnya jurang perasaan aku sendiri. Ya aku jatuh, jatuh ke dalam jurang yang  sangat dalam tanpa tahu cara untuk mendaki ke atas lagi. Tidak, aku tidak mati di dalam sana, saat ini aku sedang mencoba untuk mendaki ke atas agar aku dapat terus berjalan lagi.

NM

Sunday, April 01, 2012

Belajar Dewasa

Hidup memang tidak semudah apa yang kita rencanakan
Tidak semudah pula apa yang kita bayangkan dan kita harapkan
Dalam hidup ada suatu perjalanan dan juga ada proses yang berperan
Buat sebagian orang, perjalanan dan proses menuju apa yang direncanakan dan diharapkan, tidaklah selalu mulus,tidak juga selalu enak
Akan ada banyak rintangan pada saat proses itu terjadi
Bahkan bisa dibilang, suatu proses tanpa adanya rintangan dan hambatan tidaklah terasa berarti, karena justru proses tersebut inti dari suatu pencapaian
Resapi setiap prosesnya, senang, sedih, marah, bahkan kecewa tetapi yakinlah kita akan mengerti betapa dewasanya diri kita setelah proses tersebut sudah bisa dilewati.


NM

Wednesday, February 22, 2012

Sunday Morning ~ CarFreeDay Buah Batu

Tidak terasa liburan kuliah sudah berakhir dan saat ini rutinitas sudah mulai kembali normal, kuliah, kuliah, dan kuliah. Namun, bukan keluh kesah mengenai kuliah semester ini yang akan saya ceritakan di sini. Saya akan menceritakan mengenai serunya acara Car Free Day di daerah Buah Batu, Bandung.

Car free day, seperti yang kita tahu merupakan kegiatan yang berlangsung setiap hari minggu di Bandung, tidak hanya Bandung saja beberapa kota besar lain juga, tiap minggu-nya diselenggarakan car free day. Di kota Bandung sendiri, car free day  berlangsung di beberapa titik seperti di daerah dago, di dekat mall BIP, dan juga di Buah Batu. Pada hari minggu 19 Februari 2012, saya berkesempatan untuk merasakan suasana car free day  di Buah Batu. Suasana saat itu cukup ramai pejalan kaki, pengendara sepeda maupun adik-adik kecil yang dengan lincahnya bermain dan berlari dengan teman-teman maupun keluarga mereka.

Satu hal yang membuat saya tertarik untuk datang ke car free day  hari itu karena kawan-kawan yang biasa berkumpul di Sunday Afternoon - Dago Tea House, menyelenggarakan acara musik di car free day tersebut. Masih mengusung format acara dan tema yang sama yaitu "Road to The Beatles for Lupus"  - Sunday Morning at Car Free Day Buah Batu, saya dan para pengunjung car free day hari itu dimanjakan dengan alunan lagu-lagu dari grup musik The Beatles, Queen, serta beberapa lagu Top 40 yang dibawakan oleh Grup musik Sunda Bitel, Shake & Bape, Rheza & Tyo. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 - 10.00 WIB itu pun cukup meriah meskipun cuaca pada hari itu cukup mendung, namun tidak menyurutkan semangat para pengunjung untuk datang. Mulai dari para pengendara sepeda dan juga pejalan kaki yang sedang melintas di seputar car free day  tersebut serta beberapa kawan-kawan yang setia mengunjungi Sunday Afternoon - Dago Tea House berbaur menjadi satu mengelilingi para pengisi acara. Tidak sedikit juga para pengunjung yang me-request beberapa lagu untuk dinyanyikan. Mengalunnya tembang-tembang nostalgia pada hari itu seakan membawa pengunjung kembali ke masa lalu di saat band-band seperti The Beatles  dan juga Queen masih berjaya, pengunjung pun tak segan-segan itu berdendang mengikuti alunan musik yang dibawakan. Waktu selama dua jam pun terasa singkat, tibalah saatnya acara serta car free day berakhir, namun kebersamaan itu tidak akan berakhir begitu saja bagi para penikmat setia dan juga pengunjung yang memadati acara pada hati itu. Buat saya pribadi, selaku penikmat musik dan penikmat acara tersebut, keberadaan saya hari itu merupakan pengobat rindu serta saat dimana saya menemukan keluarga baru yang kebetulan mempunyai selera musik yang sama, semoga apa yang saya rasakan ini bisa dinikmati oleh kawan-kawan di luar sana yang mempunyai kegemaran yang sama. So, come and join with us next week.









PS : Photo taken by Me
       Thanks Om Sam, untuk petanya

Sunday, January 22, 2012

Sunday Afternoon ~ Dago Tea House (part II)

Hari minggu ini, seperti biasa saya datang ke Sunday Afternoon ~ Dago Tea House. Semenjak beberapa minggu lalu, saya mulai rutin datang ke acara ini, bernostalgia dengan lagu-lagu lawas yang dibawakan oleh band Sunda Bitel, Shake and Bape serta Rheza. Namun, tidak seperti biasanya hari ini saya datang selepas magrib karena siang ini saya terlelap setelah ikut car free day di pagi harinya.

Sebelum saya datang ke Sunday afternoon, saya sempat berpikir "saya datang atau tidak ya hari ini?" saya takut ketika saya datang kawan-kawan sudah pulang karena acara telah selesai. Ternyata, sesampainya di Dago Tea House acara justru sedang meriah karena ada serombongan orang dari Jakarta yang sedang menyaksikan Sunday Afternoon. Betapa terkejutnya saya karena penonton lebih banyak dari sebelumnya bahkan ada salah satu penonton dari Jakarta itu yang menyumbangkan beberapa buah lagu dan pilihan saya untuk datang hari ini memang tidak salah.
Setelah membawakan beberapa lagu, penonton yang bernama Renata ini pun pulang bersama rombongannya itu. Lalu tinggalah personil Sunda Bitel, Rheza dan beberapa penikmat setianya yang masih berada di Dago Tea House sampai adzan isya menjelang. Namun sayang, pada acara hari ini Shake and Bape berhalangan hadir karena ada keperluan pribadi.
Sepeninggal rombongan dari Jakarta tadi, beberapa kawan sempat ikut menyumbang suara dan tibalah saya yang didaulat untuk bernyanyi. Sudah beberapa kali saya diminta ikut berpartisipasi namun selalu saya tolak dengan alasan "suara saya tidak bagus" entah kenapa hari ini saya memberanikan diri untuk ikut bernyanyi, padahal saya tidak pernah berani untuk bernyanyi di depan orang yang belum lama saya kenal. Dengan bermodal suara pas-pasan saya pun menyanyikan sebuah lagu dari Richard Marx-Now and forever. Gemetar, malu, takut salah, itulah yang saya rasakan ketika bernyanyi. Setelah selesai bernyanyi, ternyata penampilan saya mendapatkan respon positif dari kawan-kawan yang notabene sudah mempunyai jam terbang lebih dahulu dari saya. Mereka memberikan semangat dan spirit yang membuat saya semakin ingin bernyanyi dan berlatih, memang bukan untuk menjadi seorang penyanyi profesional, tetapi untuk menghargai apresiasi yang diberikan kawan-kawan terhadap saya. Mereka memberikan respon yang diluar dugaan saya dan mulai hari ini saya berpikir dan merasa bahwa mereka merupakan keluarga baru saya disini.

Saya merupakan orang baru dilingkungan ini, dikomunitas ini, tetapi mereka menganggap saya seperti seorang kerabat lama yang baru saja datang dan baru saja bergabung lagi. Tidaklah mudah mencari atau mendapatkan kawan-kawan yang dapat menerima kita apa adanya dan hal itu saya dapatkan dari Sunday Afternoon ini. Sebagai seorang perantau, kawan baru dan (mungkin) keluarga baru sangat dibutuhkan untuk (mungkin) menggantikan keluarga yang jauh disana. Saya bersyukur mengenal mereka dan bersyukur karena dapat dekat dengan mereka.
Bertemu mereka setiap minggunya merupakan hal yang saya nantikan, itulah alasan saya untuk tetap hadir hari ini meskipun acara sudah separuh jalan.

Akan ada minggu-minggu selanjutnya dimana saya akan selalu datang untuk Sunday Afternoon ini, dimana saya akan bertemu keluarga saya setiap minggunya.

Oh iya, minggu depan kemungkinan Sunday Afternoon akan libur karena pagi harinya akan memeriahkan Car Free Day di Buah Batu, jadi bagi kawan-kawan penikmat tembang-tembang lawas dipersilahkan hadir di acara car free day minggu depan di buah batu.

Come and join with us next week :)

Saturday, January 21, 2012

I miss Kiddo :'(

I thought i miss my Kiddo :')
Kiddo nama salah satu kucing saya dikosan. Salah satu kucing yang saya "pungut".

Saat itu saya lagi dikelas, di saat saya dan teman-teman saya serius mendengarkan dosen saya menjelasan materi, perhatian saya terusik karena suara kucing kecil yang mengeong saat itu. Sayup-sayup saya dengarkan suaranya, membuat perhatian saya pada materi saat itu terusik. Isi kepala saya sudah tidak memikirkan tentang materi yang disampaikan oleh dosen, isi kepala saya sudah penuh dengan pikiran "dimana suara kucing itu?" "apa yang dia lakukan di kampus ini?" "apakah dia tersesat dan mencari ibunya?" dan semua hal tentangnya.

Syukurlah saat itu jam pelajaran sudah hampir selesai. Saat saya keluar kelas, saya tidak menemukan kucing itu, padahal ketika saya di kelas, saya yakin suaranya tidak begitu jauh dari saya. Namun, tak lama kemudian saya mengetahui dari mana asal suara kucing itu dan dia pun menghampiri saya.

Seekor kucing berusia sekitar satu bulan dan ya dia tersesat. Saya berusaha memberikan kehangatan, saya peluk dan saya bawa kucing itu ke tempat kos yang tidak jauh dari kampus saya berada. Dia pun sejenak terlelap di dalam tas saya. Saya ingat betul malam itu. Malam dimana saya bertambah usia, malam dimana saya merasa sendiri di usia saya sekarang dan Tuhan memberikan kado terindah kepada saya. Saat itu saya memang sudah mempunyai seekor kucing bernama Timmy, tapi entah kenapa hati saya berkata dan saya tergerak untuk memelihara Kiddo, ya saya beri nama kucing itu Kiddo, entah mengapa kata itu melintas begitu saya dalam pikiran saya.

Saya sempat terpikir untuk membawa Kiddo ke Jakarta, ke tempat dimana saya tinggal bersama orang tua saya. Namun, sebelum hal itu terjadi bapak pemilik kos saya meminta untuk memelihara Kiddo dan ternyata tidak berlangsung lama. Beberapa minggu lalu Kiddo dibiarkan tidur di luar, mereka bilang Kiddo tidak betah berada di rumahnya namun saya yakin mereka sudah tidak sanggup untuk mengurusnya. Jujur saat itu saya sangat marah, mengapa mereka menyanggupi untuk memelihara kalau mereka ternyata tidak sanggup, saya sedih, saya marah. Lalu kembalilah Kiddo ke kamar kos saya, meskipun saat malam saya suka membiarkan Kiddo bermain dengan Timmy di luar karena Kiddo sangat aktif sekali dan memang membutuhkan tempat yang luas untuk dia bermain. Sesekali saya menge-cek keberadaannya di luar, sesekali dia makan ketika saya ke luar pada malam hari untuk sekedar ke kamar kecil atau pada saat Kiddo ingin masuk dan meminta makan.

Namun, kemarin malam ketika saya membiarkan Kiddo bermain dengan Timmy dan seekor kucing bernama Blitzer (seekor kucing liar yang pada awalnya hanya meminta makan di depan kamar kos saya dan belakangan sering datang ke kamar saya) pada saat subuh saya tidak menemukan Kiddo, biasanya saat saya membuka pintu Kiddo akan berlari paling kencang dibanding kedua kucing lainnya. Tapi subuh itu, saya hanya menemukan Blitzer dan Timmy, saya pikir Kiddo masih tidur di tempat dia biasa tidur di luar. Perasaan saya masih biasa saja pada saat itu, ketika pagi menjelang saya masih belum menemukan Kiddo begitu pun tempat dimana dia biasa tidur, saya tetap tidak bisa menemukannya. Saya pikir Kiddo hanya bermain di sekitar rumah kos saya, karena dulu Kiddo pernah bermain di luar kos saya dan pulang pada malam hari pada saat waktu makan tiba. Tetapi sampai malam menjelang dan sampai saat ini saya tidak menemukannya, tidak juga pada saat saya membuka pintu. Saya sangat merindukan kenakalan Kiddo, kucing kecil yang bisa membuat saya marah, sedih, dan tertawa karena ulahnya yang lucu dan suka sekali membuat kamar saya berantakan. Jujur saya sangat kehilangan, mungkin bagi sebagian orang apalah arti seekor kucing kecil yang bahkan bukan dari ras unggulan tapi bagi saya, saat ini saya sangat amat kehilangan. Saya khawatir dengan keadaannya, bagaimana kalau dia bertemu orang yang jahat, bagaimana kalau dia tidak menemukan makanan, bagaimana kalau dia terlindas mobil atau motor, semua hal itu berputar di kepala saya, dan sampai saat ini saya tidak dapat berhenti menangis apabila mengingatnya. Kiddo memang bukan manusia tapi kehilangannya melebihi kehilangan saya terhadap seseorang. Ya, saya menangis sepanjang malam ketika memikirkannya. Mungkin saat ini Kiddo berada di tempat yang hangat dan diambil oleh orang yang juga berhati baik dan bisa menjaganya, mungkin. Saya hanya berharap demikian. I really miss my Kiddo, so much :__(

Kiddo i miss you, wherever you here please come back :(

So this is my Kiddo


Kiddo when sleeping

Kiddo when eating

Timmy and Kiddo eat together

Me and My Kiddo :')